google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Penerapan Pendidikan Komunitas untuk Tingkatkan Minat Belajar Anak Kawasan Pesisir di Rumah Literasi Secanang

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Medan, iKoneksi.com – Kegiatan praktikum merupakan salah satu mata kuliah wajib yang harus dilakukan para mahasiswa calon pekerja sosial di Program Studi Kesejahteraan Sosial FISIP USU. Kegiatan ini penting untuk mahasiswa mengimplementasikan teori-teori yang dipelajari selama mengikuti perkuliahan (10 bidang keilmuan) dalam mata kuliah wajib serta mata kuliah pilihan yang ditawarkan di Program Studi Kesejahteraan Sosial, untuk selanjutnya dipraktikkan menggunakan metode-metode utama (Case work, Group Work, dan Community Organization and Community Development (COCD) dalam kegiatan praktikum di layanan kesejahteraan sosial (panti dan non panti), organisasi, maupun masyarakat.

Mahasiswa Kesejahteraan Sosial FISIP, Dinar Fazira Fitri, yang selanjutnya disebut praktikan telah melaksanakan praktikum di Human Initiative Sumatra Utara. Praktikum berlangsung selama satu semester dengan jangka waktu 3 bulan. Dimulai sejak kegiatan pelepasan mahasiswa PKL pada bulan Maret hingga proses terminasi pada bulan Mei. Selama periode tersebut, praktikan melaksanakan kegiatan pendampingan dan intervensi sosial di Rumah Literasi Secanang yang dikelola oleh Human Initiative Sumut bersama Pelindo. Kegiatan praktikum memberi kesempatan bagi praktikan untuk memahami secara langsung kondisi masyarakat pesisir sekaligus mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan pekerjaan sosial dalam lingkungan praktik.

Rumah Literasi Secanang merupakan salah satu program yang berfokus pada pengembangan kapasitas anak-anak melalui kegiatan pendidikan dan literasi. Program ini menyasar anak-anak yang tinggal di kawasan pesisir dengan tujuan mendukung peningkatan minat belajar, kreativitas, serta pengembangan potensi diri. Dalam pelaksanaannya, digunakan pendekatan Community Organization and Community Development (COCD) dengan model intervensi pendidikan komunitas. Pendekatan ini berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan kapasitas, partisipasi, dan pemanfaatan sumber daya yang tersedia untuk mencapai perubahan sosial.

Menurut Weil, Reisch, dan Ohmer (2013), praktik pekerjaan sosial komunitas (community practice) merupakan proses yang melibatkan masyarakat dalam menciptakan perubahan sosial, meningkatkan kapasitas komunitas, serta memperkuat akses terhadap berbagai sumber daya yang dibutuhkan. Dalam pelaksanaannya, proses intervensi komunitas dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu sebagai berikut:

1. Engagement (Keterlibatan)

Dalam tahapan ini, pekerja sosial bersama Human Initiative berdiskusi dan melakukan audiensi bersama Pelindo untuk menyamakan pandangan dalam rancangan program. Program ditujukan untuk kawasan Regional 1 perusahaan, sebagai bentuk tanggung jawab dalam memberi manfaat kepada masyarakat sekitar.

2. Assessment (Asesmen Komunitas)

Pada tahap ini dilakukan identifikasi terhadap kebutuhan, masalah, kekuatan, peluang, dan sumber daya yang dimiliki komunitas. Lembaga menemukan bahwa rendahnya minat membaca di daerah Belawan, angka putus sekolah yang masih tinggi, yang didapatkan dari Dinas Pendidikan. Berdasarkan data tersebut, kemudian dilakukan diskusi bersama stakeholder mulai dari kecamatan dan kelurahan, serta mapping wilayah dan potensi yang bisa dikembangkan. Dipetakan juga jumlah masyarakat, jumlah sekolah, dan anak-anak berdasarkan wilayah yang ada. Dari proses asesmen, kelurahan Secanang terpilih sebagai tempat pelaksanaan dengan alasan belum tersedia program belajar nonformal dibandingkan dengan kelurahan lain.

3. Planning (Perencanaan)

Berdasarkan hasil asesmen, praktikan melalui Human Initiative bersama masyarakat untuk merumuskan tujuan, menentukan prioritas kebutuhan, menyusun strategi, serta rencana kegiatan yang akan dilaksanakan untuk mencapai perubahan yang diharapkan. Dengan mempertimbangkan jumlah dana oleh perusahaan, tempat pelaksanaan dipilih bangunan yang sudah lebih dulu menjadi tempat belajar, yaitu PAUD di samping Kantor Lurah Secanang. Kemudian, satu bulan setelah asesmen dilakukan tandatangan kontrak yang berjalan selama satu tahun.

4. Organizing and Mobilizing (Pengorganisasian dan Mobilisasi)

Tahap ini berfokus pada pengembangan partisipasi masyarakat, pembentukan kelompok atau organisasi komunitas, serta mobilisasi sumber daya yang diperlukan untuk menjalankan program. Setelah berjalannya kontrak, maka dilaksanakan launching program dengan pemberian bantuan paket sekolah untuk 50 anak dhuafa, mencari tenaga pengajar yang dibantu oleh mitra kelurahan, dan dibuka pendaftaran bagi siswa.

5. Implementation (Pelaksanaan)

Pelaksanaan secara efektif berjalan satu bulan setelah pendaftaran siswa. Program belajar terdiri dari kegiatan 10-15 menit baca buku, refleksi bacaan, mata pelajaran umum (Matematika, Bahasa Inggris, IPA, IPS, Agama), dan diskusi tugas sekolah umum. Kegiatan tersebut dilakukan tiga kali seminggu (Senin, Rabu, Jumat) dan di luar hari itu dilakukan juga kegiatan refreshing seperti senam dan seminar parenting bagi orang tua. Dalam hal ini, pekerja sosial juga turut membantu guru sebagai fasilitator dalam kegiatan belajar.

6. Evaluation (Evaluasi)

Tahap ini membantu mengidentifikasi pencapaian tujuan, hambatan yang dihadapi, serta pelajaran yang dapat digunakan untuk pengembangan program di masa mendatang. Evaluasi program dilakukan dengan laporan belajar tiap semester (6 bulan) yang dapat dievaluasi bersama orang tua. Dari laporan tiap penerima manfaat, maka dilihat perlu kegiatan tambahan seperti lomba minat bakat dan pemeriksaan kesehatan bagi anak.

7. Sustainability and Termination (Keberlanjutan dan Terminasi)

Pekerja sosial secara bertahap mengurangi keterlibatannya sambil memperkuat kapasitas komunitas agar program dapat terus berjalan setelah pendampingan berakhir. Hingga saat ini, program masih berjalan dan terus berlangsung selama satu tahun. Terminasi secara individual dilakukan oleh pekerja sosial bersama salah satu anak yang menjadi klien dan tenaga pengajar.

Hasil praktik menunjukkan adanya perubahan pada aspek minat belajar bahasa Inggris yang ditandai dengan peningkatan laporan bulanan. Praktikan berharap intervensi yang dilakukan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi klien (penerima manfaat) dalam meningkatkan keberfungsian sosial dan kesejahteraan mereka.

Praktikan mengucapkan terima kasih kepada dosen pengampu mata kuliah, Fajar Utama Ritonga, S.Sos., M.Kesos., yang telah memberi arahan dan bimbingan selama pelaksanaan praktikum, dosen supervisor, Randa Putra Kasea Sinaga, S.Sos., M.Kesos., yang telah memberikan saran dan evaluasi selama proses praktikum. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada jajaran pimpinan dan staf Human Initiative Sumatera Utara, terkhusus supervisor lembaga, Muhammad Iqbal, S.E., serta Rumah Literasi Secanang, yang telah memberi kesempatan, dukungan, serta pengalaman berharga selama pelaksanaan praktikum. Semoga kerja sama dan kontribusi yang telah dilakukan dapat memberikan manfaat bagi anak-anak di kawasan pesisir Secanang.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *