google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Peringatan Harlah Pancasila, Matthew Diemas: Pancasila Harus Menjadi Benteng Generasi Muda di Era Disrupsi Digital

  • Bagikan
banner 468x60

Kab Langkat, iKoneksi.com – Momentum Hari Lahir Pancasila menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen bangsa untuk terus menjaga nilai-nilai kebangsaan di tengah derasnya perubahan zaman. Tokoh Pemuda Kabupaten Langkat, Matthew Diemas Bastanta, menilai generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan semangat persatuan, gotong royong, dan nasionalisme yang diwariskan para pendiri bangsa.

Menurut Matthew, Indonesia dibangun di atas fondasi keberagaman yang dipersatukan oleh Pancasila. Karena itu, nilai-nilai tersebut harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman yang semakin cepat. Ia mengingatkan generasi muda saat ini hidup di tengah era disrupsi yang ditandai oleh kemajuan teknologi, perubahan sosial yang dinamis, serta arus informasi yang bergerak tanpa batas.

“Di tengah perkembangan zaman yang begitu cepat, generasi muda jangan sampai melupakan jati dirinya sebagai bangsa Indonesia. Nilai-nilai kebangsaan harus tetap menjadi pegangan dalam menghadapi berbagai perubahan yang terjadi saat ini,” tutur bendahara PDI Perjuangan Kabupaten Langkat itu.

Pancasila Harus Hidup dalam Kehidupan Sehari-hari

Sebagai tokoh pemuda dan kader PDI Perjuangan, Matthew menegaskan Pancasila tidak boleh dipandang sekadar simbol negara atau hanya diingat saat peringatan seremonial. Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang hadir dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

“Implementasi tersebut dapat dimulai dari hal-hal sederhana seperti menghargai perbedaan, menjaga toleransi, memperkuat semangat gotong royong, peduli terhadap lingkungan, membantu sesama, serta memberikan perhatian kepada masyarakat yang membutuhkan,” terang dia.

“Pancasila harus dihidupkan dan diamalkan. Jika nilai-nilai itu terus dijaga oleh generasi muda, saya optimistis Indonesia akan memiliki Generasi Emas yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki karakter dan moral yang kuat,” sebutnya.

Hoaks dan Polarisasi Jadi Tantangan Baru

Matthew menilai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini jauh berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Perkembangan teknologi digital, media sosial, hingga kecerdasan buatan telah membawa banyak manfaat, namun juga menghadirkan berbagai risiko yang harus diantisipasi.

“Salah satu ancaman yang kini semakin nyata adalah penyebaran hoaks, ujaran kebencian, disinformasi, serta berbagai konten yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa,” bebernya.

Menurutnya, kondisi tersebut menuntut generasi muda memiliki kemampuan berpikir kritis agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar.

“Anak-anak muda harus memiliki kesadaran kebangsaan yang kuat agar mampu menyaring informasi secara bijak dan tidak mudah terprovokasi oleh konten yang dapat merusak persatuan,” lugasnya.

Pancasila Jadi Kompas Menuju Indonesia Emas

Matthew menekankan di tengah derasnya arus digitalisasi, nilai-nilai Pancasila justru semakin relevan untuk dijadikan pedoman dalam bersikap, berpikir, dan bertindak. Nilai persatuan, toleransi, gotong royong, penghormatan terhadap keberagaman, serta rasa tanggung jawab sosial dinilai menjadi benteng penting bagi generasi muda dalam menghadapi berbagai pengaruh negatif.

“Karena itu, penguatan nilai-nilai Pancasila tidak boleh berhenti pada tataran teori, tetapi harus terus diimplementasikan dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, hingga masyarakat. Dengan persatuan, gotong royong, dan pengamalan nilai-nilai Pancasila, saya yakin cita-cita menuju Indonesia Emas dapat terwujud. Generasi muda harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa kehilangan karakter kebangsaan dan tanggung jawab untuk menjaga keutuhan bangsa,” tandas Matthew.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *