google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Studentpreneur Bootcamp 2026 Resmi Dibuka, Mentan Amran Soroti Pentingnya Hilirisasi

  • Bagikan
Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman dan rektor Universitas Muhammadiyah Malang dalam pembukaan Studentpreneur Bootcamp 2026 yang digelar Muhammadiyah Center for Entrepreneurship and Business Incubator (MCEBI) Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah di Hall GKB IV Lantai 9 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jumat (17/7/2026)(Aisyah Dyah Novayanti Suep/iKonelsi.com)
banner 468x60
Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman dan rektor Universitas Muhammadiyah Malang dalam pembukaan Studentpreneur Bootcamp 2026 yang digelar Muhammadiyah Center for Entrepreneurship and Business Incubator (MCEBI) Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Hall GKB IV Lantai 9 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jumat (17/7/2026)(Aisyah Dyah Novayanti Suep/iKonelsi.com)

Kota Malang, ikoneksi.com – Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman mengajak mahasiswa Muhammadiyah se-Indonesia untuk terlibat dalam pengembangan hilirisasi sektor pangan guna menciptakan nilai tambah ekonomi. Ajakan tersebut disampaikan saat membuka Studentpreneur Bootcamp 2026 yang digelar Muhammadiyah Center for Entrepreneurship and Business Incubator (MCEBI) Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Hall GKB IV Lantai 9 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jumat (17/7/2026).

Kegiatan bertema “Entrepreneurial Mindset and Business Networking, Strategi Mengelola Bisnis Berkelanjutan” itu diikuti puluhan mahasiswa wirausaha dari berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) di Indonesia. Acara menghadirkan Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman, Rektor UMM Nazaruddin Malik, serta Ketua Umum MCEBI Endang Rudiatin.

Dalam keterangannya usai acara, Amran menilai potensi mahasiswa Muhammadiyah sangat besar untuk mendukung pengembangan sektor pangan nasional, khususnya melalui inovasi hilirisasi.

“Mahasiswa Muhammadiyah se-Indonesia ada satu juta. Kalau ini kita ajak bergerak bersama-sama menemukan hal-hal baru, khususnya di bidang hilirisasi, itu luar biasa,” kata Amran.

Menurutnya, hilirisasi menjadi kunci untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian. Ia menilai banyak mahasiswa dan pelaku usaha muda yang telah menunjukkan kreativitas dalam mengembangkan produk berbasis hasil pertanian.

“Kami melihat sangat kreatif dan membanggakan. Banyak pengusaha-pengusaha muda ternyata yang muncul dari Universitas Muhammadiyah Malang,” ujarnya.

Amran juga menyatakan kesiapan Kementerian Pertanian untuk menjalin kerja sama dengan UMM maupun jaringan PTMA. Bahkan, ia meminta jajarannya segera menindaklanjuti kolaborasi melalui penandatanganan nota kesepahaman.

“Insyaallah kita akan kolaborasi. Kami minta tadi Dirjen langsung tanda tangan MoU. Ini sangat bagus,” katanya.

Sementara itu, Rektor UMM Nazaruddin Malik mengatakan program bootcamp menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah menyiapkan generasi entrepreneur yang mampu menjawab tantangan bangsa, terutama di sektor pangan dan energi.

Menurutnya, pengembangan kewirausahaan tidak hanya berhenti pada aspek bisnis, tetapi juga harus didukung riset dan hilirisasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Yang paling penting adalah menentukan komitmen kebangsaan kita untuk melahirkan kader-kader baru, pejuang-pejuang di bidang entrepreneur, khususnya yang berbasis ketahanan pangan dan energi,” ujar Nazaruddin dalam sambutannya.

Ia menjelaskan UMM selama ini terus mengembangkan riset di bidang pertanian dan pangan, termasuk mengoptimalkan lahan pertanian yang dimiliki kampus sebagai bagian dari proses hilirisasi produk.

“UMM terus mendalami pengembangan dari hulu melalui riset di sektor pertanian dan pangan sampai kepada upaya hilirisasi produk untuk meningkatkan dampak kepada masyarakat,” katanya.

Di sisi lain, Ketua Umum MCEBI Endang Rudiatin menyebut Studentpreneur Bootcamp 2026 merupakan penyelenggaraan keempat sejak program tersebut diluncurkan. Kegiatan ini dirancang untuk mencetak wirausahawan muda yang tidak hanya unggul secara bisnis, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan.

“Mereka ini para entrepreneur yang sedang kami kader untuk menjadi entrepreneur yang handal, namun tetap beretika dan memperhatikan keberlangsungan alam semesta,” ujarnya.

Ia menjelaskan konsep yang diusung MCEBI adalah melahirkan ecopreneur dan muslim technopreneur yang berlandaskan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Tahun ini, sebanyak 35 PTMA mengikuti bootcamp dengan tujuh kategori kompetisi, termasuk bidang pangan.

Menurut Endang, selama lima tahun berdiri, MCEBI telah melahirkan hampir 200 alumni dari program Studentpreneur Bootcamp. Ke depan, pihaknya berharap sinergi dengan Kementerian Pertanian dapat memperkuat keterhubungan antara petani milenial dan mahasiswa wirausaha.

“Kami berharap antara petani milenial dan student entrepreneur bisa dikombinasikan menjadi satu model sehingga antara hulu dan hilir bisa dirangkul bersama,” pungkasnya.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *