google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Hujan Deras Picu Longsor Besar, Dua Mobil Tertimbun di Jalur Wisata Pacet-Cangar

  • Bagikan
banner 468x60

Kab Mojokerto, iKoneksi.com — Bencana tanah longsor kembali mengguncang jalur pegunungan Pacet-Cangar, Mojokerto, Kamis (3/4/2025). Kali ini, musibah terjadi di kawasan yang tak jauh dari destinasi wisata Air Terjun Watu Lumpang, Desa/Kecamatan Pacet. Longsoran besar berupa tanah dan batu menghantam ruas jalan sekitar pukul 11.30 WIB, saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Tragedi tersebut langsung menimbulkan kepanikan karena dua mobil dilaporkan tertimbun material longsor. Salah satunya adalah kendaraan pikap, sementara jenis kendaraan kedua masih belum bisa dipastikan karena tertutup material longsor. Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian soal kondisi para penumpang di dalam kendaraan tersebut.

“Lokasinya tepat sebelum area wisata Watu Lumpang. Terdapat korban kendaraan, yakni satu mobil pikap dan satu lagi belum bisa diidentifikasi jenisnya,” kata Abdul Khakim, Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Kabupaten Mojokerto.

Sontak, jalur alternatif Pacet–Batu yang menghubungkan Mojokerto dengan Kota Wisata Batu langsung ditutup dari dua arah. Keputusan ini diambil demi mencegah risiko jatuhnya korban berikutnya, mengingat curah hujan yang masih tinggi dan potensi longsor susulan yang sangat besar.

“Tim gabungan dari BPBD Kabupaten Mojokerto, Basarnas, relawan, serta Dinas PUPR dari Mojokerto dan Kota Batu langsung diterjunkan ke lokasi. Dua alat berat juga dikerahkan untuk mempercepat proses evakuasi, yang terhambat oleh derasnya hujan dan material longsor yang menumpuk setinggi hampir dua meter,” tutur Abdul.

Kondisi medan yang terjal dan licin memperlambat upaya evakuasi. Selain itu, lebar longsoran yang mencapai puluhan meter membuat proses pembersihan memerlukan waktu lebih lama. Petugas dan relawan harus berhati-hati, karena setiap saat longsor susulan bisa saja terjadi akibat tanah yang belum sepenuhnya stabil.

Salah seorang warga sekitar, Joko, mengaku mendengar suara gemuruh keras sebelum longsoran terjadi.

“Seperti suara truk jatuh. Begitu saya keluar rumah, tanah dan batu sudah menutup jalan. Beberapa orang teriak-teriak, katanya ada mobil tertimbun,” ujarnya.

Peristiwa ini menjadi peringatan keras terhadap potensi bencana di jalur Pacet-Cangar yang dikenal rawan longsor, terlebih di musim penghujan. Jalur ini memang populer digunakan sebagai rute alternatif menuju kawasan wisata Batu dan Malang, namun juga dikenal ekstrem karena banyak tebing curam di sisi jalan.

Abdul menghimbau agar masyarakat dan wisatawan untuk sementara menghindari jalur tersebut hingga situasi benar-benar aman.

“Kami imbau untuk tidak memaksakan diri melintasi jalur Pacet-Cangar. Masih sangat berisiko,” tegas Abdul.

Hingga sore hari, tim SAR gabungan masih berjibaku melakukan proses pencarian dan evakuasi terhadap korban maupun kendaraan yang tertimbun. Situasi semakin menantang karena hujan belum juga reda.

“Kejadian ini menambah daftar panjang bencana longsor yang menimpa kawasan pegunungan di Jawa Timur. Diperlukan evaluasi menyeluruh terhadap infrastruktur dan sistem peringatan dini di jalur rawan bencana agar kejadian serupa tak terus terulang. Terlebih, kawasan seperti Pacet-Cangar tak hanya dilintasi warga lokal, tetapi juga menjadi akses utama bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam Anjasmoro,” tukas Abdul. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *