google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Aset Perbankan OJK Malang Naik Jadi Rp188,65 Triliun

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com– Stabilitas sektor jasa keuangan (SJK) di wilayah kerja Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang tetap terjaga hingga Mei 2026 di tengah ketidakpastian geopolitik dan tekanan inflasi global. Hal itu tercermin dari pertumbuhan aset perbankan yang mencapai Rp.188,65 triliun atau naik 7,45 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, penyaluran kredit meningkat 3,41 persen menjadi Rp.110,79 triliun dan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 4,24 persen menjadi Rp.105,45 triliun.

Pertumbuhan kredit kali ini terutama ditopang kredit investasi yang naik 6,24 persen secara tahunan. Adapun kredit modal kerja meningkat 4,84 persen, sedangkan kredit konsumsi tumbuh 0,47 persen. Di sisi lain, kualitas kredit masih terjaga dengan rasio Non Performing Loan (NPL) sebesar 3,12 persen. Penyaluran kredit terbesar masih mengalir ke sektor rumah tangga dengan porsi 29,55 persen, disusul sektor perdagangan besar dan eceran serta reparasi kendaraan bermotor sebesar 18,82 persen, dan industri pengolahan sebesar 18,37 persen.

“Kinerja intermediasi perbankan stabil dengan profil risiko yang terjaga. Pada Mei 2026, kredit tumbuh 3,41 persen secara year on year menjadi Rp.110,79 triliun. Aset perbankan juga tumbuh 7,45 persen menjadi Rp.188,65 triliun,” ujar Farid Faletehan, Kepala Kantor OJK Kota Malang.

Selain menjaga stabilitas perbankan, OJK juga terus memperkuat pengawasan terhadap aktivitas perjudian daring. Hingga Mei 2026, OJK telah meminta perbankan melakukan enhanced due diligence (EDD) maupun pemblokiran terhadap sekitar 36.191 rekening yang terindikasi terkait perjudian online berdasarkan data dari Kementerian Komunikasi dan Digital. Langkah tersebut diperluas dengan penutupan rekening yang memiliki kesesuaian Nomor Induk Kependudukan (NIK) milik pihak-pihak yang terindikasi.

Di bidang edukasi dan pelindungan konsumen, OJK Malang telah menyelenggarakan 79 kegiatan literasi keuangan yang diikuti 88.656 peserta sejak awal tahun hingga akhir Juni 2026. Selain itu, OJK menerima 1.691 permintaan layanan konsumen, yang mayoritas berkaitan dengan industri keuangan nonbank, perbankan, dan aktivitas keuangan ilegal. Hingga akhir Mei 2026, OJK juga memproses 6.236 permintaan informasi debitur melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).

“Sejak 1 Januari sampai 31 Mei 2026, OJK Malang telah melaksanakan 79 kegiatan edukasi keuangan dengan total 88.656 peserta serta menerima 1.691 permintaan layanan konsumen,” pungkasnya

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *