google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Ahmad Ali Panaskan Rivalitas PSI dan Nasdem Jelang Pemilu

  • Bagikan
Ketua Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia Ahmad Ali menyampikan pidato politiknya setelah dilantik sebagai jajaran Pengurus DPP PSI periode 2025-2030 di Jakarta, 26 September 2025. Tempo/Ilham Balindra
banner 468x60

Jakarta, iKoneksi.com – Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ahmad Ali, kembali menjadi sorotan usai pernyataan tegas yang ia lontarkan dalam pra-rapat kerja wilayah (pra-rakerwil) PSI Jawa Barat di Purwakarta, Jumat (14/11/2025). Di hadapan para kader, Ali menegaskan PSI harus menang melawan mantan partainya, Nasdem, pada Pemilu mendatang. Sikapnya yang blak-blakan ini langsung menyulut perhatian publik, mengingat rekam jejaknya sebagai salah satu elite Nasdem sebelum bergabung dengan PSI.

Penegasan Misi: PSI Harus Mengalahkan Nasdem

Dalam konfirmasinya, Ahmad Ali tak sekadar membangkitkan semangat kader ia menyatakan dengan jelas bahwa dirinya memiliki kepentingan pribadi dalam memenangkan PSI atas Nasdem.

“Siap bertanding. Dan saya harus memenangkan. PSI harus menang dari Nasdem, se-Indonesia,” kata Ali lantang.

Ia menambahkan, kekalahan PSI dari Nasdem akan menjadi kerugian besar baginya secara pribadi dan politis.

“Saya pasti orang yang paling merugi kalau ketika saya kalah dari Nasdem,” lugasnya.

Pernyataan ini tidak hanya menunjukkan tekad Ali, tetapi juga menegaskan bahwa perpindahannya dari Nasdem ke PSI bukan sekadar langkah politis biasa. Dalam konteks ini, Ali ingin memastikan bahwa langkah hijrahnya terbukti strategis, bukan sekadar perpindahan kursi.

Pra-Rakerwil PSI Jawa Barat: Arena Membangun Semangat Rivalitas

Ali menekankan forum pra-rakerwil bukan hanya ajang konsolidasi, tetapi tempat menanamkan mental tanding kepada seluruh kader PSI di berbagai daerah. Ia menyebut kegiatan ini harus diterjemahkan sebagai sinyal rivalitas politik yang nyata, terutama dengan Nasdem.

Menurutnya, kader PSI harus disuntik motivasi agar mampu keluar dari stigma “partai kecil” dan mengubahnya menjadi kekuatan yang mampu bersaing di tingkat nasional.

“Ini harus diterjemahkan sebagai satu rivalitas politik. Jadi memotivasi kader,” sebut Ali.

Pernyataan Ali memperjelas bahwa PSI tengah membangun strategi agresif untuk merebut ceruk pemilih, terutama di wilayah yang secara tradisional menjadi basis suara Nasdem.

Relasi Personal dengan Saan Mustopa: Antara Persaudaraan dan Pertarungan

Di tengah pernyataan politiknya yang tegas, Ali sempat menyinggung sosok Saan Mustopa, Wakil Ketua Umum Partai Nasdem, yang sudah ia anggap sebagai adik sendiri. Ia menyebut Saan sebagai orang yang mengajaknya masuk ke Nasdem di masa lalu.

“Saan Mustopa itu kan adik saya. Yang ngajak dia masuk Nasdem itu saya. Terus kemudian waktu itu saya bangga dia menggantikan saya sebagai wakil ketua umum,” jelas Ali.

Namun, Ali juga menempatkan hubungan personal tersebut dalam konteks realitas politik. Ia menegaskan dengan gamblang bahwa persahabatan tidak berlaku dalam arena pertarungan kekuasaan.

“Tapi kan dalam politik tidak ada persahabatan, yang ada saling ‘membunuh,” ucapnya

Ucapan ini menggambarkan kerasnya kompetisi antar partai dan semakin mempertegas tekadnya untuk menjadikan Nasdem sebagai lawan utama PSI pada pemilu mendatang. Ali seolah ingin menegaskan bahwa kedekatan emosional tidak boleh mengaburkan kepentingan politik.

Strategi PSI: Target Menang atas Nasdem di Seluruh Indonesia

Setelah hijrah ke PSI dan menduduki posisi strategis sebagai Ketua Harian, Ali tampaknya mulai menyusun arah baru bagi partai tersebut. Salah satu target besarnya adalah membuat PSI mengungguli Nasdem dalam perolehan suara nasional—ambisi besar yang tercermin dari gaya komunikasinya yang lugas dan provokatif.

Bagi Ali, kompetisi dengan Nasdem adalah simbol pertarungan ideologi sekaligus pembuktian kapasitas PSI sebagai partai muda yang ingin naik kelas. Dengan menempatkan Nasdem sebagai rival langsung, Ali ingin menarik garis pembeda yang lebih jelas antara PSI masa kini dan Nasdem yang pernah ia tinggalkan.

Selain itu, pernyataan Ali menyebutkan PSI tidak hanya mengejar perolehan suara untuk masuk parlemen, tetapi juga siap menciptakan peta persaingan yang lebih tajam dalam kontestasi partai politik.

PSI Memasuki Babak Baru Rivalitas Politik

Pernyataan Ahmad Ali menandai perubahan besar dalam strategi komunikasi dan positioning PSI menjelang Pemilu. Dengan menjadikan Nasdem sebagai target kompetitif utama, Ali berusaha membangun narasi rivalitas yang kuat sekaligus memotivasi kader untuk bekerja lebih keras.

Namun, langkah ini juga menimbulkan pertanyaan besar di kalangan pengamat “politik: apakah rivalitas personal ini akan mengangkat PSI menuju fase baru, atau justru memicu konflik terbuka yang melebar ke ranah politik nasional?

Yang jelas, pernyataan Ali telah membuka babak baru dalam persaingan antarpartai, sekaligus mempertegas bahwa di dunia politik, hubungan personal tak selalu sejalan dengan arah pertarungan.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *