google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Ahmad Basarah Ajak Generasi Muda Jadi Benteng Ideologi di Era Digital

  • Bagikan
banner 468x60

Kab Malang, iKoneksi.com — Di tengah derasnya arus globalisasi dan gelombang disrupsi digital yang mengubah cara hidup masyarakat, Ketua Fraksi PDI Perjuangan MPR RI Dr. Ahmad Basarah kembali menyerukan pentingnya meneguhkan jati diri bangsa melalui Sosialisasi Empat Pilar MPR RI. Kegiatan bertema “Meneguhkan Nilai-Nilai Empat Pilar MPR RI di Era Disrupsi Digital” ini digelar di Pendopo Aspirasi Dr. Ahmad Basarah, Kota Malang, pada Selasa (15/10/2025) sore, dan dihadiri oleh ratusan mahasiswa, tokoh pemuda, serta masyarakat umum.

Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Dari awal hingga akhir, Basarah tak hanya berbicara sebagai pejabat negara, tetapi juga sebagai pendidik bangsa yang mengajak peserta untuk merenungkan kembali makna kebangsaan di tengah tantangan zaman modern.

Benteng Ideologi di Tengah Disrupsi

Dalam sambutannya, Ahmad Basarah menegaskan bahwa generasi muda adalah benteng terakhir ideologi Pancasila. Ia menilai bahwa tantangan ideologis masa kini jauh lebih kompleks dibandingkan masa lalu. Jika dahulu ancaman datang dari senjata dan penjajahan fisik, maka kini ancaman justru hadir dalam bentuk perang narasi, misinformasi, dan infiltrasi ideologi melalui ruang digital.

“Ketika ruang digital dipenuhi oleh narasi yang memecah belah bangsa, maka semangat Empat Pilar MPR RI harus menjadi panduan utama agar Indonesia tidak kehilangan arah dan jati dirinya,” kata Basarah tegas disambut tepuk tangan peserta.

Ia menjelaskan bahwa Empat Pilar MPR RI Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika bukan sekadar dokumen normatif, tetapi fondasi moral dan ideologis yang harus dihayati dalam kehidupan sehari-hari.

“Pancasila bukan hanya hafalan, tapi pedoman hidup. Ia harus hadir dalam cara kita berpikir, bertindak, dan berinteraksi di ruang publik maupun digital,” tuturnya.

Generasi Muda dan Tantangan Zaman

Ahmad Basarah secara khusus menyoroti generasi muda Indonesia yang kini tumbuh dalam ekosistem digital yang terbuka dan serba cepat. Di satu sisi, mereka memiliki keunggulan dalam hal akses informasi dan kreativitas. Namun di sisi lain, terbuka pula potensi terpapar arus ideologi transnasional yang dapat mengikis nasionalisme dan rasa kebangsaan.

“Generasi muda harus menjadi pengguna aktif yang cerdas, bukan korban pasif arus digital. Jangan biarkan ruang digital kita dikuasai oleh hoaks, ujaran kebencian, atau propaganda yang bertentangan dengan nilai-nilai bangsa,” tegas Basarah.

Ia menambahkan, penting bagi kaum muda untuk menjadikan nilai-nilai Empat Pilar sebagai kompas moral dan etika di dunia maya.

“Dalam konteks globalisasi, cinta tanah air bukan berarti menutup diri dari kemajuan dunia, melainkan tetap berpijak pada akar budaya dan ideologi bangsa,” jelasnya.

Dialog Ideologis yang Hangat dan Reflektif

Setelah pemaparan materi utama, kegiatan berlanjut dengan sesi tanya jawab dan diskusi interaktif. Para peserta, terutama mahasiswa, antusias mengajukan pertanyaan seputar implementasi nilai Pancasila dalam dunia digital dan strategi membendung infiltrasi ideologi ekstrem di media sosial.

Basarah menjawab dengan lugas dan reflektif, menekankan bahwa tugas menjaga ideologi bukan hanya tanggung jawab MPR atau pemerintah, tetapi seluruh warga negara. Ia juga menyinggung pentingnya literasi digital dan pembentukan karakter di lingkungan pendidikan agar generasi muda tidak mudah terpengaruh oleh arus informasi negatif.

“Indonesia butuh pemuda yang berani berpikir kritis, namun tetap berpijak pada nilai kebangsaan. Jangan sampai teknologi menjauhkan kita dari kemanusiaan dan keindonesiaan,” terangnya.

Pendopo Aspirasi, Ruang Edukasi Ideologi Bangsa

Acara diakhiri dengan pembacaan deklarasi kebangsaan oleh perwakilan peserta, yang berisi komitmen untuk menegakkan dan mengamalkan nilai-nilai Empat Pilar MPR RI dalam kehidupan sehari-hari. Dr. Ahmad Basarah kemudian menutup kegiatan dengan ajakan moral agar generasi muda menjadi pelopor persatuan dan penjaga nilai-nilai Pancasila.

Ia berharap Pendopo Aspirasi Ahmad Basarah di Malang dapat menjadi ruang edukatif dan inspiratif bagi masyarakat dalam membumikan nilai-nilai kebangsaan di tengah derasnya perubahan zaman.

“Dari tempat ini, mari kita bangun kembali semangat kebangsaan yang kokoh, bukan hanya di dunia nyata, tetapi juga di dunia digital,” pungkasnya. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *