google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Alfi Nurhidayat Ajak Wisudawan Siap Hadapi Dunia Kerja

  • Bagikan
banner 468x60

Kab Malang, iKoneksi.com – Wisuda Ke-120 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Kamis (27/11/2025) berlangsung penuh haru dan motivasi. Momen puncak terjadi ketika Ir. Alfi Nurhidayat, Kepala Dinas PUPR Kota Batu sekaligus alumnus UMM, menyampaikan pidato yang sarat pesan keteguhan bagi ribuan wisudawan.

Dalam sambutannya, Alfi mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada UMM atas peran besar kampus dalam perjalanan hidup dan kariernya. Ia menekankan hubungan antaralumni harus dijaga sebagai bentuk kontribusi berkelanjutan bagi kampus dan masyarakat. Menurutnya, para lulusan hari ini akan segera memasuki dunia kerja yang keras dan tidak selalu memberi ruang nyaman. Namun, ia optimistis bekal akademik dan pengalaman dari UMM menjadi modal kuat untuk menghadapi berbagai ujian.

“Saya yakin semua wisudawan dan wisudawati bisa melampaui setiap tantangan dan meraih sukses,” ujarnya di hadapan para lulusan.

Ia juga memberikan ucapan selamat kepada para orang tua yang turut berjuang mendampingi putra-putrinya hingga meraih gelar akademik. Alfi berpesan perjalanan hidup tidak memiliki garis akhir setiap capaian hanyalah jeda sebelum langkah baru dimulai. Hidup, katanya, selalu bergerak, dan para wisudawan harus tumbuh seiring dinamika itu.

Apresiasi serupa disampaikan Prof. Dr. Thohir Luth, M.A., Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur. Ia menilai UMM terus menunjukkan spirit jihad fisabilillah melalui kerja keras, kerja cerdas, serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan global. Thohir menyampaikan kebanggaan mendalam kepada orang tua yang mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada UMM hingga mereka ditempa menjadi intelektual berilmu dan berakhlak.

Meski demikian, Thohir mengingatkan bahwa setelah wisuda, para lulusan memasuki wilayah baru yang ia sebut sebagai “kampus tanpa tembok”.

“Dunia nyata, tidak memberikan pola tetap rintangannya datang tak terduga,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya menjaga integritas, martabat diri, serta menjadi pribadi shaleh dan shalehah yang membanggakan keluarga, bangsa, dan negara.

Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., turut menguatkan pesan tersebut dengan ajakan agar wisuda dijadikan momentum refleksi. Menurutnya, gelar bukanlah ukuran kehidupan, melainkan kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. Sekecil apa pun kontribusi itu, yang terpenting adalah manfaatnya.

Ia juga menegaskan pentingnya profesionalitas dan kemampuan membawa diri di tengah masyarakat yang dinamis. Dalam pidatonya, Nazaruddin mengutip kalimat terkenal dari CEO Intel Corporation, Andrew Grove: Only paranoid survive. Pesan tersebut, katanya, bukan ajakan untuk hidup dalam ketakutan, tetapi dorongan agar setiap lulusan selalu mawas diri, cepat beradaptasi, dan terus memperbaiki kekurangan demi menjaga amanah publik.

Rektor menutup pesannya dengan menekankan kualitas ibadah merupakan fondasi utama untuk menjaga integritas dan arah hidup. Menurutnya, profesionalitas tanpa spiritualitas akan kehilangan pijakan, sementara spiritualitas tanpa kontribusi tidak memberi dampak bagi masyarakat.

“Wisuda Ke-120 UMM pun menjadi penanda awal perjuangan baru bagi para lulusan, yang kini dituntut membawa ilmu, akhlak, dan integritas ke medan pengabdian yang sesungguhnya,” pungkas Nazaruddin.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *