google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Alvian, Remaja SMP Hanyut di Brantas Masih Dicari

  • Bagikan
banner 468x60

Kab Malang, iKoneksi.com – Upaya pencarian korban hanyut di Sungai Brantas, Desa Jenggolo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, kembali berlanjut pada hari kedua, Selasa (2/12/2025). Hingga pukul 17.30 WIB, remaja bernama Alvian Abdi Prasetya (15) masih belum ditemukan meski penyisiran dilakukan sejak pagi oleh tim gabungan BPBD, SAR, relawan, serta masyarakat setempat.

Peristiwa nahas itu terjadi pada Senin (1/12/2025) sekitar pukul 15.00 WIB. Alvian, siswa kelas 9 SMPN 5 Kepanjen, dilaporkan terpleset dan jatuh ke aliran Sungai Brantas di sisi selatan Bendungan Sengguruh, tepatnya di koordinat (-8.1797371, 112.5419267). Saat kejadian, ia tengah berada di tepi sungai bersama satu temannya. Kedalaman sungai di titik itu mencapai sekitar 8 meter, dengan arus yang dikenal kuat.

Sejak laporan diterima, tim Pusdalops BPBD Kabupaten Malang bersama perangkat desa dan relawan langsung melakukan pencarian. Namun hingga hari ini, hasilnya masih nihil.

“Pencarian terkendala cuaca hujan dan debit air yang naik. Korban masih belum ditemukan di hari kedua ini. Dengan mempertimbangkan kondisi dan situasi, pencarian akan dilanjutkan kembali besok,” demikian laporan resmi Pusdalops BPBD Kabupaten Malang pada Selasa petang.

Kondisi cuaca yang tidak bersahabat membuat aliran Sungai Brantas lebih deras dari biasanya. Arus keruh dan kuat menyulitkan tim dalam melakukan manuver perahu maupun penyelaman. Kendati begitu, operasi pencarian akan diperluas. Koordinasi dengan Unit SAR Malang Raya telah dilakukan, dan besok tim berencana menerjunkan empat perahu LCR (Landing Craft Rubber) untuk manuver di sungai serta memperluas penyisiran jalur darat di sepanjang bantaran Brantas.

Di sisi lain, suasana duka terasa di SMPN 5 Kepanjen. Sejumlah guru dan siswa menggelar doa bersama pada Selasa pagi, berharap Alvian segera ditemukan dalam keadaan apa pun. Pihak sekolah juga berkomunikasi dengan keluarga korban serta pihak berwenang untuk mendapatkan perkembangan terbaru dari lapangan.

Sejumlah warga Jenggolo yang sejak kemarin ikut membantu pencarian mengaku khawatir karena kondisi sungai yang semakin tidak stabil akibat hujan. Meski demikian, mereka tetap standby di beberapa titik guna mendukung upaya tim SAR.

Hingga berita ini diturunkan, operasi SAR masih terfokus pada tiga sektor utama: lokasi korban jatuh, radius beberapa kilometer ke arah hilir, serta area penyisiran darat yang dianggap berpotensi menjadi tempat korban terbawa arus. Seluruh unsur yang terlibat berharap hambatan cuaca dapat mereda sehingga pencarian bisa dilakukan secara maksimal.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *