google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Banguntapan Jadi Laboratorium Moderasi Beragama di Yogyakarta

  • Bagikan
banner 468x60

Yogyakarta, iKoneksi.com – Sebuah inisiatif penting lahir dari Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada 25 Juni 2025, Kalurahan Banguntapan, Kabupaten Bantul, ditetapkan sebagai tuan rumah acara penelitian mengenai Kampung Moderasi Beragama. Agenda ini bukan sekadar kajian akademis, melainkan langkah konkret untuk menggali dan mengidentifikasi pola penguatan toleransi beragama di Indonesia, khususnya di tengah dinamika keberagaman sosial yang semakin kompleks.

Banguntapan, Miniatur Indonesia dalam Skala Lokal

Banguntapan bukan dipilih tanpa alasan. Kalurahan ini dikenal memiliki keberagaman agama dan budaya yang melekat kuat di kehidupan masyarakatnya. Mulai dari umat Islam, Kristen, Katolik, hingga kepercayaan lokal hidup berdampingan dengan tradisi budaya Jawa yang kental. Kondisi inilah yang menjadikan Banguntapan sebagai laboratorium sosial yang ideal untuk menguji konsep moderasi beragama.

Program penelitian ini dinilai sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan ideologi Pancasila. Sebab, di tengah pluralitas bangsa, Pancasila menjadi fondasi yang memastikan keberagaman tetap berjalan dalam bingkai persatuan.

Tiga Tujuan Utama Penelitian

Penelitian yang dipimpin oleh Abd. Mu’id Aris Shofa bersama tim yang terdiri dari akademisi, pemerhati sosial, dan tokoh agama ini mengusung tiga tujuan strategis.

Aris menuturkan pertama, mengidentifikasi pola penguatan toleransi di Banguntapan. Melalui observasi kegiatan seperti dialog antaragama, pengajaran nilai Pancasila di sekolah, hingga aktivitas sosial lintas umat, peneliti berupaya menggali bagaimana masyarakat membangun sikap saling menghormati perbedaan.

Kedua, penelitian ini menyoroti aktor-aktor lokal yang berperan penting dalam merawat toleransi. Tokoh agama, perangkat kalurahan, dan tokoh masyarakat dipetakan perannya dalam menjaga suasana inklusif dan damai.

“Ketiga, penelitian juga mengevaluasi implikasi penguatan toleransi terhadap ketahanan ideologi Pancasila, terutama di DIY. Harapannya, dari Banguntapan akan lahir model yang dapat direplikasi di daerah lain di Indonesia,” kata Aris kepada iKoneksi.com.

Pesan Ketua Peneliti: Keberagaman Adalah Kekuatan

Aris menegaskan hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi inspirasi lebih luas.

“Melalui penelitian ini, kami berharap memperoleh wawasan mendalam mengenai bagaimana penerapan moderasi beragama bisa memperkuat nilai-nilai Pancasila di tingkat lokal. Banguntapan membuktikan bahwa keberagaman bukan ancaman, melainkan kekuatan yang harus dikelola dengan bijak,” ujar dosen Universitas Negeri Malang itu.

Ia menambahkan, kampung moderasi beragama di Banguntapan diharapkan menjadi model percontohan bagi daerah lain. Dengan begitu, setiap wilayah dapat menyesuaikan pendekatannya untuk membangun harmoni sosial yang lebih kokoh.

Relevansi di Tengah Tantangan Pluralisme

Di era digital, Aris menyebutkan gesekan sosial kerap berawal dari perbedaan identitas yang dieksploitasi secara berlebihan di ruang publik. Penelitian di Banguntapan menjadi relevan sebagai jawaban atas tantangan itu. Dengan membangun sistem sosial yang menekankan dialog, tabayun, dan solidaritas, masyarakat bisa terhindar dari polarisasi yang mengancam persatuan bangsa.

“Tidak hanya berhenti pada kajian teoritis, penelitian ini juga diarahkan untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan. Pemerintah daerah, ormas keagamaan, hingga lembaga pendidikan diharapkan dapat mengambil peran dalam memperkuat moderasi beragama,” jelasnya.

Harapan untuk Indonesia

Agenda penelitian ini menegaskan satu hal: keberagaman Indonesia membutuhkan ruang untuk dirawat dan dipelihara. Banguntapan telah menunjukkan, dengan komitmen bersama, toleransi bisa hidup bukan hanya sebagai jargon, tetapi sebagai praktik nyata di masyarakat.

“Dalam jangka panjang, jika model kampung moderasi beragama diperluas ke berbagai wilayah, maka fondasi Pancasila akan semakin kuat. Indonesia bukan hanya sekadar bangsa yang beragam, melainkan bangsa yang menjadikan keberagaman sebagai modal sosial untuk membangun masa depan,” pungkas Aris. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *