google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Banjir Luapan Sungai Avour Jombok Mulai Surut, Puluhan Hektare Sawah Terdampak

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Mojokerto, iKoneksi.com – Banjir yang melanda Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Mojokerto akibat luapan Sungai Avour Jombok kini mulai menunjukkan tanda-tanda surut. Setelah merendam puluhan hektare lahan pertanian dan sejumlah fasilitas umum, debit air dilaporkan menurun perlahan pada hari kedua, Jumat (24/1/2025).

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto, Abdul Khakim, memastikan kondisi banjir mulai membaik.

“Saat ini, pukul 06.30 WIB, tren air menunjukkan penurunan secara perlahan,” ucap Abdul.

Hujan Deras Penyebab Utama

Ia menyebutkan banjir yang terjadi sejak Kamis (23/1/2025) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB dipicu oleh hujan deras dengan intensitas sedang hingga tinggi yang mengguyur wilayah Mojokerto dan Jombang pada Rabu (22/1/2025) malam. Debit air Sungai Avour Jombok meningkat signifikan hingga meluap ke permukiman dan lahan pertanian.

“Selain itu, kerusakan pada klep irigasi memperparah kondisi. Klep irigasi persawahan tidak berfungsi, sehingga air meluap ke area sekitar, termasuk permukiman warga,” jelas Abdul.

Lahan Pertanian dan Fasilitas Umum Terdampak

Banjir ini menggenangi sekitar 97 hektare sawah di Desa Tempuran. Rinciannya, 67 hektare sawah terdampak di Dusun Bekucuk, yang terdiri dari 60 hektare tanaman padi dan 7 hektare tanaman tebu. Di Desa Tempuran, sebanyak 30 hektare sawah terendam, terdiri dari 15 hektare padi dan 15 hektare tebu.

“Tidak hanya itu, sejumlah fasilitas umum juga ikut terkena dampak. Halaman SDN Tempuran, tempat ibadah, dan balai desa terendam air dengan ketinggian mencapai 15-30 cm,” terang Abdul.

“Di pemukiman warga, ketinggian air berkisar antara 10-20 cm. Meskipun relatif dangkal, banjir ini tetap mengganggu aktivitas sehari-hari dan berpotensi merusak infrastruktur,” lanjutnya.

Pemulihan dan Antisipasi Ke Depan

Tim BPBD Kabupaten Mojokerto telah berada di lokasi sejak awal kejadian untuk melakukan pemantauan dan langkah penanganan.

“Kami terus berupaya menormalisasi kondisi serta memantau debit air di Sungai Avour Jombok agar tidak kembali meluap,” kata Abdul.

“Kejadian ini menjadi peringatan penting tentang pentingnya perawatan sistem irigasi dan upaya mitigasi banjir. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, terutama saat hujan deras mengguyur wilayah sekitar,” tandas Abdul. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *