google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Bantuan Digelontorkan! Kadispangtan Dorong Petani Kota Malang Naik Kelas

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com – Pemerintah Kota Malang mempercepat penguatan sektor pertanian di tengah keterbatasan lahan perkotaan. Melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan), bantuan sarana produksi hingga alat dan mesin pertanian (alsintan) mulai disalurkan langsung kepada kelompok tani.

Kegiatan tersebut dipusatkan di Kelompok Tani Sido Makmur 1, Kelurahan Buring, Kecamatan Kedungkandang, Kamis (16/4/2026), yang juga dirangkai dengan panen cabai bersama jajaran pemerintah daerah. Momentum ini sekaligus menjadi bukti keseriusan pemerintah menjaga produktivitas pertanian di wilayah urban.

Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan Hariyadi, menegaskan bahwa program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan riil petani di lapangan. Ia menyebut, penguatan sektor hulu menjadi langkah strategis agar produksi tetap terjaga.

“Bantuan yang diberikan lengkap, mulai dari benih, pupuk, hingga alat dan mesin pertanian. Semua disesuaikan dengan kebutuhan petani agar lebih efektif,” ujarnya.

Bantuan Lengkap, Dorong Efisiensi dan Produktivitas

Slamet membeberkan secara rinci, bantuan yang disalurkan meliputi empat unit cultivator, empat unit hammer mill, satu unit alat tanam jagung (corn planter), 40 unit handsprayer elektrik, hingga benih padi sebanyak 10 ton dan benih jagung.

“Tak hanya itu, ratusan rol jaring burung juga diberikan untuk melindungi tanaman dari hama. Slamet menilai, bantuan ini tidak sekadar meningkatkan hasil produksi, tetapi juga menekan biaya operasional petani,” jelas Slamet.

Menurutnya, mekanisasi pertanian menjadi kunci agar petani tidak lagi bergantung pada metode manual yang memakan waktu dan tenaga. Dengan alat modern, proses pengolahan lahan hingga penanaman bisa dilakukan lebih cepat dan efisien.

“Kalau sebelumnya serba manual, sekarang kita dorong mekanisasi. Pengolahan tanah lebih ringan dan hasilnya lebih maksimal,” jelasnya.

Sasar 12 Kelompok Tani, Jaga Pasokan Pangan Kota

Program bantuan ini ditekankan Slamet tidak hanya menyasar satu kelompok, melainkan total 12 kelompok tani di Kota Malang yang dinilai aktif dan memiliki potensi pengembangan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi menjaga ketahanan pangan daerah, sekaligus memastikan pasokan komoditas tetap stabil di pasar. Dengan produksi yang terjaga, risiko lonjakan harga dapat ditekan.

Slamet menegaskan, meskipun Malang merupakan kota, sektor pertanian tetap memiliki peran penting dalam menopang kebutuhan pangan masyarakat.

“Tujuannya agar usaha tani tetap berjalan. Kita tidak boleh kehilangan potensi ini meskipun berada di wilayah perkotaan,” tekan dia.

Strategi Tekan Inflasi, Petani Didorong Mandiri

Selain menjaga produksi, bantuan ini diharapkan Slamet mampu mendorong kemandirian petani. Pemerintah ingin petani tidak lagi bergantung pada pola lama yang kurang efisien.

“Penguatan sektor pertanian juga menjadi salah satu strategi pengendalian inflasi daerah, khususnya dari sektor pangan yang kerap menjadi penyumbang utama kenaikan harga,” terangnya.

Ia mengungkapkan dengan intervensi dari hulu, pemerintah optimis stabilitas pasokan dan harga dapat terjaga. Slamet pun memastikan program ini akan terus berlanjut sebagai bagian dari komitmen memperkuat ketahanan pangan Kota Malang.

“Jika produksi kuat, distribusi lancar, maka harga akan lebih terkendali. Ini yang sedang kita dorong,” tandasnya.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *