google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Banyu Biru Turun Dapil Kawal Aspirasi UMKM

  • Bagikan
banner 468x60

Kab Nganjuk, iKoneksi.com — Anggota Komisi VII DPR RI, Banyu Biru Djarot, menyalurkan bantuan peralatan usaha kepada delapan kelompok UMKM di Kabupaten Nganjuk melalui program BRI Peduli Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Senin (2/1/2026). Program ini difokuskan untuk memperkuat kapasitas produksi dan meningkatkan daya saing pelaku UMKM di tingkat desa.

Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung dengan menggandeng PT Bank Rakyat Indonesia (BRI). Bantuan berupa peralatan usaha disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kelompok UMKM, mulai dari peralatan produksi hingga penunjang pengemasan.

Salah satu penerima bantuan, Misri, anggota Kelompok UMKM Srikandi, menyampaikan apresiasinya atas dukungan yang diberikan. Ia menyebut bantuan tersebut sangat berarti bagi pelaku UMKM desa yang selama ini terkendala keterbatasan alat produksi.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Mas Banyu Biru yang terus mendukung UMKM supaya ke depan semakin sukses. Bantuan ini sangat membantu kami di desa,” kata Misri.

Menurut Misri, keberpihakan wakil rakyat terhadap UMKM desa memberikan semangat baru bagi pelaku usaha kecil untuk terus berkembang dan berani meningkatkan skala usaha.

Banyu Biru Djarot mengatakan, penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat, khususnya sektor UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.

“Jujur, pagi ini saya sangat bahagia. Di momen seperti ini saya merasa menjadi anggota DPR RI itu benar-benar menjadi manusia yang bermanfaat,” kata Banyu Biru dalam sambutannya.

Ia menegaskan, selama satu tahun mengemban amanah sebagai anggota DPR RI, dirinya berupaya menjaga kedekatan dengan masyarakat daerah pemilihan. Banyu Biru menyebut, turun langsung ke dapil merupakan bagian penting untuk memastikan aspirasi masyarakat tidak berhenti di meja rapat.

“Alhamdulillah, selama memegang amanah ini saya selalu turun ke dapil. Saya ingin memastikan bahwa aspirasi masyarakat benar-benar diwujudkan dalam bentuk nyata,” ujarnya.

Banyu Biru menjelaskan, bantuan peralatan UMKM tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah ekonomi bagi kelompok penerima. Dengan peralatan yang lebih memadai, pelaku UMKM diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk, efisiensi produksi, serta memperluas jangkauan pasar.

“Harapannya, alat-alat ini bisa membangkitkan usaha, menambah nilai ekonomi, dan memberi manfaat bagi masyarakat di masing-masing kelompok UMKM,” terang dia.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara wakil rakyat, perbankan, dan masyarakat dalam memperkuat ekonomi kerakyatan. Menurutnya, program TJSL menjadi salah satu instrumen strategis untuk mendorong UMKM naik kelas, terutama di wilayah pedesaan.

“Kami menggandeng BRI karena penguatan UMKM tidak bisa dilakukan sendiri. Perlu sinergi agar dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat,” sebutnya.

Banyu Biru menilai, UMKM memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional, terutama di tengah tantangan ekonomi global. Karena itu, dukungan terhadap UMKM harus dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya bersifat seremonial.

“UMKM ini tulang punggung ekonomi. Kalau kita kuatkan dari desa, dampaknya akan terasa sampai ke tingkat nasional,” katanya.

Kegiatan penyerahan bantuan ini sekaligus menjadi ruang dialog antara Banyu Biru dengan pelaku UMKM. Dalam kesempatan tersebut, sejumlah pelaku usaha juga menyampaikan berbagai tantangan yang mereka hadapi, mulai dari akses permodalan, pemasaran, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Banyu Biru menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan aspirasi UMKM di parlemen, baik melalui fungsi legislasi, anggaran, maupun pengawasan.

“Ini bukan akhir. Aspirasi UMKM akan terus kami kawal agar mereka bisa tumbuh, mandiri, dan berdaya saing,” pungkasnya.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *