google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Bawaslu Sumut Evaluasi Pilkada 2024, Kader Pengawas Siap Beraksi

  • Bagikan
banner 468x60

Kab Batu Bara, iKoneksi.com – Setelah pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada 27 November 2024, Bawaslu Provinsi Sumatera Utara menggelar rapat evaluasi bersama kader pengawas partisipatif dari 33 kabupaten/kota peserta. Acara yang berlangsung di Hotel Singapore Land, Batu Bara, pada 9–11 Februari 2025 ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi proses pengawasan dan merumuskan strategi ke depan.

Kader pengawas partisipatif ini merupakan hasil dari program pengkaderan Bawaslu Sumut yang telah berlangsung sejak 2019 hingga 2023. Selama lima tahun, lebih dari 2.000 kader telah mengikuti pendidikan pengawasan partisipatif, menjadikan mereka ujung tombak dalam memastikan pelaksanaan pemilu yang jujur dan adil.

Kader Pengawas Berperan Aktif dalam Pilkada 2024

Ketua Bawaslu Provinsi Sumut, Suhadi Sukendar Situmorang, dalam sambutan pembukaan acara, mengungkapkan rasa terima kasih kepada seluruh kader yang telah terlibat dalam pengawasan Pilkada 2024. Ia menyoroti beberapa kader berhasil menjadi Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), sebuah pencapaian yang membanggakan.

“Kita bangga melihat kader-kader kita mampu melibatkan diri sebagai penyelenggara pemilu. Ini menunjukkan bahwa pendidikan pengawasan partisipatif telah berhasil mencetak individu yang kompeten dan berintegritas dalam mengawal demokrasi,” ujar Suhadi.

Tak hanya itu, banyak kader juga telah mendaftarkan diri sebagai pemantau Pilkada melalui lembaga Jaringan Pengawas Demokrasi Indonesia (JAPRI). Mereka bahkan telah memperoleh akreditasi resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatera Utara, menandakan keseriusan dalam menjalankan tugas pengawasan secara independen dan profesional.

Evaluasi dan Komitmen ke Depan

Rapat konsolidasi ini tidak hanya menjadi ajang evaluasi, tetapi juga merumuskan langkah strategis ke depan. Para kader yang hadir berkomitmen untuk terus mengawal demokrasi, bahkan setelah tahapan Pilkada selesai.

“Sebagai bentuk tindak lanjut, setiap kader di tingkat kabupaten/kota akan melakukan kajian dan riset terhadap pelaksanaan pemilu dan pilkada di daerah masing-masing. Hasil kajian ini nantinya akan disusun dalam bentuk karya tulis dan diterbitkan menjadi sebuah buku, yang diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengawasan pemilu yang lebih baik di masa depan,” ungkap Suhadi.

Ketua JAPRI, Romanus Marbun, mendorong seluruh kader untuk bekerja sama dengan Bawaslu dan KPU di daerah masing-masing guna memperoleh data yang valid dan akurat dalam penyusunan riset tersebut.

“Kita ingin hasil evaluasi ini tidak hanya menjadi wacana, tetapi benar-benar menjadi bahan kajian akademis yang bermanfaat bagi peningkatan kualitas pemilu di masa depan,” ujarnya.

Bawaslu Dukung Penguatan Peran Kader Pengawas

Dalam penutupan acara, Komisioner Bawaslu Divisi Humas Datin Sumatera Utara, Saut Boang Manalu, menegaskan pihaknya mendukung penuh program kader pengawas partisipatif maupun lembaga JAPRI.

“Harapan besar kami adalah adanya tindak lanjut nyata dari setiap kader. Kita tidak ingin hanya hadir saat musim pemilu dan pilkada, tetapi justru setelahnya, kita harus bekerja lebih keras untuk memastikan persiapan pemilu berikutnya lebih baik,” ungkap Saut.

Ia menegaskan pengawasan pemilu tidak boleh berhenti setelah pemungutan suara selesai. Justru, periode pasca-pemilu adalah waktu yang krusial untuk menganalisis kelemahan dan mencari solusi guna menyempurnakan mekanisme pengawasan di masa mendatang.

Masa Depan Pengawasan Pemilu di Sumut

Dengan adanya ribuan kader pengawas yang telah terlatih, serta dukungan dari Bawaslu dan lembaga pemantau independen, pengawasan pemilu di Sumatera Utara diharapkan semakin kuat dan transparan.

“Kini, tantangan ke depan adalah memastikan komitmen ini terus berjalan secara berkesinambungan. Apakah hasil kajian dan evaluasi ini benar-benar akan membawa perubahan bagi kualitas demokrasi di Sumut? Ataukah, pengawasan partisipatif hanya akan ramai di musim pemilu?. Jawabannya kini ada di tangan para kader, pemantau, dan seluruh elemen masyarakat yang peduli terhadap masa depan demokrasi di Indonesia,” pungkas Saut. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *