google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Bencana di Sumatera, UMM Pastikan Ketahanan Mental Mahasiswa

  • Bagikan
banner 468x60

Kab Malang, iKoneksi.com — Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengambil langkah cepat merespons dampak bencana yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera. Melalui layanan Bimbingan dan Konseling (BK), UMM membuka pendampingan psikologis khusus bagi mahasiswa yang keluarganya terdampak bencana, termasuk di Aceh.

Layanan ini disiapkan untuk memastikan mahasiswa tetap memiliki ketahanan mental di tengah situasi krisis yang berpotensi mengganggu stabilitas emosional dan aktivitas akademik mereka. Kampus menilai dukungan psikologis menjadi kebutuhan mendesak bagi mahasiswa yang berada jauh dari keluarga saat bencana terjadi.

Kepala Bimbingan dan Konseling UMM, Dr. Cahyaning Suryaningrum, M.Si., menjelaskan pendampingan ini merupakan bagian dari fungsi BK dalam melayani sivitas akademika. Namun, dalam kondisi darurat bencana, fokus utama diarahkan pada mahasiswa yang keluarganya berada di wilayah terdampak.

“Mahasiswa menjadi kelompok yang paling memungkinkan kami jangkau dengan cepat. Ketika keluarga mereka terdampak bencana, potensi kecemasan, shock, hingga gangguan konsentrasi belajar sangat besar,” kata Cahyaning.

Ia menambahkan, tekanan psikologis yang tidak tertangani sejak dini dapat berkembang menjadi masalah yang lebih serius dan berpengaruh terhadap keberlangsungan studi. Oleh karena itu, intervensi awal dipandang penting untuk menjaga stabilitas mental mahasiswa.

“Dalam kerangka yang lebih luas, BK UMM memposisikan diri sebagai bagian dari sistem pendukung kesehatan mental di lingkungan kampus. Pendampingan ini tidak hanya bersifat responsif terhadap situasi bencana, tetapi juga menjadi bagian dari komitmen jangka panjang universitas dalam menjaga kesejahteraan psikologis mahasiswa,” beber Cahyaning.

Cahyaning menegaskan layanan BK tidak hanya berorientasi pada penanganan masalah, tetapi juga pada pencegahan. Pendekatan promotif dan preventif terus diperkuat melalui edukasi kesehatan mental yang disebarluaskan secara berkelanjutan.

“Kami ingin mahasiswa memiliki kemampuan mengelola emosi dan tekanan secara mandiri. Tujuan kami bukan membuat mereka bergantung pada konseling, tetapi memberdayakan mereka agar mampu menghadapi situasi sulit,” jelasnya.

Sebagai bentuk dukungan konkret, BK UMM membuka akses layanan konseling melalui berbagai mekanisme. Mahasiswa dapat mendaftar secara daring, datang langsung ke kantor BK, atau memulai komunikasi awal melalui layanan berbasis chat. Pendampingan juga dapat dilakukan secara daring melalui platform digital, menyesuaikan kebutuhan dan kondisi mahasiswa.

“UMM memastikan seluruh layanan diberikan secara inklusif dan rahasia. BK diharapkan menjadi ruang aman bagi mahasiswa untuk mengekspresikan kecemasan, ketakutan, maupun tekanan emosional yang muncul akibat bencana yang menimpa keluarga mereka,” terang Cahyaning.

Menurut Cahyaning melalui langkah ini, UMM menegaskan komitmennya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pada kesejahteraan mental mahasiswa.

“Kami memandang kesehatan mental sebagai kebutuhan mendasar yang harus mendapat perhatian serius dalam ekosistem pendidikan tinggi, terutama di tengah situasi krisis dan bencana,” pungkas Cahyaning.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *