google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Berkaca Bunuh Diri Siswa SD di NTT, Fraksi PKS DPRD Kota Batu Tekankan Pentingnya Komunikasi Sosial

  • Bagikan
filter: 0; jpegRotation: 0; fileterIntensity: 0.000000; filterMask: 0; module:1facing:0; hw-remosaic: 0; touch: (-1.0, -1.0); modeInfo: ; sceneMode: Auto; cct_value: 0; AI_Scene: (-1, -1); aec_lux: 0.0; hist255: 0.0; hist252~255: 0.0; hist0~15: 0.0;
banner 468x60

Kota Batu, iKoneksi.com – Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Batu sekaligus Ketua DPD PKS Kota Batu, Saifudin, menegaskan komitmennya mencegah kasus anak putus sekolah akibat persoalan ekonomi. Ia berharap tidak pernah terjadi di Kota Batu kasus ekstrem seperti anak nekat mengakhiri hidup di NTT karena tidak mampu membeli alat tulis atau membayar kebutuhan sekolah.

“Alhamdulillah di Kota Batu belum sampai ada kejadian seperti itu. Dan jangan sampai terjadi,” kata Saifudin, Rabu (26/2/2026).

Menurutnya, pencegahan harus dimulai dari komunikasi di tingkat paling bawah, yakni RT dan RW, yang dinilai paling mengetahui kondisi riil warganya. Jika ditemukan anak berpotensi putus sekolah karena faktor biaya, persoalan tersebut harus segera dilaporkan dan ditangani bersama.

“Yang penting komunikasi RT, RW, dan Dinas Sosial. Jangan sampai ada anak putus sekolah karena tidak mampu bayar atau beli kebutuhan sekolah,” ucap Saifudin.

Data dan Beasiswa

Saifudin menyebut pemerintah telah memiliki data penerima bantuan pendidikan melalui berbagai skema. Ia mencontohkan bantuan sosial dan beasiswa daerah yang menyasar ribuan siswa.

“Kalau tidak salah sekitar 1.500 anak menerima beasiswa dari pemerintah daerah,” jelas dia.

Selain itu, program bantuan pendidikan dari pemerintah pusat seperti Program Indonesia Pintar (PIP) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) juga telah disalurkan di Kota Batu. Saifudin mengklaim pihaknya ikut mendorong penyaluran bantuan tersebut kepada masyarakat yang berhak.

“Penyaluran PIP dan KIP di Kota Batu kemarin hampir seribu lebih. Setelah diverifikasi sekitar 1.300 penerima,” terang Saifudin.

Menurutnya, optimalisasi program beasiswa menjadi salah satu cara efektif mencegah anak-anak dari keluarga kurang mampu kehilangan akses pendidikan.

Perlu Sinergi

Saifudin menegaskan upaya pencegahan tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak. Peran media, tokoh masyarakat, serta lembaga sosial di tingkat kelurahan dinilai penting dalam mendeteksi persoalan sejak dini.

“Kita di DPRD tidak mungkin tahu detail sampai ke bawah. Yang paling tahu kondisi warga adalah RT dan RW,” tekan Saifudin.

Ia juga membuka ruang koordinasi jika ditemukan anak yang membutuhkan bantuan segera. Melalui jaringan sosial dan lembaga kemasyarakatan, bantuan bisa disalurkan secara cepat sembari menunggu proses administratif dari dinas terkait.

“Kalau ada informasi, kita bantu komunikasikan ke dinas. Bahkan kalau bisa, kita bantu langsung juga,” ungkapnya.

Fokus Cegah Putus Sekolah

Saifudin menekankan pendidikan merupakan investasi jangka panjang untuk Kota Batu. Karena itu, tidak boleh ada anak yang kehilangan masa depan hanya karena kendala ekonomi.

“Tujuan kita jelas, mencerdaskan anak-anak. Jangan sampai ada yang terhenti sekolahnya,” tegasnya.

Ia berharap seluruh elemen masyarakat aktif melaporkan jika ada anak yang kesulitan memenuhi kebutuhan pendidikan, termasuk pembelian alat tulis atau perlengkapan sekolah.

“Kalau semua pihak peduli dan komunikasi berjalan baik, insyaallah kasus seperti itu tidak akan terjadi di Kota Batu,” tandas dia.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *