google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Kolaborasi Lintas Kampus dalam Bersih Dusun: Kelompok 04 PKM FH UB Dampingi Gelaran Wayang Ki Joko Goro-Goro di Dusun Sukoyuwono

  • Bagikan
banner 468x60

Kab Malang, iKoneksi.com — Panggung utama di Balai Dusun Sukoyuwono, Desa Palaan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, dipadati oleh ratusan warga pada Sabtu malam (27/6/2026) mulai pukul 19.30 WIB. Kemeriahan ini merupakan puncak dari agenda tahunan Bersih Dusun yang menghadirkan pendakwah sekaligus dalang ternama asal Demak, Jawa Tengah, Ki Joko Goro-Goro. Dalam kesempatan tersebut, Ki Joko menyampaikan tausiah keagamaan melalui media seni wayang dengan gaya penyampaian yang humoris dan menggunakan bahasa lokal yang sangat komunikatif, sehingga membuat warga dari berbagai kalangan usia betah menyimak hingga acara usai pada pukul 00.30 WIB.

Penyampaian Materi Pengajian oleh Ki Joko Goro-Goro

Kesuksesan perhelatan budaya dan keagamaan ini tidak terlepas dari peran aktif mahasiswa. Kelompok 4 Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FH UB) terjun langsung membaur bersama masyarakat untuk membantu operasional acara. Dalam pelaksanaannya, Kelompok 4 PKM FH UB bersinergi harmonis dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Negeri Malang dan Universitas Yudharta Pasuruan. Para mahasiswa membantu koordinasi jalannya acara, penataan alur penonton, hingga dokumentasi kegiatan.

Tradisi Bersih Dusun ini diselenggarakan sebagai bentuk refleksi dan rasa syukur masyarakat Sukoyuwono atas berkah, keselamatan, dan rezeki yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa selama satu tahun terakhir. Metode dakwah kultural melalui wayang dipilih karena sangat tepat untuk merekatkan kohesi sosial masyarakat desa yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan religiusitas.

Kolaborasi kelompok Kuliah Kerja Nyata 3 Universitas

Secara umum, partisipasi aktif akademisi dalam tradisi lokal ini membuktikan bahwa pelestarian kearifan lokal bukan hanya tanggung jawab masyarakat adat semata, melainkan membutuhkan kemitraan lintas sektor. Mengacu pada literatur pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), perawatan warisan budaya dan kolaborasi multistakeholder merupakan instrumen krusial dalam menciptakan tatanan masyarakat desa yang tangguh, harmonis, dan berkelanjutan di tengah arus modernisasi.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *