google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

BPIP dan Unmer Malang Teguhkan Relawan Kebajikan Pancasila

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com – Upaya memperkuat nilai-nilai Pancasila di tengah arus globalisasi kembali mendapat perhatian serius. Sabtu (30/8/2025), Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) bersama Universitas Merdeka (Unmer) Malang menggelar kegiatan Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila di Gedung Samantha Krida. Ratusan peserta, mulai dari mahasiswa, akademisi, hingga perwakilan organisasi masyarakat, hadir untuk menyatakan komitmen menjaga ideologi bangsa.

Pagi Penuh Antusiasme

Sejak pagi, suasana Gedung Samantha Krida sudah ramai dipadati peserta. Registrasi, pembukaan acara, hingga penampilan tari tradisional membuka rangkaian kegiatan. Semua yang hadir kemudian berdiri serentak menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebuah simbol penguatan nilai kebangsaan sekaligus pengingat akan pentingnya persatuan.

Rektor Universitas Merdeka Malang, Dr. Prihat Assih, SE, M.Si, Ak, CSRS, menegaskan peran strategis kampus dalam menjaga Pancasila tetap hidup di tengah masyarakat. Ia menekankan bahwa mahasiswa tidak hanya pewaris bangsa, tetapi juga motor penggerak nilai kebajikan.

“Mahasiswa bukan hanya penerus bangsa, tetapi juga motor penggerak yang dapat menularkan semangat kebajikan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” katanya kepada iKoneksi.com saat ditemui seusai kegiatan, Sabtu (30/8/2025).

BPIP Ingatkan Ancaman Globalisasi

Deputi Bidang Pengendalian dan Evaluasi BPIP, Dr. Adhianti, S.IP, M.Si, secara resmi membuka kegiatan. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa Pancasila tidak boleh berhenti sebagai jargon belaka. Relawan, kata dia, harus menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai kebangsaan, terutama menghadapi ancaman ideologi transnasional yang bertentangan dengan jati diri bangsa.

“Gerakan kebajikan Pancasila tidak boleh berhenti sebagai jargon. Relawan harus menjadi garda terdepan dalam mengawal nilai-nilai kebangsaan,” tegasnya.

Diskusi Panel: Dari Teori ke Aksi Nyata

Kegiatan kemudian berlanjut dengan diskusi panel interaktif yang dipandu Dr. Ana Mariani, S.Sos, M.Si. Tiga narasumber dihadirkan:

Dr. Sukardi, M.Si (Akademisi Universitas Merdeka Malang), yang menekankan pentingnya mahasiswa sebagai pionir penyebaran nilai kebajikan Pancasila.

Hotrun Siregar, S.Sos, M.Si (Direktur Pengukuran Pelembagaan Pancasila BPIP), yang menjelaskan pentingnya pengukuran pelembagaan Pancasila di berbagai sektor agar benar-benar membumi.

Dr. Wahyu Widodo, S.S, M.Hum (Akademisi Universitas Brawijaya), yang mengingatkan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah menjaga konsistensi praktik Pancasila di era digital.

Diskusi tersebut mendapat sambutan hangat dari peserta. Banyak yang menilai bahwa pembumian Pancasila membutuhkan langkah konkret, bukan hanya teori.

Komitmen Bersama Menjaga Persatuan

Acara ditutup dengan penyerahan plakat, foto bersama, serta menyanyikan lagu Bagimu Negeri. Simbol sederhana ini menjadi penegasan bahwa seluruh peserta berkomitmen menjaga persatuan bangsa.

“Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa Pancasila bukan hanya warisan sejarah, tetapi juga panduan hidup yang harus dijaga relevansinya. Melalui penguatan relawan, BPIP dan Unmer Malang ingin memastikan bahwa nilai-nilai kebangsaan tetap hidup dan mengakar, meski Indonesia terus berhadapan dengan tantangan global yang kompleks,” pungkas Adhianti. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *