google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

BPIP Usul Soal Pancasila Masuk Ujian Bahasa, Ini Respons Mendikdasmen

  • Bagikan
banner 468x60

Jakarta, iKoneksi.com – Upaya memperkuat karakter bangsa melalui pendidikan Pancasila kini mendapat usulan baru yang cukup unik. Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi mengusulkan agar materi Pendidikan Pancasila tidak hanya hadir dalam mata pelajaran khusus, tetapi juga disisipkan dalam soal ujian mata pelajaran wajib lain, seperti bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, khususnya pada Tes Kemampuan Akademik (TKA).

Menurut Yudian, langkah ini dapat menjadi strategi efektif untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap tertanam tanpa menambah beban ujian bagi siswa.

“Saya mengusulkan agar Pendidikan Pancasila ini menjadi bagian dari mata ujian nasional. Tapi supaya tidak menambah beban, misalnya mata pelajarannya itu bahasa Indonesia, tapi pertanyaannya berisi tentang Pancasila. Bahasa Inggris juga begitu,” jelas Yudian saat berbicara dalam Rapat Koordinasi Nasional Pembentukan Karakter Anak Bangsa di Hotel JS Luwansa, Kuningan, Jakarta Selatan.

Respons Mendikdasmen: Ide Bagus, Perlu Kajian Teknis

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyambut baik gagasan tersebut. Ia menyebut usulan Yudian sebagai ide yang menarik untuk dipertimbangkan. Namun, pelaksanaannya tetap harus diserahkan kepada tim penyusun soal TKA yang memahami teknis di lapangan.

“Itu nanti bisa dibicarakan secara teknis oleh tim penyusun soal ya. Tapi saya kira itu gagasan yang bagus,” ujar Mu’ti.

Ia menambahkan bahwa penerapan ide ini sangat mungkin dilakukan, tetapi membutuhkan pembahasan lebih rinci.

“Ya mungkin saja, tinggal nanti teknisnya bagaimana oleh tim penyusun soal yang nanti akan lebih konkret pelaksanaannya,” ucapnya.

Pancasila Bukan Sekadar Satu Mapel

Wakil Kepala BPIP Rima Agristina juga menegaskan bahwa Pancasila seharusnya tidak hanya dibatasi pada satu mata pelajaran khusus. Menurutnya, pembelajaran nilai-nilai Pancasila justru harus meresap dalam seluruh aspek pendidikan, termasuk ketika siswa belajar bahasa.

“Jadi, pembelajaran bahasa pun pertanyaannya bisa berkaitan dengan Pancasila. Belajar bahasa Inggris pun pertanyaannya bisa terkait dengan Pancasila,” jelas Rima.

Ia menekankan bahwa Pancasila merupakan etika dari keseluruhan ilmu pengetahuan yang diajarkan di sekolah.

Rima juga menilai penyisipan materi Pancasila dalam mapel wajib sangat penting untuk membangun karakter anak Indonesia sejak dini. Ia berharap nilai-nilai Pancasila terus diperkuat di sekolah melalui berbagai cara, termasuk pemanfaatan buku teks utama (BTU) Pendidikan Pancasila yang telah disusun BPIP bersama Kemendikdasmen.

Peluncuran Buku Teks Utama Pendidikan Pancasila

Dalam acara yang sama, BPIP bekerja sama dengan Kemendikdasmen meluncurkan Buku Teks Utama (BTU) Pendidikan Pancasila untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah. Penyusunan BTU ini melibatkan 120 ahli dari berbagai bidang, menghasilkan 24 buku untuk siswa dan guru.

“BTU ini memuat materi Pancasila sejak awal kelahirannya, proses perumusan sebagai dasar negara, hingga perannya sebagai pandangan hidup bangsa. Secara proporsi, muatan kognitif mencapai 30 persen, sedangkan materi afektif dan psikomotorik mendominasi hingga 70 persen,” beber Yudian.

Yudian berharap, dengan adanya BTU ini, guru dapat berperan bukan hanya sebagai pengajar materi, tetapi juga sebagai pendidik yang membentuk karakter bangsa.

“Buku ini menjadi acuan yang sesuai fakta sejarah dan bisa menjadi pegangan utama dalam mengajarkan Pancasila secara efektif,” terang Rima.

Mengapa Usulan Ini Penting?

Usulan penyisipan materi Pancasila ke dalam soal ujian mata pelajaran bahasa memiliki tujuan strategis. Pertama, siswa akan mendapatkan pemahaman nilai-nilai kebangsaan secara konsisten, tanpa merasa terbebani dengan mata pelajaran tambahan. Kedua, penerapan ini dapat memastikan bahwa Pancasila menjadi bagian alami dari proses belajar, bukan sekadar hafalan di ruang kelas.

“Jika usulan ini diterima dan diimplementasikan, maka setiap siswa yang mengerjakan ujian bahasa Indonesia atau bahasa Inggris akan sekaligus diuji pemahamannya tentang Pancasila. Pendekatan ini diharapkan dapat menanamkan nilai-nilai persatuan, toleransi, dan gotong royong yang menjadi inti dari ideologi bangsa,” pungkas Yudian. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *