google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Bupati Apresiasi Pembinaan Kesehatan Jamaah Haji Asahan

  • Bagikan
banner 468x60

Kab Asahan, iKoneksi.com – Menyambut keberangkatan calon jamaah haji tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Asahan melalui Dinas Kesehatan kembali menunjukkan komitmen serius dalam memberikan layanan terbaik bagi masyarakat. Salah satu bentuk nyata komitmen tersebut adalah pelaksanaan program pembinaan kesehatan khusus bagi calon jamaah haji, yang mendapat apresiasi langsung dari Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin Siregar, S.Sos., M.Si menyebutkan program ini tak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi menjadi bagian dari upaya sistematis untuk memastikan seluruh jamaah haji asal Asahan berangkat dalam kondisi fisik yang prima, sehingga dapat menunaikan ibadah haji dengan optimal dan tanpa kendala kesehatan.

Bupati Tekankan Pentingnya Kesehatan Sebelum Berangkat

Dalam kegiatan pembinaan yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Asahan pada Jumat (18/04/25), Taufik memberikan bimbingan dan arahan kepada seluruh calon jamaah haji. Dalam pesannya, ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan sejak jauh hari sebelum keberangkatan.

“Jaga kesehatan. Jangan sampai menjelang keberangkatan justru ada jamaah yang jatuh sakit, karena itu bisa mengganggu seluruh proses ibadah. Harapan saya, semua jamaah berangkat dalam keadaan sehat, dan kembali ke tanah air juga dalam keadaan sehat,” ujar Taufik dengan tegas.

Pernyataan ini bukan tanpa alasan. Ibadah haji adalah ibadah fisik yang menguras energi, memerlukan stamina tinggi dan ketahanan tubuh yang baik.

“Pemerintah kabupaten tidak ingin ada hambatan yang disebabkan oleh persoalan kesehatan yang sebenarnya bisa dicegah sejak dini,” lugas Taufik.

Pemeriksaan Ketat: Deteksi Dini dan Persiapan Fisik

Sebelumnya, dalam laporan yang disampaikan oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan, Fahrizal Pohan, S.K.M., M.Kes., disebutkan program pembinaan kesehatan ini dirancang untuk menilai tingkat kebugaran dan kesiapan fisik calon jamaah.

“Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memastikan apakah daya tahan tubuh para jamaah cukup kuat untuk menunaikan ibadah haji yang sangat berat secara fisik,” jelas Fahrizal.

Sebanyak 342 calon jamaah haji Asahan akan melalui sejumlah tahapan pemeriksaan kesehatan, di antaranya:

– Pengukuran tekanan darah

– Pemeriksaan berat badan

– Pengisian formulir PAR-Q (Physical Activity Readiness Questionnaire)

– Konsultasi langsung dengan dokter

– Tes kebugaran umum

“Semua tahapan ini bertujuan agar para peserta haji benar-benar siap secara medis dan tidak mengalami hambatan saat melaksanakan rukun dan wajib haji di Tanah Suci,” jelas Fahrizal.

Sinergi Lintas Instansi Demi Pelayanan Maksimal

Program pembinaan ini menurut Fahrizal merupakan bentuk sinergi yang baik antara Dinas Kesehatan, Kantor Kementerian Agama, dan pemerintah daerah.

“Langkah ini patut diapresiasi karena mencerminkan pendekatan menyeluruh terhadap pelayanan ibadah haji yang tidak hanya menekankan aspek administratif, tetapi juga aspek fisik dan mental jamaah,” ungkap Fahrizal.

Menurut Taufik, inisiatif seperti ini harus terus dikembangkan. Ia berharap para peserta dapat mengikuti seluruh proses dengan baik dan menjadikan pembinaan ini sebagai modal penting dalam menjalani rangkaian ibadah di tanah suci.

Harapan: Haji yang Mabrur dan Sehat

Pada akhir acara, Taufik juga menyampaikan harapan agar seluruh jamaah tidak hanya menjalankan ibadah dengan lancar, tetapi juga mendapatkan predikat haji yang mabrur. Ia juga menegaskan kembali pentingnya menjaga etika, kekompakan, dan semangat kebersamaan antarjamaah selama di Tanah Suci.

“Kita ingin seluruh jamaah haji Asahan menjadi contoh yang baik, menjaga nama baik daerah, dan kembali ke tanah air dengan membawa semangat spiritual yang lebih kuat untuk membangun masyarakat,” ungkap Taufik.

Dengan program pembinaan ini, Taufik mengungkapkan pemerintah Kabupaten Asahan tidak hanya memastikan kesiapan administratif calon jamaah, tetapi juga membuktikan bahwa pelayanan ibadah haji bisa dilakukan dengan pendekatan yang menyeluruh, manusiawi, dan profesional.

“Sebuah langkah nyata menuju pelayanan publik yang lebih baik dan berorientasi pada kepuasan masyarakat,” pungkas Taufik. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *