google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Masalah Dikaji, Solusi Dikawal, PWNU Jatim Luncurkan Cangkrukan Ekonomi Pancasila di Malang

  • Bagikan
Dr. Djoko Sudjatmoko, penulis buku 'Ekonomi Pancasila' dan ketua pelaksana Cangkrukan Ekonomi Pancasila memberikan sambutan di Malang, Rabu (5/8/2026) (Sukma/iKoneksi.com)
banner 468x60

Kabupaten Malang, iKoneksi.com – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur melalui Lembaga Perekonomian NU (LPNU) meluncurkan forum ‘Cangkrukan Ekonomi Pancasila’ sebagai ruang merumuskan solusi konkret terhadap persoalan ekonomi masyarakat. Forum inidirancang bukan sekadar diskusi, tetapi menjadi wadah mengawal rekomendasi hingga terealisasi yang digelar di NK Kafe, Karangploso, Kabupaten Malang, Rabu (5/8/2026).

Ketua pelaksana kegiatan sekaligus penulis buku ‘Ekonomi Pancasila’, Djoni Sudjatmoko menjelaskan, Cangkrukan Ekonomi Pancasila lahir sebagai upaya mendukung agenda transformasi ekonomi nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Sebelum forum dimulai, panitia bahkan memutar cuplikan pidato Presiden mengenai pentingnya membangun ekonomi yang benar-benar berlandaskan Pancasila.

“Kalau ILC hanya membahas, maka di sini persoalan dikaji lebih dulu dari lapangan, diangkat ke forum cangkrukan, dicarikan solusi bersama, lalu solusi yang sudah disepakati akan dikawal sampai terealisasi,” ujarnya.

Ia menegaskan, forum tersebut akan diselenggarakan secara berkala setiap dua bulan sekali sebagai sarana memberikan masukan bagi pemerintah dalam mewujudkan transformasi ekonomi nasional menuju ekonomi Pancasila. Menurutnya, antusiasme peserta juga melampaui ekspektasi. Lebih dari 1.200 orang hadir mengikuti kegiatan, terdiri atas sekitar 700 peserta yang mendaftar melalui Google Form dan lebih dari 500 peserta lainnya yang datang langsung ke lokasi.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak yang hadir secara daring memberikan apresiasi terhadap inisiatif PWNU Jatim. Menurutnya, NU memiliki modal sosial yang sangat kuat untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan karena memiliki basis hingga ke akar rumput.

“NU telah mengambil peran yang luar biasa dalam pengembangan ekonomi kerakyatan. Basis akar rumput Nahdlatul Ulama ini luar biasa dan tersebar di seluruh pelosok Jawa Timur,” kata Emil.

Emil menilai keputusan ekonomi tidak cukup hanya didasarkan pada teori. Dalam praktiknya, kebijakan ekonomi juga harus berpijak pada ideologi agar mampu menghadirkan keseimbangan antara pertumbuhan dan keadilan.

“Dalam mengambil keputusan ekonomi tidak hanya menggunakan pendekatan teoritis semata, tetapi juga harus menggunakan ideologi. Ideologi Pancasila dan nilai-nilai perjuangan Nahdlatul Ulama berjalan seiring,” tegasnya.

Menurut Emil, ekonomi Pancasila tidak berpihak pada sistem yang sepenuhnya liberal maupun sepenuhnya dikendalikan negara. Yang dibutuhkan adalah titik tengah yang mampu mendorong daya saing pelaku usaha sekaligus memastikan keadilan sosial tetap terjaga.

Ia mengungkapkan, kekuatan ekonomi Jawa Timur juga sangat bergantung pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Saat ini sekitar 60 persen perekonomian Jawa Timur disumbang oleh UMKM.

Karena itu, Pemprov Jatim terus memperkuat intervensi melalui tiga aspek utama, yakni permodalan, produksi, dan pemasaran. Di antaranya melalui kemudahan sertifikasi halal dengan skema self declare, pembiayaan berbunga rendah, hingga pendampingan digital melalui program Millennial Job Center agar pelaku UMKM mampu bersaing di pasar digital.

Di akhir sambutannya, Emil berharap gerakan yang diinisiasi PWNU Jatim mampu memperkuat ekosistem ekonomi kerakyatan berbasis nilai-nilai Pancasila.

“Ketika PWNU Jawa Timur dan seluruh banomnya aktif menyokong ekonomi Pancasila dengan napas para nahdliyin, insyaallah cita-cita besar itu akan terwujud bersama,” pungkasnya.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *