google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Bupati Asahan Hadiahkan Umrah untuk Juara MTQ

  • Bagikan
banner 468x60

Kab Asahan, iKoneksi.com – Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) ke-56 tingkat Kabupaten Asahan yang digelar di Lapangan Sepak Bola Universitas Asahan (UNA), Kelurahan Kisaran Naga, Kecamatan Kisaran Barat, tidak hanya menghadirkan nuansa religius yang mendalam. Di penghujung acara, Selasa (22/4/2025) malam, Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin Siregar, memberikan kejutan menggugah: empat orang pemenang MTQ terbaik diberikan hadiah biaya perjalanan ibadah umrah ke Tanah Suci Makkah.

Tiga Peserta Raih Umrah, Satu Tak Lagi Diikutsertakan

Hadiah ini diberikan kepada para juara pertama di beberapa cabang utama. Di antaranya, Fajar Panjaitan asal Kecamatan Air Joman yang meraih juara 1 pada cabang Tilawah Al-Qur’an golongan putra. Kemudian, Nurzannah Siagian dari Kecamatan Aek Kuasan yang menjuarai cabang Hafiz Al-Qur’an 30 juz untuk golongan putri. Terakhir, M. Iqbal dari Kecamatan Rawang Panca Arga yang juga menjadi juara 1 di cabang Hafiz Al-Qur’an 30 juz golongan putra.

Namun, dari empat peserta terbaik, hanya tiga yang menerima hadiah umrah. Satu nama, Sity Aisyah dari Kecamatan Sei Kepayang, yang menjadi juara 1 cabang Tilawah Al-Qur’an golongan putri, tidak diikutsertakan dalam program umrah tahun ini. Alasannya cukup bijak tahun lalu, ia telah menjadi penerima program serupa dari Pemerintah Kabupaten Asahan.

MTQ: Lebih dari Sekadar Lomba

Dalam sambutannya saat menutup perhelatan akbar tersebut, Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin Siregar menegaskan MTQN bukan hanya ajang perlombaan biasa. Ia menyebut kegiatan ini sebagai wahana penting untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus memperkuat budaya literasi kitab suci di kalangan umat Islam.

“Pelaksanaan MTQ bukan hanya untuk mengejar prestasi, tapi juga untuk menumbuhkan semangat membaca, menghayati, dan mengamalkan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.

Menurutnya, semangat mempelajari dan mengamalkan Al-Qur’an tidak boleh bersifat musiman. Ia harus hidup dalam keseharian umat Islam sebagai kebutuhan spiritual sekaligus kewajiban moral.

Umrah sebagai Bentuk Apresiasi

Pemberian hadiah umrah kepada para juara pertama bukan hal baru dalam MTQ Asahan. Tradisi ini sudah dilakukan sejak tahun-tahun sebelumnya sebagai bentuk apresiasi dan motivasi. Dalam pernyataannya, Bupati menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus melanjutkan kebijakan ini.

“Kepada para juara terbaik, saya ucapkan selamat. Semoga prestasi ini dapat terus dipertahankan, bahkan ditingkatkan. Dan sebagaimana tradisi sebelumnya, kita akan lanjutkan pemberian biaya umrah kepada pemenang terbaik 1,” seru Taufik.

Harapan untuk Generasi Penerus

Tidak lupa, Taufik juga memberikan pesan mendalam kepada para peserta yang belum berhasil. Ia meminta agar mereka tidak patah semangat dan terus berlatih demi kesempatan di masa mendatang.

“Jadikan kegagalan hari ini sebagai cambuk untuk terus berusaha. Saya yakin, generasi penerus MTQ akan terus lahir setiap tahun, dan Asahan akan memiliki lebih banyak qari dan hafiz Al-Qur’an yang membanggakan,” tuturnya.

MTQ ke-56 tingkat Kabupaten Asahan ini bukan hanya soal siapa yang menang dan siapa yang kalah. Ia adalah cermin dari semangat umat Islam dalam menjaga warisan Al-Qur’an, serta bentuk nyata dari dukungan pemerintah terhadap pengembangan ilmu dan keimanan masyarakatnya.

“Dan bagi para pemenang, perjalanan menuju Tanah Suci adalah permulaan dari perjalanan spiritual yang jauh lebih besar,” pungkas Taufik. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *