google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Bupati Lumajang Tegur ASN, Tegaskan Disdikbud Harus Berbenah Total

  • Bagikan
banner 468x60

Kab Lumajang, iKoneksi.com – Suasana tegang mewarnai aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Lumajang pada Kamis (16/10/2025). Ratusan aparatur sipil negara (ASN) dikumpulkan langsung oleh Bupati Lumajang, Indah Amperawati, dalam sebuah pertemuan tertutup yang menjadi sorotan publik. Langkah ini dilakukan tidak lama setelah pencopotan Kepala Disdikbud Lumajang, Nugraha Yudha Mudiarta, dari jabatannya.

Indah datang dengan sikap tegas. Ia tidak hanya memperkenalkan pejabat baru, tetapi juga menyampaikan pesan keras: Disdikbud harus berbenah. Menurutnya, birokrasi pendidikan di Lumajang sedang tidak baik-baik saja, dan perubahan harus dimulai dari dalam tubuh organisasi.

“Pertemuan ini bukan hanya untuk memperkenalkan pelaksana tugas kepala dinas yang baru, tapi juga untuk memberikan arahan dan menegaskan kembali komitmen pelayanan terbaik kepada masyarakat,” kata Indah kepada iKoneksi.com usai pertemuan, Kamis (16/10/2025).

Perkenalan Pejabat Baru dan Arah Pembenahan

Dalam kesempatan tersebut, Indah memperkenalkan Ari Murcono sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lumajang. Ari ditunjuk untuk memimpin Disdikbud setelah surat keputusan (SK) penunjukan ditandatangani sehari sebelumnya.

“Hari ini adalah hari pertama Plt bekerja. Saya ingin seluruh jajaran Disdikbud mendukung penuh agar roda organisasi tetap berjalan,” tegas Indah.

Penunjukan Ari Murcono bukan tanpa alasan. Ia dianggap memiliki rekam jejak yang mampu membawa perubahan positif, terutama dalam hal kedisiplinan birokrasi dan pembenahan manajemen internal. Dalam arahannya, Indah menegaskan bahwa reformasi mental dan karakter ASN menjadi prioritas utama di bawah kepemimpinan Ari.

“Penekanannya adalah pelayanan terbaik kepada masyarakat. Ubah mental dan karakter kerja yang selama ini kurang baik menjadi lebih positif dan profesional,” sebut Indah menambahkan.

Disdikbud Dianggap ‘Kurang Sehat’

Dalam pernyataannya, Ari Murcono tidak menampik Disdikbud saat ini tengah menghadapi tantangan besar. Ia menyebut kondisi internal dinas sedang “kurang sehat”, baik dari sisi koordinasi maupun moral kerja pegawai.

“Tugas saya adalah memperbaiki dari dalam. Dinas ini sedang tidak baik-baik saja, dan kami harus pelan-pelan memperbaiki sistem serta budaya kerja ASN agar kembali sehat,” ucap Ari dengan nada optimistis.

Ari juga menegaskan dirinya diberi waktu beberapa bulan untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap Disdikbud sebelum pejabat definitif ditetapkan. Dalam masa transisi ini, ia berfokus pada pembenahan disiplin, penataan struktur kerja, dan peningkatan kualitas pelayanan.

“Masih ada sedikit waktu sebelum pejabat definitif ditunjuk. Waktu ini akan saya gunakan sebaik mungkin untuk membenahi internal dan memperbaiki mental kerja pegawai,” terangnya.

Pesan Tegas Bupati: ASN Harus Melayani, Bukan Dihormati

Di balik pertemuan tertutup itu, pesan moral yang disampaikan Indah kepada para ASN menjadi sorotan. Ia menekankan bahwa aparatur negara adalah pelayan publik, bukan pihak yang minta dilayani. Bupati perempuan yang dikenal blak-blakan itu menegaskan, tidak ada ruang bagi pegawai yang malas, arogan, atau bekerja tanpa tanggung jawab.

“ASN harus sadar bahwa gaji mereka berasal dari pajak rakyat. Maka pelayanan terbaik adalah kewajiban, bukan pilihan,” ucapnya dengan nada tegas.

Menurut Indah, kebiasaan bekerja asal-asalan harus segera diubah. Pemerintah daerah membutuhkan pegawai dengan integritas tinggi, tanggap terhadap perubahan, dan mampu melayani masyarakat dengan hati.

Langkah Tegas di Tengah Sorotan Publik

Langkah Bupati Indah ini datang di tengah meningkatnya perhatian masyarakat terhadap tata kelola sektor pendidikan di Lumajang. Setelah kasus pencopotan kepala dinas sebelumnya, publik menuntut adanya perbaikan nyata dan transparansi dalam sistem kerja Disdikbud.

Dengan menunjuk Ari Murcono sebagai pelaksana tugas, Indah seolah mengirim sinyal kuat bahwa reformasi birokrasi di bidang pendidikan tidak boleh hanya slogan. Ia ingin memastikan bahwa setiap ASN memahami tanggung jawabnya dan siap membawa perubahan.

Arah Baru Pendidikan Lumajang

Pertemuan yang berlangsung tertutup itu kini menjadi tonggak awal bagi perjalanan baru Disdikbud Lumajang. Di bawah pengawasan langsung bupati, reformasi birokrasi diharapkan berjalan nyata, bukan sekadar retorika.

“Saya ingin ASN Disdikbud bekerja dengan hati, bukan karena takut pada atasan. Jika bekerja dengan hati, maka pelayanan publik akan berjalan dengan tulus,” tukasnya.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *