google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Bypass Otak Pertama di Sumut, RS Adam Malik Catat Sejarah Medis

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Medan, iKoneksi.com — Sebuah langkah besar dalam dunia medis Sumatera Utara akhirnya tercatat pada 27 September 2025. Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H. Adam Malik Medan resmi menorehkan sejarah sebagai rumah sakit pertama di Sumatera Utara yang berhasil melakukan operasi bypass otak (cerebral bypass surgery) sebuah prosedur kompleks untuk menangani kasus stroke kronis.

Keberhasilan ini tidak hanya menjadi tonggak penting bagi dunia kesehatan Sumut, tetapi juga menandai babak baru kemandirian daerah dalam layanan bedah otak yang selama ini hanya bisa dilakukan di rumah sakit rujukan nasional di Jakarta.

Langkah Besar untuk Kemandirian Layanan Stroke

Operasi monumental ini merupakan bagian dari program proctorship layanan stroke yang diinisiasi Kementerian Kesehatan RI, dengan pendampingan dari RS Pusat Otak Nasional (PON) Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta sebagai rumah sakit pengampu nasional.

Melalui program ini, RS daerah didorong agar mampu melakukan tindakan bedah otak secara mandiri dengan standar keamanan dan kualitas tinggi.

Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono SpPD-KEMD PhD, menyampaikan apresiasi besar atas capaian tersebut.

“Sumatera Utara kini menjadi provinsi ke-8 yang berhasil melakukan tindakan bypass cerebral di RS Adam Malik. Ini prestasi luar biasa. Kita berharap semua provinsi nantinya mampu menyediakan layanan bedah otak mandiri,” kata Dante saat membuka kegiatan secara virtual.

Hadir dalam acara tersebut sejumlah tokoh penting, di antaranya dr Obrin Parulian MKes (Direktur Pelayanan Klinis Ditjen Kesehatan Lanjutan), dr Adin Nulkhasanah SpS MARS (Direktur Utama RS PON), serta dr Zainal Safri MKed(PD) SpPD-KKV SpJP(K) (Plt Direktur Utama RS Adam Malik). Dari pihak pemerintah daerah, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumut H. Muhammad Faisal Hasrimy AP MAP juga turut hadir mewakili Gubernur Sumatera Utara secara daring.

Penyelamatan Nyawa Seorang Anak 10 Tahun

Plt Direktur Utama RS Adam Malik, dr Zainal Safri, mengungkapkan operasi bypass cerebral tersebut dilakukan terhadap pasien anak berusia 10 tahun asal Kabupaten Labuhanbatu yang menderita moyamoya disease, penyakit bawaan langka yang menyebabkan penyempitan pembuluh darah di otak dan berisiko tinggi menyebabkan stroke berulang.

“Pasien ini sudah beberapa kali mengalami stroke. Tindakan bypass otak ini diharapkan menjadi penyelamat agar kehidupannya bisa lebih baik ke depan,” ujar Zainal.

Prosedur operasi berlangsung selama tujuh jam, dipimpin oleh tim dokter bedah saraf berpengalaman dr M. Ihsan Z. Tala SpBS Subsp N-Vas(K) dan dr Muhammad Ari Irsyad MKed SpBS FBSV dari RS Adam Malik, bekerja sama dengan dr M. Kusdiansah SpBS FMV dan dr Muhammad Afif SpBS dari RS PON. Operasi juga melibatkan dokter spesialis anak, dokter anestesi, dan tim pengampuan layanan stroke RS Adam Malik.

Menurut Kusdiansah, tindakan ini tidak dilakukan pada stroke akut, melainkan pada fase kronis untuk mencegah serangan berikutnya.

“Kami meminjam pembuluh darah dari kulit kepala untuk dialirkan ke dalam otak, sehingga pasokan darah ke jaringan otak tetap stabil. Ini teknik yang sangat presisi dan penuh perhitungan,” jelasnya.

Harapan dan Doa dari Orangtua Pasien

Bagi Seni Budi Aseh (40), ibu sang pasien, keberhasilan operasi ini adalah sebuah keajaiban. Ia menceritakan bagaimana anaknya sudah dua kali mengalami pecah pembuluh darah otak.

“Awalnya umur lima tahun tangannya kebas, tapi kami tidak tahu penyebabnya. Terakhir bulan Juli kemarin dia tiba-tiba tidak sadar karena stroke. Kami sangat bersyukur operasi berjalan lancar dan berharap dia bisa pulih sepenuhnya,” ujarnya haru.

Saat ini, pasien tengah menjalani perawatan intensif di ICU Pasca Bedah Saraf RS Adam Malik. Kondisinya sudah sadar dan stabil, namun masih dalam pemantauan ketat oleh tim dokter hingga beberapa hari ke depan.

Momentum Kebangkitan Medis Sumatera Utara

Keberhasilan RS Adam Malik ini bukan hanya kemenangan medis, tetapi juga simbol kebangkitan layanan kesehatan Sumatera Utara. Dengan keberhasilan bypass otak pertama di provinsi ini, peluang untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap rumah sakit di luar daerah semakin terbuka lebar.

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan berharap prestasi ini menjadi pemicu bagi rumah sakit lain di Sumatera untuk meningkatkan kompetensi dan fasilitas layanan neurologi.

“Tujuan akhirnya jelas, agar masyarakat tidak perlu lagi berobat jauh ke luar negeri untuk tindakan seperti ini. Indonesia bisa, Sumut bisa,” tegas Wamenkes Dante.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *