google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

ChiFest 2025 Warnai Malang dengan Semangat Budaya Tionghoa

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com — Universitas Ma Chung kembali menegaskan komitmennya dalam melestarikan budaya dan memperkuat semangat multikulturalisme melalui penyelenggaraan Chinese Indonesian Festival (ChiFest) 2025. Digelar selama dua hari, festival ini mengusung tema Ma Chung Collective Brilliance yang mencerminkan semangat kolaborasi, keberagaman, dan sinergi antarindividu lintas budaya.

Acara yang semula dikenal sebagai Festival Kampung Pecinan ini tahun ini hadir dengan nuansa baru yang lebih inklusif dan interaktif. Tidak hanya menampilkan pertunjukan budaya dan kuliner khas Tionghoa, ChiFest 2025 juga menyuguhkan pameran seni, seminar edukatif, hingga peluncuran fasilitas pembelajaran budaya baru. Festival ini menjelma menjadi ruang kolaborasi lintas disiplin bagi mahasiswa, seniman, pendidik, hingga masyarakat umum.

Ruang Kolaborasi dan Pembelajaran Budaya

Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana ChiFest 2025, Erica Adriana, SE., MM., menekankan bahwa festival ini dirancang sebagai ruang bagi berbagai komunitas untuk berinteraksi dan berbagi pengalaman budaya.

“ChiFest tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga menjadi ruang belajar dan berbagi. Kami ingin menghadirkan pengalaman budaya yang menyeluruh, di mana mahasiswa, seniman, dan masyarakat bisa bertemu, berdialog, dan saling menginspirasi,” kata Erica saat pembukaan acara.

Berbagai aktivitas meramaikan ChiFest 2025, mulai dari pameran karya mahasiswa Desain Komunikasi Visual bertajuk Estencele, pertunjukan seni tradisional dan kontemporer, hingga kuliner khas Tionghoa yang tersaji dalam versi halal maupun non-halal.

Peresmian Chinese Corner dan Dukungan Konsulat Tiongkok

Salah satu momen penting dalam rangkaian acara adalah peresmian “Chinese Corner”, sebuah ruang pembelajaran bahasa dan budaya Tionghoa yang didukung oleh Konsulat Jenderal Tiongkok. Kehadiran fasilitas ini dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat hubungan bilateral Indonesia–Tiongkok, khususnya di bidang pendidikan dan kebudayaan.

“Chinese Corner di Universitas Ma Chung akan menjadi pusat akses informasi budaya, literatur, dan sarana belajar interaktif bagi mahasiswa serta masyarakat. Perwakilan dari Konsulat Tiongkok menyambut baik inisiatif ini dan berharap Chinese Corner bisa menjadi jembatan pemahaman antarkedua bangsa,” ungkap Erica.

Menyatukan Pendidikan dan Budaya

Festival ini juga ditutup dengan Executive Dinner yang mempertemukan para kepala sekolah se-Kota Malang. Momen tersebut menjadi wadah silaturahmi dan diskusi strategis untuk memperkuat jejaring dunia pendidikan dalam konteks keberagaman dan nilai budaya lokal.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Wawan Eko Yulianto, SS., MA., Ph.D., menyampaikan apresiasi tinggi kepada semua pihak yang telah bekerja keras menyukseskan ChiFest 2025.

“Saya sangat bangga melihat bagaimana sivitas akademika Ma Chung dan berbagai pihak eksternal bersinergi menghadirkan festival budaya yang inklusif dan inspiratif. Ini bukan sekadar ajang seni, tetapi juga ruang belajar lintas disiplin,” tegasnya.

Membumikan Budaya, Merawat Keberagaman

ChiFest 2025 menurut Erica menjadi lebih dari sekadar festival seni. Ia mencerminkan upaya Universitas Ma Chung dalam merawat keberagaman, menumbuhkan toleransi, dan memperkuat pendidikan berbasis budaya. Melalui semangat kolaborasi dan keterbukaan, ChiFest mengajak masyarakat untuk tidak sekadar menjadi penonton budaya, tetapi ikut merasakannya, mempelajarinya, dan menjadikannya bagian dari jati diri bersama.

“Dengan keberhasilan penyelenggaraan ChiFest 2025, Universitas Ma Chung menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga aktif membangun masyarakat yang majemuk, kreatif, dan berbudaya,” tukas Erica. (05/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *