google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Cipayung Plus Deliserdang Soroti Kaburnya Tahanan di PN Lubuk Pakam

  • Bagikan
banner 468x60

Kab Deli Serdang, iKoneksi.com — Aliansi Mahasiswa Cipayung Plus Kabupaten Deli Serdang melayangkan kritik keras atas kaburnya seorang tahanan saat proses persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Lubuk Pakam. Peristiwa tersebut dinilai mencerminkan kegagalan serius profesionalitas dan lemahnya koordinasi antarpenegak hukum, yakni PN Lubuk Pakam, Kejaksaan Negeri, dan Kepolisian.

Para mahasiswa menilai, ruang sidang yang seharusnya menjadi simbol tertibnya hukum justru memperlihatkan celah pengamanan yang fatal. Insiden ini, menurut mereka, tidak bisa dipandang sebagai kesalahan teknis semata, melainkan kegagalan sistemik aparat penegak hukum.

Ketua Umum HMI Cabang Deli Serdang, Fredy Dermawan, menegaskan kaburnya tahanan di ruang sidang merupakan tamparan keras bagi wibawa negara. Ia mendesak adanya langkah tegas terhadap pejabat yang bertanggung jawab.

“Kaburnya tahanan di ruang sidang adalah bukti kegagalan profesional PN, Kejari, dan Kepolisian. Jika tidak ada pejabat yang dicopot, berarti negara sedang menormalisasi kelalaian,” kata Fredy.

Nada serupa disampaikan Ketua PC PMII Deli Serdang, Picky Sardo. Ia menyebut insiden tersebut sebagai bentuk kelengahan aparat di tempat yang seharusnya paling steril dan aman.

“Ruang sidang adalah jantung penegakan hukum. Ketika tahanan bisa kabur di sana, itu menunjukkan lemahnya profesionalitas dan koordinasi antarinstansi. Negara jelas kecolongan,” tutur Picky.

Sementara itu, Ketua DPC GMNI Deli Serdang, Ronaldo Simatupang, menilai peristiwa tersebut sebagai kegagalan negara dalam menjaga wibawa hukum. Ia menegaskan kelalaian ini berpotensi melanggar ketentuan Pasal 288 KUHAP terkait tanggung jawab pengamanan tahanan.

“PN, Kejari, dan Kepolisian tidak boleh saling lempar tanggung jawab. GMNI menuntut pencopotan pejabat pengamanan yang lalai, karena negara tidak boleh kalah di ruang sidang,” tegas Ronaldo.

Ketua PC IMM Deli Serdang, Arief, menambahkan bahwa persoalan utama terletak pada buruknya manajemen risiko dan pengamanan tahanan selama persidangan. Ia mendesak dilakukannya audit menyeluruh terhadap standar operasional prosedur (SOP).

“Ini bukan kesalahan teknis, melainkan kegagalan profesional. Kami mendesak audit SOP dan penonaktifan sementara pejabat terkait hingga investigasi tuntas,” ujarnya.

Desakan lebih keras disampaikan Ketua Himpunan Mahasiswa Al Washliyah, Hafiz Ayatullah Tampubolon. Ia meminta Kapolri dan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (IMIPAS) turun tangan langsung mengusut kasus tersebut.

“Kami menilai ada kejanggalan dalam peristiwa kaburnya tahanan ini. Jika perlu, copot Kalapas dan Kapolresta Deli Serdang karena lalai dalam mengomandoi institusi yang mereka pimpin,” kata Hafiz.

Aliansi Mahasiswa Cipayung Plus menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga ada kejelasan pertanggungjawaban dari institusi terkait. Mereka menilai, ketegasan negara dalam menyikapi insiden ini menjadi tolok ukur komitmen penegakan hukum dan kepercayaan publik terhadap aparat.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *