google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Dana BOK Puskesmas Gunting Saga Diduga Tak Transparan, LSM P3KI Soroti

  • Bagikan
banner 468x60

Kab Labuhanbatu Utara, iKoneksi.com – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Perkumpulan Pemerhati dan Pengawas Korupsi Indonesia (P3KI) wilayah Sumatera Utara menyoroti dugaan ketidaktransparanan penggunaan Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) di UPTD Puskesmas Gunting Saga, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara.

Ketua LSM P3KI Sumut, Syamsuddin Sianturi, mengungkapkan pihaknya telah melayangkan surat konfirmasi tertulis kepada UPTD Puskesmas Gunting Saga pada 31 Januari 2025 terkait penggunaan Dana BOK Tahun Anggaran 2023. Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan dari pihak puskesmas.

“Kami menduga ada ketidaktransparanan dalam penggunaan Dana BOK yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Non-Fisik. Jika benar, ini berpotensi melanggar Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP),” ujar Syamsuddin.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, Puskesmas Gunting Saga menerima Dana BOK Non-Fisik sekitar Rp1,54 miliar pada 2023. Namun, ada dugaan ketidaksesuaian dalam realisasi anggaran, terutama pada alokasi transportasi, perjalanan dinas, serta konsumsi. Beberapa program yang disoroti meliputi peningkatan mutu layanan ibu dan bayi, pemeriksaan kesehatan anak sekolah, penyuluhan ibu hamil, serta program perencanaan desa siaga.

Upaya konfirmasi kepada Kepala Puskesmas UPTD Gunting Saga, Nureltifah Hanum, hingga kini belum membuahkan hasil. Saat didatangi langsung, yang bersangkutan tidak berada di tempat, sementara panggilan telepon dan pesan WhatsApp juga tak mendapat respons.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak UPTD Puskesmas Gunting Saga terkait dugaan ini. LSM P3KI berharap pihak terkait segera memberikan klarifikasi dan membuka data penggunaan Dana BOK secara transparan kepada publik. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *