google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Tembok Pesantren Roboh Timpa Rumah Warga, Polisi dan BPBD Evakuasi Korban di Siantar Martoba

  • Bagikan
Tembok penahan salah satu pondok pesantren di Jalan Suka Damai, Kelurahan Pondok Sayur, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar, roboh dan menimpa rumah warga, Kamis (30/7/2026) malam.
banner 468x60
Tembok penahan salah satu pondok pesantren di Jalan Suka Damai, Kelurahan Pondok Sayur, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar, roboh dan menimpa rumah warga, Kamis (30/7/2026) malam.

Kota Pematangsiantar, iKoneksi.com – Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan tembok penahan salah satu pondok pesantren di Jalan Suka Damai, Kelurahan Pondok Sayur, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar, roboh dan menimpa rumah warga, Kamis (30/7/2026) malam. Peristiwa tersebut mengakibatkan lima penghuni rumah mengalami luka-luka dan kerugian material diperkirakan mencapai Rp30 juta.

Kapolsek Siantar Martoba, AKP Martua Manik, mengatakan peristiwa itu terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Kota Pematangsiantar sejak sekitar pukul 19.30 WIB. Sekitar satu jam kemudian, tembok penahan di area pondok pesantren tidak mampu menahan tekanan air hingga akhirnya ambruk dan menimpa rumah warga yang berada di sampingnya.

Mendapat laporan dari masyarakat, personel piket bersama petugas pengawas (Pawas) Polsek Siantar Martoba langsung menuju lokasi kejadian. Dalam perjalanan, petugas juga berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pematangsiantar serta meminta ambulans untuk membantu proses evakuasi korban.

Setibanya di lokasi, personel kepolisian bersama Camat Siantar Martoba segera mengevakuasi para korban dari dalam rumah yang tertimpa reruntuhan. Seluruh korban kemudian dibawa menggunakan ambulans ke RSUD dr. Djasamen Saragih guna mendapatkan penanganan medis.

AKP Martua Manik menjelaskan, korban yang mengalami luka di antaranya Hendra Subakti Saragih (45) dan Sami (83) yang mengalami cedera pada kedua lutut akibat tertimpa lemari. Sementara Misda Putri Saragih (20) mengalami luka pada kaki karena terkena paku, Muhammad Arianda (11) mengalami cedera pada jari kaki, dan Syafira Cantika (7) mengeluhkan nyeri di bagian perut akibat tertimpa reruntuhan.

“Berdasarkan hitungan sementara, kerugian material yang dialami warga akibat peristiwa ini diperkirakan mencapai sekitar Rp30 juta,” ujar Martua.

Selain melakukan evakuasi korban, personel Polsek Siantar Martoba bersama BPBD juga membantu membersihkan material bangunan yang menutup sebagian rumah warga. Proses pembersihan dilakukan untuk memastikan lokasi aman sekaligus memudahkan warga menyelamatkan barang-barang yang masih dapat digunakan.

Kapolsek mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan mengingat curah hujan di wilayah Kota Pematangsiantar masih cukup tinggi dan berpotensi memicu bencana serupa. Warga yang tinggal di sekitar lereng, bantaran sungai, maupun bangunan yang memiliki risiko kerusakan diminta segera melapor kepada pihak terkait apabila menemukan kondisi yang membahayakan.

Ia menambahkan, koordinasi antara kepolisian, BPBD, pemerintah kecamatan, dan tenaga kesehatan akan terus dilakukan untuk memastikan penanganan terhadap para korban berjalan dengan baik. Polisi juga mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan dan segera mengungsi apabila kondisi cuaca dinilai membahayakan.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *