google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Dari Aktivis Sosial ke Kursi DPRD, Jalan Politik Bayu Rekso Aji

  • Bagikan
filter: 0; jpegRotation: 0; fileterIntensity: 0.000000; filterMask: 0; module:1facing:0; hw-remosaic: 0; touch: (0.4922481, 0.4922481); modeInfo: ; sceneMode: Auto; cct_value: 0; AI_Scene: (-1, -1); aec_lux: 0.0; hist255: 0.0; hist252~255: 0.0; hist0~15: 0.0;
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com — Perjalanan politik Bayu Rekso Aji tidak lahir dari ambisi mengejar jabatan. Ketua Komisi B DPRD Kota Malang dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini justru mengawali langkahnya dari aktivitas sosial yang kemudian mengantarkannya ke panggung politik.

Bayu mengaku, ketertarikannya pada dunia politik muncul sejak bergabung dengan PKS pada 2003. Saat itu, ia melihat berbagai program sosial kemasyarakatan yang dinilai memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Berangkat dari Kegiatan Sosial

Sejak awal bergabung, Bayu aktif dalam berbagai kegiatan sosial yang digagas partai. Ia memulai dari level paling bawah, terlibat dalam kepengurusan di tingkat kelurahan hingga kecamatan. Perjalanan tersebut membentuk perspektifnya bahwa politik bukan sekadar ruang kekuasaan, melainkan sarana memperluas manfaat sosial.

“Awalnya karena kegiatan sosial. Saya melihat banyak hal yang bisa dilakukan untuk masyarakat,” ucap dia.

Baginya, aktivitas sosial menjadi fondasi penting dalam membangun kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat.

Motivasi Pengabdian, Bukan Jabatan

Bayu menekankan, keputusannya terjun ke politik bukan didorong keinginan menjadi anggota dewan. Ia justru melihat politik sebagai instrumen untuk memperbesar dampak pengabdian.

“Motivasinya pengabdian. Kalau hanya di struktur partai, jangkauan manfaatnya terbatas,” ucap dia.

Kesadaran tersebut muncul seiring meningkatnya peran Bayu dalam struktur organisasi PKS hingga tingkat kota. Ia merasa perlu meningkatkan kapasitas peran agar kontribusi yang diberikan dapat menjangkau lebih luas.

Langkah Politik yang Tidak Instan

Perjalanan menuju kursi legislatif tidak diraih secara mudah. Bayu pertama kali dicalonkan sebagai calon anggota legislatif pada Pemilu 2014. Namun, ia gagal meraih kursi DPRD pada kesempatan tersebut. Menurutnya, dalam kultur PKS, pencalonan bukan berdasarkan keinginan pribadi, melainkan penugasan dari partai.

“Saya tidak pernah meminta dicalonkan. Itu penugasan dari partai,” ungkapnya.

Kegagalan tersebut tidak membuatnya mundur. Ia tetap aktif dalam kegiatan sosial dan organisasi, sembari memperkuat basis dukungan.

Momentum 2019: Lolos ke DPRD

Kesempatan kedua datang pada Pemilu 2019. Maju dari Daerah Pemilihan (Dapil) Klojen, Bayu akhirnya berhasil terpilih sebagai anggota DPRD Kota Malang.

Kemenangan tersebut menjadi titik penting dalam perjalanan politiknya. Ia mulai menjalankan peran sebagai wakil rakyat, sekaligus memperluas ruang pengabdian yang selama ini dijalani. Di pertengahan periode, Bayu dipercaya mengemban posisi strategis sebagai Ketua Fraksi PKS di DPRD Kota Malang.

Terpilih Kembali dan Pimpin Komisi B

Kepercayaan publik kembali diraih pada Pemilu 2024. Bayu terpilih untuk kedua kalinya sebagai anggota DPRD Kota Malang. Dalam dinamika internal parlemen, ia kemudian dipercaya menjabat sebagai Ketua Komisi B, posisi yang memiliki peran penting dalam sektor ekonomi dan pembangunan daerah.

Menurutnya, penunjukan tersebut merupakan hasil kesepakatan antarpartai di DPRD, sekaligus keputusan internal partai.

“Penentuan Ketua Komisi adalah hasil kesepakatan. Dari PKS, ditentukan berdasarkan pertimbangan pengalaman dan rekam jejak,” lugas dia.

Fokus Perkuat Ekonomi dan UMKM

Sebagai Ketua Komisi B, Bayu menaruh perhatian besar pada penguatan ekonomi lokal. Fokus utamanya mencakup peningkatan pendapatan daerah serta kesejahteraan masyarakat.

“Salah satu sektor yang menjadi prioritas adalah pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM),” tekannya.

Menurutnya, UMKM memiliki peran strategis sebagai tulang punggung ekonomi daerah. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang mampu mendorong pertumbuhan sektor tersebut secara berkelanjutan.

Politik sebagai Sarana Manfaat

Bayu menyebutkan, hingga kini ia tetap memegang prinsip awal bahwa politik adalah alat untuk memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.

Perjalanan dari aktivis sosial hingga menjadi pimpinan komisi di DPRD menjadi refleksi bahwa proses panjang, konsistensi, dan komitmen menjadi kunci utama. Dengan posisi yang kini diembannya, Bayu berharap dapat terus memperluas kontribusi, khususnya dalam pembangunan ekonomi Kota Malang.

Komitmen Lanjutkan Pengabdian

Ke depan, Bayu berkomitmen menjaga amanah yang diberikan masyarakat dengan menghadirkan kebijakan yang berdampak nyata. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara legislatif, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan yang inklusif.

“Harapannya, kebermanfaatan itu bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” tukas alumnus UB itu.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *