google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Dari Dome UMM, Wamendikdasmen Tegaskan Juara Sejati adalah Kejujuran

  • Bagikan
banner 468x60

Kab Malang, iKoneksi.com — Suasana malam penutupan Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2025 di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berubah menjadi momen penuh kebanggaan dan haru. Di bawah sorotan lampu panggung Dome UMM yang megah, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) RI, Dr. Fajar Riza Ulhaq, M.Si., M.A., secara resmi menutup ajang bergengsi tingkat nasional itu pada Sabtu malam (11/10/2025).

Namun, lebih dari sekadar pengumuman juara, malam itu menjadi perayaan semangat, integritas, dan mimpi besar generasi muda Indonesia di dunia sains.

Panggung Ilmu dan Seni: “Science in Motion” Pukau Ribuan Peserta

Rangkaian acara penutupan OSN 2025 tak hanya menghadirkan momen penghargaan, tetapi juga keindahan seni yang menyatu dengan semangat sains. Kolaborasi apik antara UKM Sangsekerta dan FISIP Dance UMM menampilkan pertunjukan bertajuk “Science in Motion”, sebuah tarian kontemporer yang memadukan unsur modern dan tradisional dengan tema besar: sains sebagai gerak kehidupan.

Koreografi yang dinamis menggambarkan perjalanan manusia dari rasa ingin tahu menuju penemuan, dari eksperimen menuju penciptaan. Dentuman musik dan sorotan cahaya yang berpadu dengan tarian tradisional khas Nusantara menciptakan suasana yang memesona.

Tak ketinggalan, Paduan Suara Mahasiswa Gita Surya UMM menutup malam dengan harmoni megah, membawakan lagu bertema kebanggaan nasional dan semangat ilmuwan muda. Ribuan peserta OSN yang datang dari berbagai provinsi tampak larut dalam suasana haru sekaligus antusias.

DKI Jakarta Juara Umum, Jawa Timur Tunjukkan Taji

Setelah melewati serangkaian kompetisi ketat di bidang fisika, kimia, biologi, matematika, komputer, dan geografi, Provinsi DKI Jakarta keluar sebagai Juara Umum I OSN 2025.
Posisi kedua diraih Jawa Timur, tuan rumah penyelenggara, disusul Banten sebagai Juara Umum III.

Ajang yang mempertemukan talenta muda dari 30 provinsi ini menjadi bukti bahwa sains tak lagi dianggap kering dan eksklusif. Justru, di tangan anak-anak muda Indonesia, sains tampil hidup, kreatif, dan penuh semangat kolaborasi.

Fajar Riza: “Juara Sejati adalah Mereka yang Menjunjung Kejujuran”

Dalam pidatonya yang menggugah, Wamendikdasmen, Fajar Riza Ulhaq menekankan kemenangan sejati dalam sains bukan terletak pada medali, tetapi pada integritas dan daya juang. Ia menegaskan, kompetisi seperti OSN menjadi sarana membentuk karakter ilmuwan masa depan jujur, tangguh, dan pantang menyerah.

“Apapun hasilnya, kalian semua adalah juara. Dari Dome UMM malam ini, saya yakin akan lahir para ilmuwan Indonesia yang jujur, tangguh, dan berintegritas. Tidak ada yang mustahil selama kalian tekun dan menjunjung kejujuran. Itulah mata uang kehidupan yang sesungguhnya,” tegas Fajar.

Ia juga menyoroti pentingnya keseimbangan antara penguasaan ilmu pengetahuan dan kecerdasan emosional. Fajar menilai, sains tanpa moralitas hanya akan menghasilkan kemajuan tanpa arah. Karena itu, pemerintah berkomitmen memperkuat pendidikan berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) sekaligus menanamkan nilai-nilai kejujuran dan tanggung jawab sosial.

Lebih jauh, Fajar menyampaikan harapannya agar para finalis OSN tahun ini bisa menembus panggung dunia.

“Saya yakin, dari ajang ini akan lahir ilmuwan-ilmuwan Indonesia yang kelak mengharumkan nama bangsa di kancah internasional, bahkan hingga penghargaan Nobel,” ujarnya penuh optimisme.

UMM: Rumah Ilmu dan Moralitas

Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Malang, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, S.E., M.Si., menyampaikan kebanggaan atas terselenggaranya OSN 2025 di kampusnya. Ia menyebut, kegiatan ini sejalan dengan visi UMM sebagai kampus integratif antara ilmu, moral, dan keterampilan hidup.

“Kami bangga menjadi bagian dari tumbuhnya generasi sains Indonesia. UMM berkomitmen melahirkan insan paripurna ilmuwan yang unggul secara akademik dan bermoral tinggi,” kata Nazaruddin.

Rektor UMM juga menuturkan pihaknya tengah mengembangkan Direktorat Saintek serta berbagai center of excellence yang memperkuat kolaborasi lintas disiplin antara ilmu sains, teknologi, dan sosial. Langkah ini, ujarnya, merupakan bentuk keseriusan kampus dalam menyiapkan lulusan yang adaptif terhadap perubahan zaman dan siap berkontribusi nyata bagi masyarakat.

OSN 2025: Lebih dari Sekadar Lomba

Riza menyebutkan selama hampir sepekan penyelenggaraan, OSN 2025 di UMM bukan hanya ajang adu kecerdasan, tetapi juga arena pembentukan karakter. Ribuan pelajar dari Sabang hingga Merauke berbaur, saling belajar dan berbagi inspirasi.

Kampus putih itu menjelma menjadi laboratorium besar tempat ide, kolaborasi, dan semangat ilmiah tumbuh bersama.

“Bagi banyak peserta, OSN 2025 meninggalkan kesan mendalam bukan hanya karena medali, melainkan karena pengalaman berharga menjadi bagian dari “perayaan ilmu pengetahuan”. OSN di UMM membuktikan bahwa masa depan Indonesia bukan hanya ditentukan oleh para juara olimpiade, tetapi oleh generasi yang menjadikan ilmu dan kejujuran sebagai fondasi utama langkah mereka menuju Indonesia Emas 2045,” pungkas Riza. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *