google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Dari Kota Malang, Saifuddin Zuhri Serukan Pancasila Jadi Kompas Moral

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com — Semangat kebangsaan dan kepedulian sosial kembali digaungkan di Kota Malang. Anggota Komisi A DPRD Jawa Timur, Saifuddin Zuhri, mengadakan kegiatan sosialisasi bertajuk “Menumbuhkan Kepedulian dan Solidaritas agar Masyarakat Berdaya dan Tangguh dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara” di Gedung DPD LDII Kota Malang terletak di jalan S Supriadi Gg 11 no 21 Sukun, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Sabtu (8/11/2025).

Acara yang dihadiri puluhan peserta dan berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan. Hadir pula dua narasumber yang turut memberikan pandangan dan inspirasi dalam kegiatan tersebut, yakni I Made Riandiana Kartika, Anggota DPRD Kota Malang, serta Marhaen, tokoh masyarakat dan pemerhati kebangsaan.

Dalam sambutannya yang disampaikan di hadapan para peserta, Saifuddin Zuhri menegaskan untuk membangun masyarakat yang tangguh dan berdaya, tidak ada jalan lain selain menanamkan kembali nilai-nilai Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa. Menurutnya, di tengah dinamika zaman yang penuh tantangan, Pancasila harus kembali menjadi kompas moral bagi masyarakat Indonesia.

“Untuk mewujudkan masyarakat yang berdaya dan tangguh, tidak ada jalan lain kecuali menghikmati Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa. Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga menjadi pedoman etika dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” tegas Saifuddin Zuhri.

Politikus PDI Perjuangan ini menilai, di tengah derasnya arus globalisasi dan kemajuan teknologi, masyarakat harus memiliki kekuatan moral dan solidaritas sosial agar tidak terjebak dalam individualisme dan sikap apatis. Ia menekankan bahwa kepedulian terhadap sesama dan kerja sama lintas golongan menjadi fondasi penting dalam menjaga keutuhan bangsa.

Dalam kesempatan itu pula, Saifuddin mengumumkan komitmennya untuk membantu pembangunan Gedung LDII di Kecamatan Sukun dengan menyumbangkan dana sebesar Rp500 juta dan dari Made Riandiana Kartika sebesar Rp 300 juta yang berasal dari Pokir. Ia menyebutkan, langkah tersebut dilakukan bukan saja semata bentuk bantuan, melainkan juga tidak terlepas dari menunaikan janji politik saat Pemilu lalu dan amanah yang diberikan oleh Ketua Fraksi PDI Perjuangan MPR RI sekaligus Anggota DPR RI Dapil Malang Raya, Dr. Ahmad Basarah, serta sebagai senior dan mentornya.

“Bantuan ini bukan hanya bentuk dukungan moral, tapi juga bagian dari tanggung jawab politik kami kepada masyarakat. Ini sekaligus sebagai amanah yang diberikan oleh Pak Ahmad Basarah sebagai mentor dan senior saya dan Pak Made. PDIP akan selalu hadir dalam kerja nyata untuk umat,” ungkap Saifuddin.

Ia juga menegaskan pentingnya sinergi antara kelompok nasionalis dan ormas keagamaan seperti LDII untuk memperkuat fondasi kebangsaan Indonesia.

“LDII sebagai organisasi masyarakat Islam harus bersinergi dengan kekuatan nasionalis, dalam hal ini PDI Perjuangan, demi menjaga persatuan dan kemajuan bangsa,” ujarnya dengan lugas.

Sementara itu, I Made Riandiana Kartika, yang juga menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut, menyambut baik langkah Saifuddin dan PDIP dalam membangun komunikasi yang konstruktif dengan organisasi keagamaan. Ia menilai, kolaborasi seperti ini menjadi contoh konkret dari semangat gotong royong yang diajarkan oleh para pendiri bangsa.

“Kolaborasi antara elemen nasionalis dan religius ini sangat penting untuk menjaga keseimbangan. Kita semua memiliki tujuan yang sama, yaitu menciptakan masyarakat yang sejahtera, berdaya, dan berakhlak. Karena sejatinya, nilai-nilai Pancasila tidak pernah bertentangan dengan nilai-nilai agama,” ujar Made.

Sementara itu, narasumber kedua, Marhaen, menekankan pentingnya membangun kembali semangat solidaritas sosial yang mulai luntur di tengah masyarakat modern. Ia menegaskan, masyarakat yang tangguh bukan hanya ditopang oleh kekuatan ekonomi, tetapi juga oleh kekuatan moral dan spiritual.

“Kepedulian sosial adalah jantung dari kehidupan bangsa. Ketika masyarakat saling peduli, maka bangsa ini akan tetap kuat menghadapi berbagai krisis. Kita harus menjaga nilai gotong royong sebagai jati diri Indonesia,” tutur Marhaen dalam paparannya.

Kegiatan sosialisasi ini berlangsung interaktif, dengan para peserta aktif berdiskusi mengenai cara menanamkan kembali nilai kepedulian dan kebersamaan di lingkungan masing-masing. Sejumlah tokoh masyarakat yang hadir juga mengapresiasi langkah konkret Saifuddin Zuhri dan para legislator lainnya yang tidak hanya berbicara soal kebangsaan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat.

Menutup kegiatan tersebut, Saifuddin menekankan solidaritas sosial dan kebersamaan adalah modal utama dalam menjaga eksistensi bangsa.

“Selama kita berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila, serta saling bekerja sama lintas golongan dan kepercayaan, maka Indonesia akan tetap kokoh dan tidak mudah terpecah oleh perbedaan,” pungkasnya.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *