google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Darurat Narkoba! PIKI Pematangsiantar Minta Duta Anti Narkoba Segera Masuk Sekolah

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Pematangsiantar, iKoneksi.com – Persoalan penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda kembali menjadi sorotan. Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (DPC PIKI) Kota Pematangsiantar mendorong Dinas Pendidikan untuk membentuk Program Duta Anti Narkoba di tingkat SMA sebagai langkah konkret memperkuat pencegahan peredaran dan penyalahgunaan narkotika di lingkungan pelajar.

Ketua DPC PIKI Kota Pematangsiantar, Basrin A. Nababan SE, menilai pendekatan pencegahan akan lebih efektif apabila dilakukan oleh sesama generasi muda. Menurutnya, pelajar memiliki kemampuan berkomunikasi dengan bahasa yang lebih mudah diterima oleh rekan sebayanya dibandingkan metode sosialisasi konvensional.

“Kita membutuhkan agen perubahan di sekolah yang mampu mengedukasi, mengingatkan, sekaligus menjadi teladan bagi teman-temannya agar menjauhi narkoba,” ujar Basrin kepada iKoneksi.com, Selasa (16/6/2026).

Selain pembentukan Duta Anti Narkoba, Basrin juga meminta Pemerintah Kota Pematangsiantar memasukkan materi bahaya narkoba ke dalam kegiatan pendidikan mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran sejak dini.Subjudul 2

Edukasi Anti Narkoba Diminta Masuk Kurikulum Karakter

Basrin menegaskan edukasi mengenai narkotika tidak cukup dilakukan melalui seminar atau sosialisasi sesaat. Menurutnya, materi tersebut harus dikemas dalam bentuk kurikulum dan kegiatan berbasis karakter agar mampu membentuk ketahanan mental generasi muda terhadap berbagai pengaruh negatif.

“Edukasi bahaya narkoba harus disusun secara berkelanjutan dan terintegrasi sehingga mampu membangun kesadaran serta karakter pelajar untuk menolak narkoba,” sebut dia.

Ia mengapresiasi pelaksanaan Seminar Anti Narkoba yang digelar akhir pekan lalu di Kota Pematangsiantar. Kegiatan tersebut dinilai sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap ancaman narkoba yang semakin mengkhawatirkan dan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Basrin menilai penyalahgunaan narkotika bukan lagi sekadar persoalan hukum, melainkan telah menjadi ancaman serius terhadap masa depan generasi muda dan kualitas sumber daya manusia di daerah.Subjudul 3

220 Pelajar dan Mahasiswa Ikut Seminar Anti Narkoba

Sementara itu, Wali Kota Pematangsiantar melalui Dra. Happy Oikumenis Daeli menyampaikan bahwa narkotika merupakan ancaman serius bagi bangsa karena tidak hanya merusak kesehatan fisik dan mental, tetapi juga menghancurkan masa depan generasi muda serta mengganggu stabilitas sosial masyarakat. Menurutnya, generasi muda saat ini menjadi sasaran utama jaringan peredaran narkoba sehingga diperlukan peran aktif seluruh pihak untuk melindungi mereka dari bahaya tersebut.

Ketua Tim Kerja Seminar Anti Narkoba, Dr. Asister Siagian, mengatakan kegiatan yang digelar tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama dalam membangun generasi muda yang sehat, berkarakter, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.

Seminar Anti Narkoba itu diikuti sebanyak 220 peserta yang berasal dari 30 SMA/SMK di Kota Pematangsiantar serta sejumlah mahasiswa. Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi, tanya jawab, pemeriksaan urine, dan edukasi langsung dari narasumber yang berasal dari BNN, Polres Pematangsiantar, akademisi, serta Dinas Pendidikan. Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan lahir gerakan bersama untuk memperkuat benteng pencegahan narkoba di lingkungan pendidikan dan masyarakat.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *