google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

PDIP Tak Gabung Pemerintahan, Matthew Diemas Tegaskan Posisi Partai

  • Bagikan
banner 468x60

Kab Langkat, iKoneksi.com – Anggota DPRD Kabupaten Langkat sekaligus Bendahara DPC PDI Perjuangan Kabupaten Langkat, Matthew Diemas Bastanta, menegaskan bahwa posisi politik PDI Perjuangan terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto telah ditetapkan secara jelas dan tidak berada dalam posisi yang menggantung sebagaimana kerap dipersepsikan sejumlah pihak.

Menurut Matthew, perdebatan yang terus muncul mengenai posisi politik PDI Perjuangan justru menunjukkan masih adanya kesalahpahaman terhadap sikap resmi partai yang telah disampaikan secara terbuka sejak awal terbentuknya pemerintahan baru.

“Sejak awal PDI Perjuangan sudah menentukan sikap. Kami tidak ikut dalam pemerintahan, tetapi juga mengambil peran sebagai partai penyeimbang. Jadi tidak ada yang abu-abu atau menggantung,” kata Matthew.

Ia menilai, sikap tersebut merupakan bentuk konsistensi politik partai dalam menjalankan fungsi demokrasi sekaligus memastikan kepentingan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.

Matthew menjelaskan sistem ketatanegaraan Indonesia menganut sistem presidensial yang tidak mengenal pembagian secara kaku antara koalisi pemerintah dan oposisi seperti dalam sistem parlementer. Karena itu, menurutnya, keberadaan partai di luar pemerintahan tidak otomatis berarti menjadi oposisi yang selalu berseberangan dengan pemerintah. Dalam posisi sebagai partai penyeimbang, PDI Perjuangan akan memberikan dukungan terhadap setiap kebijakan pemerintah yang dinilai berpihak kepada rakyat. Sebaliknya, partai juga akan menjalankan fungsi kritik dan pengawasan apabila terdapat kebijakan yang dianggap perlu diperbaiki.

“PDI Perjuangan memilih menjadi partai penyeimbang. Ketika pemerintah mengeluarkan kebijakan yang berpihak kepada rakyat, tentu akan kami dukung. Namun jika ada kebijakan yang perlu diperbaiki, kami akan memberikan kritik dan masukan yang konstruktif demi kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Matthew, sikap tersebut merupakan bentuk tanggung jawab politik yang berorientasi pada kepentingan publik, bukan semata-mata pada posisi kekuasaan. Ia juga mempertanyakan alasan sejumlah partai politik yang terus menyoroti posisi PDI Perjuangan. Menurutnya, sikap partai berlambang banteng moncong putih itu telah berkali-kali disampaikan kepada masyarakat sehingga tidak lagi menimbulkan ruang tafsir yang berbeda.

“Saya juga heran mengapa ada partai-partai yang begitu sibuk mengurusi sikap PDI Perjuangan. Bukankah lebih baik masing-masing partai fokus menjalankan tugas dan tanggung jawab politiknya kepada rakyat? Sikap PDI Perjuangan sudah jelas, jadi tidak perlu lagi dipersoalkan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Matthew mengingatkan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, telah menegaskan arah politik partai yang tidak bergabung dalam pemerintahan. Meski demikian, PDI Perjuangan tetap menjalankan fungsi kontrol, pengawasan, serta memberikan masukan terhadap jalannya pemerintahan sebagai bagian dari mekanisme demokrasi yang sehat. Menurutnya, keberadaan partai penyeimbang memiliki peran penting untuk memastikan kebijakan pemerintah tetap berjalan sesuai kepentingan rakyat, konstitusi, dan prinsip-prinsip demokrasi.

“Yang menjadi fokus kami bukan soal berada di dalam atau di luar pemerintahan. Fokus kami adalah mengawal kepentingan rakyat. Itulah sebabnya PDI Perjuangan memilih menjadi partai penyeimbang yang objektif, kritis, dan konstruktif,” pungkasnya.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *