google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Desa Sumbergondo Tawarkan Wisata Alam hingga Edukasi Unik

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Batu, iKoneksi.com — Di lereng Gunung Arjuno sisi Kota Batu, Jawa Timur, berdiri sebuah desa yang perlahan mencuri perhatian wisatawan. Desa Sumbergondo kini berkembang menjadi desa wisata dengan konsep alam, budaya, hingga edukasi yang terintegrasi.

Dibalut udara sejuk dan hamparan hijau yang luas, Sumbergondo menawarkan pengalaman berbeda. Tidak hanya menyuguhkan panorama alam, desa ini juga mengembangkan inovasi wisata berbasis masyarakat yang berdampak langsung pada perekonomian warga.

Sawah Genting Jadi Ikon Baru

Salah satu daya tarik utama yang kini mulai dikenal adalah Sawah Genting, sebuah panggung terbuka yang berada di tengah area persawahan. Konsep ini menghadirkan pengalaman unik bagi wisatawan, dengan latar alam terbuka yang kerap digunakan untuk berbagai kegiatan, mulai dari pertunjukan musik hingga festival budaya.

Ketua BUMDes Sumbergondo, Anditya Fitrawan, menyebut pengembangan wisata desa tidak lepas dari sinergi seluruh elemen masyarakat.

“Konsep ini kami rancang sebagai ruang terbuka yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai event. Responsnya cukup positif,” katanya.

Dalam waktu dekat, lokasi ini juga menjadi salah satu pusat kegiatan dalam agenda budaya desa yang terus dikembangkan.

Kampung Tematik Perkuat Daya Tarik

Tak berhenti di situ, Sumbergondo juga tengah merintis kampung tematik sebagai penguatan identitas wisata. Dua konsep yang disiapkan yakni Kampung Marigold dan Kampung Wortel.

“Kampung Marigold dikembangkan berdasarkan potensi warga yang mayoritas merupakan petani bunga marigold, sementara Kampung Wortel hadir dengan konsep wisata keluarga yang dilengkapi wahana permainan anak,” jelas dia.

“Pengembangan Kampung Wortel sudah didukung investor lokal. Harapannya bisa segera beroperasi dan menjadi daya tarik baru,” sebut Anditya.

Edukasi Sampah Jadi Pembeda

Yang membuat Sumbergondo berbeda dari desa wisata lain adalah keberadaan wisata edukasi pengelolaan sampah. Sejak 2019, desa ini berhasil mandiri dalam pengelolaan sampah dan tidak lagi mengirim limbah ke TPA.

“Melalui fasilitas TPS3R, wisatawan diajak memahami proses pengolahan sampah dari hulu ke hilir, termasuk pemilahan, pengolahan, hingga pemanfaatan kembali. Program ini bahkan menarik perhatian tamu dari berbagai daerah, mulai dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan hingga Papua,” terangnya.

Ia menyebutkan selain berdampak pada lingkungan, sistem ini juga membuka lapangan pekerjaan bagi warga serta meningkatkan perputaran ekonomi desa.

Paket Wisata Terjangkau

Kepala Desa Sumbergondo, Hadi Purwanto, menjelaskan seluruh potensi desa dikemas dalam paket wisata terpadu yang fleksibel sesuai kebutuhan pengunjung. Wisatawan dapat memilih paket mulai dari edukasi pertanian, pengelolaan sampah, hingga kunjungan ke destinasi lokal seperti kebun dan pusat kuliner.

“Konsepnya terintegrasi. Pengunjung datang ke satu titik, lalu bisa memilih paket sesuai minat,” terang Hadi.

Hadi memaparkan harga paket pun relatif terjangkau, berkisar antara Rp 75 ribu hingga Rp100 ribuan, termasuk fasilitas edukasi, konsumsi, hingga pemandu.

Dorong Ekonomi dan Edukasi

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto, menilai Sumbergondo sebagai salah satu contoh desa wisata yang berkembang pesat. Menurutnya, seluruh desa wisata di Kota Batu kini telah masuk kategori maju dalam jejaring desa wisata nasional.

“Setiap desa punya keunggulan masing-masing. Sumbergondo menonjol dengan konsep alam dan edukasi sampah yang inovatif,” ujarnya.

Ia menuturkan, model wisata seperti ini tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan lingkungan.

Menuju Kampung Wisata Terpadu

Ke depan, Sumbergondo menargetkan diri sebagai kampung wisata terpadu dengan mengintegrasikan seluruh potensi desa, mulai dari pertanian, budaya, hingga edukasi. Langkah ini diharapkan Hadi mampu meningkatkan nilai ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat posisi Sumbergondo sebagai destinasi unggulan di Kota Batu.

“Dengan kombinasi alam, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat, Desa Sumbergondo bukan sekadar tempat berlibur tetapi juga ruang belajar dan inspirasi,” pungkas Hadi.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *