Menu
Koneksi Informasi Pikiran Merdeka

Di Balik Meningkatnya Daya Serap Gabah Hingga 10 Ribu Ton, Bulog Pematangsiantar Ungkap Tantangan Mutu

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Pematangsiantar, iKoneksi.com— Keberhasilan Perum Bulog Kantor Cabang Pematangsiantar menyerap 10.000 ton gabah kering panen (GKP) sepanjang 2025 tak lepas dari satu faktor utama: kualitas gabah petani. Bulog menegaskan bahwa mutu gabah sangat menentukan nilai rendemen dan hasil penggilingan.

Kepala Cabang Perum Bulog Pematangsiantar, Berdian Damanik, mengungkapkan penyerapan gabah tertinggi terjadi pada bulan Maret 2025, dengan capaian sekitar 2.000 ton. Disusul bulan November di kisaran 1.500–1.800 ton, serta April dengan sekitar 800–830 ton.

Namun di balik angka tersebut, Berdian menyoroti masih adanya tantangan kualitas gabah di tingkat petani. Ia menyebut, secara fisik beberapa jenis bibit tampak bagus, namun hasil gilingnya tidak selalu optimal.

“Secara fisik bagus, tapi ketika digiling, hasilnya kadang mengecewakan. Ada yang rendemennya hanya 44 persen, bahkan tidak sampai 48 persen,” ungkapnya.

Menurut Berdian, hal tersebut menjadi pekerjaan rumah bersama antara petani, penyuluh, dan instansi terkait. Pemilihan bibit unggul, teknik tanam, serta pengendalian hama sangat menentukan kualitas gabah yang dihasilkan.

“Gabah itu menentukan segalanya. Kalau kualitasnya bagus, rendemennya bagus, hasil penggilingan juga maksimal,” katanya.

Untuk tahun 2026, Bulog Pematangsiantar masih menunggu penetapan target resmi. Meski begitu, Berdian menyebut pemerintah pusat telah menaikkan target serapan nasional dari 3 juta ton menjadi 4 juta ton.

“Target nasional naik. Tinggal nanti dibagi ke wilayah. Tapi melihat capaian tahun ini, sangat mungkin target kami naik dari 10.000 ton,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa upaya meningkatkan serapan gabah tidak bisa dilakukan oleh Bulog semata. Diperlukan sinergi lintas sektor, termasuk dinas pertanian, dinas pangan, PPL, serta petani.

“Ini bukan kerja satu pihak. Dari bibit sampai panen, semua harus sejalan,” tegas Berdian.

“Dengan perbaikan kualitas gabah dan kolaborasi yang kuat, Bulog optimis serapan gabah di wilayah Pematangsiantar ke depan tidak hanya meningkat secara kuantitas, tetapi juga memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi petani,” tukasnya.

banner 325x300 banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *