google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Digitalisasi Sapi Perah di Malang: Langkah OJK Dorong Ekonomi Kerakyatan

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com – Upaya pemerintah untuk memperkuat ekonomi daerah lewat sektor peternakan kini memasuki babak baru. Sebuah program ambisius bertajuk Digitalisasi Ekosistem Sapi Perah” resmi diluncurkan di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang, Selasa (14/10). Program ini bukan sekadar proyek digitalisasi biasa, melainkan bagian dari visi besar memperkuat fondasi ekonomi rakyat berbasis inklusi keuangan dan teknologi.

Inisiatif ini digagas oleh OJK bersama International Labour Organization (ILO) dan didukung penuh oleh Kementerian Keuangan RI serta mitra internasional seperti SECO Switzerland. Peluncuran tahap pertama ini dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Hasan Fawzi (Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Keuangan OJK), HM. Sanusi (Bupati Malang), serta Adi Budiarso (Direktur Pengembangan Perbankan Kemenkeu). Perwakilan dari ILO, SECO, dan koperasi sapi perah di Kabupaten Malang juga turut serta.

Membangun Akses Pembiayaan Melalui Teknologi

Program ini menjadi bagian dari PROMISE II Impact Project, inisiatif OJK–ILO yang berfokus pada peningkatan akses pembiayaan bagi UMKM melalui digitalisasi rantai nilai. Di sektor sapi perah, transformasi tersebut diwujudkan lewat penerapan Enterprise Resource Planning (ERP) sistem digital yang mengintegrasikan berbagai aspek penting seperti data produksi susu, logistik, keuangan, hingga kesehatan ternak.

Menurut Hasan Fawzi, ERP bukan hanya sistem pencatatan, tetapi solusi digital yang menyeluruh.

“ERP bukan hanya alat pencatatan. Ini solusi yang bisa meningkatkan efisiensi, akurasi data, dan membuka akses pembiayaan formal yang selama ini sulit dijangkau peternak kecil,” tegasnya.

Melalui sistem ini, setiap data yang dihasilkan peternak akan terhubung secara real-time dengan Penyelenggara Pemeringkat Kredit Alternatif (PKA) dan Agregator Jasa Keuangan (PAJK). Dengan begitu, lembaga keuangan dapat menilai risiko dengan lebih akurat dan transparan. Peternak yang sebelumnya tergolong underbanked atau bahkan unbankable kini memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan pembiayaan.

Malang, Potensi Raksasa Sapi Perah Nasional

Kabupaten Malang dikenal sebagai salah satu sentra sapi perah terbesar di Indonesia. Berdasarkan data Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang, populasi sapi perah mencapai 85.820 ekor dengan produksi susu mencapai 75.568,68 ton hingga Juni 2025. Ada sekitar 12.051 peternak yang menggantungkan hidup dari sektor ini.

Melihat potensi besar tersebut, Bupati Malang HM. Sanusi menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjadikan Malang sebagai percontohan nasional dalam digitalisasi peternakan.

“Kami berharap Malang bisa menjadi model nasional. Digitalisasi ini bukan hanya soal efisiensi, tapi juga kesejahteraan peternak, ketahanan pangan, dan penguatan ekonomi lokal,” kata Sanusi.

Sanusi juga menilai, kehadiran sistem ERP dan dukungan lembaga keuangan akan mempercepat proses modernisasi peternakan rakyat.

“Dengan data yang terintegrasi, koperasi dan peternak dapat memetakan kebutuhan modal, produksi, serta distribusi susu secara lebih presisi,” tutur Sanusi.

Dukungan Pemerintah dan Mitra Internasional

Dari sisi pemerintah pusat, dukungan juga datang dari Kementerian Keuangan. Direktur Pengembangan Perbankan, Adi Budiarso, menegaskan bahwa digitalisasi sektor riil menjadi bagian penting dari strategi nasional memperluas akses keuangan dan memperkuat ekonomi kerakyatan.

“Ini bukan sekadar proyek. Ini adalah gerakan bersama membangun kemandirian ekonomi rakyat lewat teknologi dan inklusi keuangan,” ucap Adi dengan tegas.

Dukungan mitra internasional seperti ILO dan SECO Switzerland menunjukkan bahwa inisiatif ini bukan hanya memiliki dampak lokal, tapi juga signifikansi global dalam konteks pembangunan berkelanjutan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Sinergi Inovasi dan Kesejahteraan Peternak

Sebagai bagian dari peluncuran, digelar pula Focused Group Discussion (FGD) bertema “Meningkatkan Kualitas Ekosistem Sapi Perah Melalui Akses Keuangan dan Transformasi Digital”. Diskusi ini mempertemukan pemangku kepentingan lintas sektor mulai dari regulator, koperasi, hingga pelaku usaha peternakan. Agenda tersebut ditutup dengan kunjungan lapangan ke sejumlah koperasi sapi perah di Malang untuk melihat langsung implementasi digitalisasi di tingkat peternak.

“Melalui program ini, OJK bersama ILO dan seluruh mitra strategis berkomitmen memperkuat daya saing koperasi serta UMKM peternakan berbasis teknologi digital. Tujuannya jelas: membuka ruang bagi pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan, inklusif, dan berkeadilan,” pungkas Adi.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *