google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Dishub Kota Batu Mantapkan Operasi Nataru, FLLAJ Sepakati Rekayasa Lalu Lintas

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Batu, iKoneksi.com – Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) Kota Batu menggelar rapat koordinasi Tahap IV untuk memastikan kesiapan transportasi menghadapi periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Mengusung tema “Merajut Kolaborasi Stakeholder dalam Kesiapan Angkutan Nataru 2025/2026”, pertemuan tersebut menegaskan komitmen bersama untuk mewujudkan lalu lintas yang aman, sinergis, dan ramah lingkungan di kota wisata Batu.

Rakor yang dihadiri Wali Kota Batu Nurochman, S.H., M.H., jajaran Polres Batu, Dinas Perhubungan, Dinas PUPR, Dinas Pariwisata, serta sejumlah instansi terkait itu menghasilkan sejumlah keputusan teknis dan rencana mitigasi untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan.

Dalam sambutannya, Wali Kota Batu, Nurochman menekankan kesiapan lalu lintas menjadi faktor penting dalam membangun kesan pertama bagi wisatawan.

“Sebagai kota wisata, kita harus meninggalkan ego sektoral dan merajut sinergi. Wisatawan mancanegara kini tertarik pada wisata alam kita, sehingga promosi perlu menggunakan gaya dan bahasa global,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan rencana jangka panjang untuk mengurai kepadatan, di antaranya pembukaan akses jalan baru bekerja sama dengan Perhutani, terutama jalur yang menghubungkan wilayah Sukorejo dan Lawang. Wali Kota menyoroti perlunya pembangunan parkir bertingkat melalui pembiayaan non-APBD dan penggunaan teknologi untuk rekayasa lalu lintas. Ia meminta agar instansi menghindari penggunaan diksi “macet” dalam informasi publik dan mengajak seluruh pihak menjaga kelancaran selama Nataru.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Batu, Hendry Suseno, memprediksi lonjakan volume kendaraan mencapai 19–20 persen, terlebih adanya dua periode long weekend yang berdekatan. Dishub menyiapkan personel tambahan, memaksimalkan fasilitas jalan, serta menggelar rampcheck di delapan lokasi untuk memastikan kelaikan angkutan wisata.

“Pengaturan parkir juga diperketat. Gate parking akan dipasang di Alun-Alun, sementara kantong parkir di depan Bakso Kota dikosongkan dan dialihkan ke area parkir Alun-Alun. Parkir bus wisata akan dipusatkan di sejumlah rest area yang telah disiapkan,” sebut Hendry.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Batu, AKP Kevin Ibrahim, S.Tr.K., S.I.K., menjelaskan sebanyak 293 personel akan diterjunkan dengan penguatan enam Pos Pengamanan dan satu Pos Pelayanan. Pos Yan Batos akan menjadi pusat komando utama. Penindakan pelanggaran akan ditopang oleh 10 titik ETLE statis serta satu unit ETLE mobil.

“Berbagai skema rekayasa lalu lintas disiapkan secara berjenjang, mulai dari penanganan titik rawan hingga pengaturan arus berdasarkan volume kendaraan. Sejumlah opsi rekayasa yang disiapkan meliputi contraflow dari P.3 Krematorium menuju SP.3 Dewi Sartika serta penerapan one way di Jalan Ir. Soekarno dengan jalur alternatif Wukir atau Junrejo,” beber Hendry.

Penutupan total ruas jalan di sekitar Alun-Alun akan dilakukan pada malam pergantian tahun jika terjadi peningkatan signifikan jumlah kendaraan, terutama bila arus di exit tol melebihi 1.500 unit atau okupansi hotel mencapai 80 persen.

Kevin juga meminta dukungan PHRI dan pelaku usaha wisata untuk menyiapkan kantong parkir tambahan agar tidak terjadi parkir sembarangan yang dapat memicu kepadatan.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *