google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Dishub Kota Malang Optimalkan TransJatim, Penambahan Belum Mendesak

  • Bagikan
filter: 0; jpegRotation: 180; fileterIntensity: 0.000000; filterMask: 0; module:1facing:0; hw-remosaic: 0; touch: (-1.0, -1.0); modeInfo: ; sceneMode: Night; cct_value: 0; AI_Scene: (-1, -1); aec_lux: 0.0; hist255: 0.0; hist252~255: 0.0; hist0~15: 0.0;
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com — Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang menilai penambahan armada TransJatim belum menjadi prioritas dalam waktu dekat. Fokus pemerintah kota saat ini adalah mengoptimalkan layanan transportasi yang sudah ada, sembari menyiapkan skema angkutan pelajar sebagai sistem pengumpan (feeder).

Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, mengatakan antusiasme masyarakat terhadap TransJatim memang terlihat cukup tinggi. Namun, menurutnya, kondisi tersebut belum serta-merta menjadi dasar penambahan unit armada.

“Untuk sementara, menurut kami TransJatim masih cukup. Kita optimalkan dulu yang ada. Memang kelihatan antusiasme masyarakat, tapi penambahan unit belum saatnya,” kata Widjaja.

Ia menegaskan, Dishub Kota Malang tidak ingin terburu-buru mengambil kebijakan penambahan armada TransJatim tanpa mempertimbangkan keberlanjutan moda transportasi lainnya. Pemerintah kota justru tengah mendorong integrasi layanan angkutan lokal agar saling menopang.

“Kita juga harus mengoptimalkan angkutan yang lain. Jangan sampai TransJatim berkembang, tapi angkutan lokal justru mati,” tegasnya.

Sebagai langkah strategis, Dishub Kota Malang saat ini menyiapkan program angkutan pelajar yang dirancang sebagai feeder bagi moda transportasi utama. Program ini ditujukan untuk menjangkau wilayah-wilayah yang selama ini belum terlayani angkutan kota secara optimal.

Widjaja menyebutkan, skema angkutan pelajar tersebut tengah memasuki tahap akhir regulasi. Peraturan Wali Kota (Perwali) sebagai payung hukum pelaksanaannya kini dalam proses pembahasan.

“Perwalinya sudah disusun, tinggal dibahas sedikit lagi. Kalau itu selesai, kita langsung kontrak,” sebut dia.

Data operasional angkutan pelajar, lanjut Widjaja, sudah tersedia. Rute yang disiapkan sebagian besar memanfaatkan jalur angkutan kota eksisting, dengan penambahan di wilayah yang selama ini tidak terlayani.

“Sekolah-sekolah yang tidak ada jalur angkutan kota, itu yang kita buka aksesnya. Misalnya ke SMP 23 dan beberapa sekolah lain yang selama ini sulit dijangkau,” terangnya.

Program ini diharapkan Widjaja mampu mengurangi ketergantungan pelajar pada kendaraan pribadi, sekaligus memperkuat ekosistem transportasi publik di Kota Malang. Dishub menargetkan layanan ini dapat segera berjalan setelah regulasi rampung.

Terkait penambahan armada TransJatim, Widjaja memastikan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur tetap dilakukan. Namun, hingga kini belum ada pembahasan serius mengenai penambahan unit baru.

“Dengan provinsi belum ada rencana penambahan. Prinsipnya, menurut kami belum saatnya,” pungkasnya.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *