google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

DLH Kota Malang Perkuat Budaya Peduli Lingkungan

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang terus memperkuat budaya peduli lingkungan dengan mendorong partisipasi aktif masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui program penghargaan lingkungan bagi RW, sekolah, dan lembaga yang dinilai konsisten menjalankan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.

Pelaksana Harian Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, mengatakan program tersebut merupakan agenda rutin yang dirancang untuk menilai praktik nyata di lapangan. Penghargaan diberikan bukan sekadar simbol, melainkan bentuk apresiasi atas komitmen masyarakat menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

“Program ini kami lakukan secara berkelanjutan untuk mendorong keterlibatan warga, sekolah, dan lembaga dalam perlindungan lingkungan hidup,” kata Raymond.

Pada tahun ini, sekitar 50 penerima memperoleh penghargaan dari berbagai tingkatan. Enam di antaranya berhasil meraih penghargaan tingkat nasional. Penerima tingkat provinsi memperoleh dukungan berupa kendaraan roda tiga untuk menunjang pengelolaan sampah, sedangkan penerima tingkat kota mendapatkan dana pembinaan.

“Dana pembinaan tingkat kota diberikan dengan nominal bervariasi, mulai dari Rp500 ribu hingga Rp15 juta. Mayoritas penerima berasal dari RW di Kota Malang. Kami menilai RW memiliki peran strategis karena berada di garda terdepan dalam menjaga kebersihan lingkungan permukiman,” kata Wahyu.

Proses penilaian dilakukan secara menyeluruh dan terukur. Aspek yang dinilai meliputi kebersihan lingkungan, sistem pengelolaan sampah, ketersediaan tempat sampah terpilah, pengolahan kompos, serta upaya penghijauan. Indikator tersebut digunakan untuk memastikan keberlanjutan pengelolaan lingkungan.

“Penilaian melibatkan berbagai unsur lintas sektor. Akademisi dari Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang dan Universitas Brawijaya dilibatkan untuk menjaga objektivitas. Selain itu, tim penilai juga terdiri dari DLH provinsi, DLH kabupaten, serta perangkat daerah Kota Malang,” beber Wahyu.

Raymond menjelaskan tidak semua peserta langsung menerima penghargaan. Sejumlah RW, sekolah, dan lembaga masih membutuhkan pembinaan lanjutan. Kendala yang kerap ditemui antara lain penataan sampah yang belum optimal dan minimnya sarana pendukung.

“DLH Kota Malang tidak hanya melakukan penilaian, tetapi juga memberikan solusi. Fasilitas berupa tempat sampah dan sarana komposting disediakan untuk membantu perbaikan sistem pengelolaan lingkungan. Pendampingan dilakukan agar peserta dapat memenuhi standar yang ditetapkan,” ungkapnya.

“Tujuan utama kami bukan sekadar memberi penghargaan, tetapi membangun komitmen lingkungan jangka panjang,” ujarnya.

Penerima penghargaan tingkat kota akan didorong untuk mengikuti seleksi ke jenjang provinsi, kemudian berpeluang melaju ke tingkat nasional. Raymond berharap mekanisme berjenjang ini dapat menumbuhkan budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan di Kota Malang.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *