google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

DLH Kota Malang Siapkan Arjowinangun Menuju Proklim Lestari 2026

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com – Kota Malang kembali menegaskan langkahnya sebagai kota yang peduli terhadap isu perubahan iklim. Kali ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang tengah mempersiapkan RW 5 Kelurahan Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang, untuk menuju Program Kampung Iklim (Proklim) Lestari sebuah penghargaan tertinggi dalam bidang adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di tingkat nasional.

Target ambisius ini ditetapkan untuk dicapai pada tahun 2026, menandai komitmen kuat Pemerintah Kota Malang dalam mendorong masyarakat agar lebih aktif menjaga keseimbangan lingkungan dan membangun sistem ketahanan terhadap dampak perubahan iklim.

Dari Pratama Hingga Lestari: Perjalanan Panjang Menuju Puncak Proklim

Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Kota Malang, Tri Santoso, menjelaskan Proklim memiliki tiga tingkatan penghargaan, yaitu Pratama, Utama, dan Lestari. Dari ketiga tingkatan itu, Lestari merupakan level tertinggi yang hanya diberikan kepada wilayah yang mampu membina setidaknya 10 kampung lain dalam pelaksanaan kegiatan ramah lingkungan.

“Kalau yang menuju Lestari itu RW 5 Arjowinangun. Mereka ini sudah bertahap. Kalau sudah meraih kategori Utama dua kali berturut-turut, baru bisa diproses ke tingkat Lestari. Sekarang kami sedang berupaya agar bisa tercapai di 2026,” kata Tri Santoso, Jumat (24/10/2025).

Ia menambahkan, penilaian menuju Proklim Lestari tidaklah mudah. Selain dinilai oleh tim nasional, setiap kampung harus menunjukkan data, aktivitas, dan keberlanjutan program yang terdokumentasi dengan baik.

“Harus bisa menunjukkan binaan minimal 10 wilayah lain. Jadi RW membina RW,” tegasnya.

Warga Bergerak, DLH Dampingi dari Dekat

DLH Kota Malang tak berjalan sendiri. Mereka menggandeng warga RW 5 Arjowinangun untuk bersama-sama mengembangkan berbagai kegiatan ramah lingkungan. Setiap aktivitas, mulai dari kerja bakti, urban farming, hingga pengelolaan sampah dan air, kini didorong agar terdata secara digital.

“Mereka harus mendokumentasikan kegiatan, laporannya, semuanya digitalisasi. Nah, DLH mendampingi proses itu. Bahkan kami menyediakan tenaga untuk pengisian form onlinenya,” jelas Tri.

Pendampingan ini menjadi bukti komitmen DLH untuk memastikan setiap langkah menuju Proklim Lestari benar-benar terukur dan dapat dipertanggungjawabkan. Bagi DLH, penghargaan bukanlah tujuan akhir, tetapi bentuk apresiasi atas kerja kolektif masyarakat dalam menjaga bumi.

Dari Kampung Bersinar ke Kampung Proklim

Upaya RW 5 Arjowinangun menuju Proklim Lestari bukanlah proses instan. DLH Kota Malang mencatat, wilayah tersebut telah memulai perjalanan lingkungannya sejak tahun 2020 dengan meraih predikat Kampung Bersinar (Bersih, Indah, dan Rapi). Setahun kemudian, mereka naik kelas menjadi Kampung Proklim tingkat dasar.

“Proklim Lestari ini kami persiapkan sejak 2021. Mereka aktif, mulai dari penghijauan, pengelolaan sampah, hingga kegiatan sosial. Jadi memang sudah lama bergerak,” ucap Tri.

Kini, DLH terus mendorong agar setiap kampung memiliki potensi unggulan lingkungan. Misalnya, ada kampung yang unggul di bidang pengelolaan sampah, ada yang kuat di konservasi air, dan ada pula yang fokus pada urban farming. Potensi inilah yang kemudian menjadi nilai tambah dalam penilaian Proklim.

Kolaborasi CSR dan Perguruan Tinggi

Dalam mewujudkan target besar ini, DLH Kota Malang juga menggandeng sektor swasta dan akademisi. Melalui Forum Corporate Social Responsibility (CSR) dan Forum Proklim, DLH mengidentifikasi kebutuhan tiap kampung untuk memperkuat kegiatan lingkungan mereka.

“Kami sudah beberapa kali mengundang perusahaan yang tergabung dalam Forum CSR, termasuk dari perguruan tinggi. Kami duduk bersama untuk mendata kebutuhan kampung, agar program ini benar-benar tepat sasaran,” terang Tri.

Dukungan dari pihak swasta dan perguruan tinggi diharapkan dapat mempercepat transformasi kampung ramah lingkungan di Kota Malang, sekaligus memperluas dampak sosial dan ekologisnya.

Menuju Kota Tangguh Iklim dan Berkelanjutan

Langkah Kota Malang menyiapkan RW 5 Arjowinangun menuju Proklim Lestari merupakan bagian dari visi besar kota untuk menjadi Kota Tangguh Iklim kota yang tidak hanya bersih, tapi juga adaptif terhadap perubahan lingkungan.

Dengan dukungan DLH, warga, dan sektor swasta, perjalanan menuju 2026 bukan sekadar tentang meraih penghargaan nasional, melainkan upaya kolektif untuk menjaga masa depan bumi dari skala terkecil: lingkungan tempat tinggal.

“Kalau semua RW bergerak seperti di Arjowinangun, maka perubahan nyata itu bukan sekadar mimpi. Kota Malang bisa menjadi contoh nasional bagaimana perubahan dimulai dari kampung,” pungkas Tri dengan optimis.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *