google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

DLH Kota Malang Ungkap Lonjakan Sampah Saat Lebaran Tembus 600 Ton Perhari

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang memastikan volume sampah selama libur Lebaran 2026 tetap terkendali. Meski sempat mengalami lonjakan, peningkatan tersebut dinilai tidak signifikan dan hanya berlangsung dalam waktu singkat.

Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond, mengungkapkan bahwa kenaikan volume sampah terjadi pada dua hari tertentu, yakni 18 dan 19 Maret 2026.

“Biasanya sampah yang masuk ke TPA Supit Urang sekitar 500 sampai 550 ton per hari. Pada dua hari itu naik menjadi sekitar 600 ton,” tutur Raymond.

Lonjakan Dipicu Libur Pengelola Sampah Mandiri

Raymond menjelaskan, lonjakan tersebut bukan semata karena peningkatan aktivitas masyarakat saat Lebaran, tetapi juga dipengaruhi berhentinya sementara pengelolaan sampah mandiri. Selama ini, sebagian sampah di Kota Malang dikelola melalui bank sampah dan Rumah Pilah Kompos Daur Ulang (PKD). Namun, saat libur Lebaran, aktivitas tersebut ikut terhenti karena para pengelola mudik.

“Ketika pengelola mandiri libur, sampah yang biasanya diolah langsung masuk ke TPA,” sebut mantan Sekdin Diskoperindag Kota Malang itu.

Kondisi ini dikatakan Raymond membuat beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supit Urang meningkat dalam waktu singkat.

Kawasan Wisata Jadi Penyumbang

Lonjakan sampah juga dipicu meningkatnya aktivitas di sejumlah titik keramaian. Kawasan wisata seperti Kayutangan serta sejumlah penginapan menjadi penyumbang utama peningkatan volume sampah. Menurut DLH, jenis sampah yang mendominasi adalah sampah plastik, terutama dari bungkus makanan.

“Didominasi sampah plastik bekas konsumsi,” ucap Raymond.

Hal ini ditekankan Raymond sejalan dengan tingginya mobilitas wisatawan dan pemudik yang memanfaatkan momen Lebaran untuk berlibur.

Cepat Turun, Kembali ke Kondisi Normal

Meski sempat melonjak, DLH memastikan kondisi tersebut tidak berlangsung lama. Setelah dua hari, volume sampah kembali normal di kisaran 500 ton per hari. Stabilnya kondisi ini menunjukkan sistem pengelolaan sampah di Kota Malang masih mampu menahan lonjakan musiman.

DLH Siaga di Titik Keramaian

Untuk mengantisipasi penumpukan sampah, DLH menyiagakan personel dan armada di berbagai titik strategis, terutama di lokasi dengan tingkat aktivitas tinggi.

“Saat pelaksanaan Salat Id, misalnya, DLH menambah personel di sekitar Masjid Jami dan Masjid Sabilillah. Di Masjid Jami, sebanyak 30 personel dan dua truk disiagakan, sementara di Masjid Sabilillah ditambah 20 personel. Setelah kegiatan selesai, petugas langsung membersihkan sampah di lokasi,” urai Raymond.

Langkah cepat ini dinilai Raymond efektif mencegah penumpukan sampah di area publik.

Sistem Teruji, Tantangan Tetap Ada

Kondisi Lebaran tahun ini menjadi gambaran bahwa sistem pengelolaan sampah di Kota Malang cukup tangguh menghadapi lonjakan musiman.

“Namun, DLH tetap mengingatkan pentingnya peran masyarakat, terutama dalam mengelola sampah secara mandiri agar beban TPA tidak meningkat drastis saat momen tertentu. Dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, pengelolaan sampah diharapkan tetap terkendali meski di tengah lonjakan aktivitas,” tandaa Raymond.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *