google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Doktor Mengabdi UB Dorong Pemanfaatan Ayam KUB Atasi Stunting di NTT

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Kupang, iKoneksi.com – Upaya menekan angka stunting di NTT kembali mendapat dukungan dari dunia akademik. Tim Doktor Mengabdi (DM) Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (FAPET UB) hadir di Kupang dengan membawa program Bimbingan Teknis (Bimtek) Manajemen Bahan Baku Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB). Program ini menjadi terobosan dalam penyediaan alternatif pangan bergizi berbasis sumber daya lokal sekaligus penguatan ekonomi masyarakat.

NTT dan Tantangan Stunting

Nusa Tenggara Timur hingga kini masih berada dalam daftar daerah dengan prevalensi stunting tertinggi di Indonesia. Kondisi tersebut menjadi alasan kuat bagi tim DM untuk memilih NTT sebagai lokasi program. Melalui pendekatan berbasis protein hewani, kegiatan ini menargetkan ibu-ibu Dharma Wanita agar mampu mengolah ayam KUB menjadi produk pangan sehat dan bernilai tambah.

Kolaborasi Akademisi dan Masyarakat

Tim DM dipimpin langsung oleh Prof. Dr. Ir. Veronica Margareta Ani Nurgiartiningsih, M.Sc., bersama dua dosen dan lima mahasiswa. Koordinator lapangan dipercayakan kepada Muhammad Tegar Eka Satria. Kegiatan berlangsung pada 5 Agustus 2025 di Aula Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kupang.

Acara dibuka dengan materi oleh Dr. Ria Dewi Andriani, S.Pt., M.P., yang menekankan pentingnya protein hewani untuk tumbuh kembang anak.

“Protein hewani memiliki peran vital dalam mencegah stunting. Ayam KUB bisa menjadi solusi lokal yang murah, mudah diolah, dan bernilai gizi tinggi,” jelasnya.

Selain itu, Tegar Eka Satria menambahkan pemahaman tentang manajemen usaha dan strategi pemasaran. Materi ini penting untuk memastikan produk olahan ayam KUB dapat bersaing di pasar lokal.

Pendampingan Teknis dan Inovasi Produk

Pendampingan teknis turut diberikan oleh mahasiswa, salah satunya Ahmad Hasan Abdillah yang fokus pada manajemen bahan baku.

“Manajemen yang tepat bukan hanya menjaga kualitas produk, tetapi juga memastikan konsistensi dan meminimalisasi limbah,” ujarnya.

Peserta dilatih mengolah ayam KUB menjadi berbagai produk inovatif seperti nugget, abon, hingga siomay. Produk-produk ini diharapkan mampu memperluas pilihan pangan bergizi, sekaligus membuka peluang usaha baru bagi ibu-ibu Dharma Wanita.

Antusiasme dan Dampak Positif

Respon peserta terhadap program ini sangat positif. Sebanyak 96% peserta menyatakan kegiatan bermanfaat, dengan rincian 28% sangat paham, 44% paham, dan 28% cukup paham terhadap materi yang disampaikan. Bahkan, sebagian besar peserta berharap program dapat terus berlanjut meski tanpa pendampingan langsung dari universitas.

Relevansi dengan SDGs

Program ini mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), antara lain:

  • SDG 2 (Tanpa Kelaparan): menghadirkan alternatif pangan bergizi berbasis ayam lokal.
  • SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera): mendorong konsumsi protein hewani untuk menekan stunting.
  • SDG 4 (Pendidikan Berkualitas): transfer pengetahuan melalui bimtek.
  • SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi): membuka peluang usaha berbasis masyarakat.
  • SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab): efisiensi bahan baku dan pengurangan limbah.

Penutup dan Harapan

Program ditutup dengan penyerahan hibah peralatan produksi dari Tim DM kepada pihak BRMP Kupang. Langkah ini diharapkan memperkuat kemandirian masyarakat dalam mengolah bahan baku lokal.

“Pendekatan ini bukan hanya soal pangan bergizi, tapi juga tentang kemandirian ekonomi masyarakat. Jika dikelola serius, ayam KUB bisa menjadi ikon solusi lokal untuk gizi berkelanjutan di NTT,” ungkap Veronica.

“Kehadiran tim akademisi di tengah masyarakat membuktikan bahwa penanganan stunting tidak bisa hanya mengandalkan satu sektor. Kolaborasi antara universitas, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci menciptakan perubahan nyata,” pungkas Veronica. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *