google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Dosen Biologi UM Ciptakan Kompor dari Minyak Bekas, Solusi Energi Ramah Lingkungan

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com — Sebuah inovasi brilian kembali lahir dari kampus Universitas Negeri Malang (UM). Tim dosen dan mahasiswa dari Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) berhasil menciptakan teknologi tepat guna (TTG) berupa kompor berbahan bakar minyak bekas atau oli jelantah. Inovasi ini bukan sekadar solusi efisien untuk memenuhi kebutuhan energi alternatif, tetapi juga langkah nyata dalam mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah rumah tangga yang selama ini diabaikan.

Diketuai oleh Dr. Siti Imroatul Maslikah, tim ini beranggotakan para dosen seperti Prof. Dr. Sri Rahayu Lestari, Agung Witjoro, dan Ajeng Daniarsih, serta beberapa mahasiswa di antaranya Nur Laila, Luthfiyana Dwi Rahma Putri, Reza Fauziyah, Eka Desi Lilin Yuliani, Hasan Hidayatullah, dan Achmad Jalaluddin. Mereka berkolaborasi untuk mengubah limbah minyak jelantah menjadi sumber energi alternatif yang aman, ekonomis, dan ramah lingkungan yang mereka sebut sebagai upcycle oil stove.

Mengubah Limbah Menjadi Energi

Selama ini, minyak jelantah menjadi masalah serius karena pembuangannya sering mencemari air dan tanah. Namun, melalui inovasi upcycle oil, minyak bekas dapat diolah kembali menjadi bahan bakar untuk kompor khusus yang efisien dan aman digunakan. Teknologi ini memberi nilai tambah pada limbah, sekaligus mengubah sesuatu yang semula mencemari lingkungan menjadi energi yang bermanfaat.

Menurut Ketua Tim Penelitian, Dr. Siti Imroatul Maslikah, kompor minyak bekas ini dapat menjadi solusi bagi rumah tangga dan pelaku UMKM yang selama ini bergantung pada LPG atau minyak tanah.

“Kami ingin menciptakan alat yang sederhana, bisa digunakan oleh siapa pun, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Proses pengolahannya melibatkan penyaringan minyak untuk memisahkan kotoran dan residu makanan, kemudian melalui proses pemurnian agar kandungan airnya hilang. Hasil akhir berupa minyak bersih siap pakai yang dapat dibakar secara stabil dan aman.

Kompor Hemat, Ramah Lingkungan, dan Mudah Digunakan

Siti menuturkan kompor upcycle oil hasil karya tim UM ini memiliki sejumlah keunggulan yang menjadikannya solusi masa depan. Pertama, ramah lingkungan karena mengurangi limbah minyak bekas dan mencegah penyumbatan saluran air. Kedua, ekonomis bahan bakarnya dapat diperoleh dengan harga murah bahkan gratis dari rumah tangga atau pedagang gorengan. Ketiga, efisien karena mampu menghasilkan panas yang stabil untuk memasak berbagai jenis makanan.

Keempat, teknologi ini sederhana dan mudah dioperasikan oleh masyarakat umum tanpa keahlian teknis. Terakhir, penggunaan kompor minyak bekas membantu mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil yang harganya terus meningkat.

“Dengan teknologi ini, kami berharap masyarakat bisa lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan energi mereka, sekaligus ikut menjaga kelestarian lingkungan,” jelas Siti.

Dampak Lingkungan dan Ekonomi yang Signifikan

Inovasi ini tidak hanya berpengaruh terhadap pengurangan limbah, tetapi juga memberikan dampak sosial ekonomi yang luas. Dengan memanfaatkan minyak jelantah, masyarakat bisa menekan pengeluaran untuk bahan bakar memasak. Selain itu, kegiatan pengumpulan dan pengolahan minyak bekas dapat membuka peluang usaha baru berbasis ekonomi sirkular.

“Di sisi lingkungan, penggunaan upcycle oil menekan pencemaran air dan tanah, serta mendukung target pembangunan berkelanjutan (SDGs) terutama pada poin terkait energi bersih dan lingkungan hidup,” ungkap Siti.

Ia berharap inovasi ini tidak berhenti di laboratorium, melainkan dapat diadopsi secara luas oleh masyarakat. Melalui edukasi dan sosialisasi, kompor minyak bekas dapat digunakan di rumah tangga, warung makan, bahkan industri kecil menengah.

Dukungan Pemerintah dan Harapan ke Depan

Ke depan, menurut salah satu anggota tim mahasiswa, Nur Laila dukungan dari pemerintah daerah dan lembaga terkait agar inovasi ini bisa diperkenalkan secara massal melalui program pemberdayaan masyarakat. Bantuan alat, pelatihan teknis, dan regulasi yang mendukung penggunaan energi alternatif menjadi kunci keberhasilan penyebaran teknologi ini.

“Kalau teknologi ini bisa diterapkan secara luas, maka dampaknya akan sangat besar. Tidak hanya menghemat energi, tapi juga membantu mengurangi limbah dan membuka peluang ekonomi baru,” tutur Nur.

Langkah Menuju Masa Depan Energi Berkelanjutan

Inovasi oil stove berbahan upcycle oil menjadi contoh nyata bagaimana teknologi tepat guna mampu menghadirkan solusi konkret atas masalah energi dan lingkungan. Apa yang dilakukan tim Universitas Negeri Malang ini membuktikan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah sederhana dari dapur masyarakat hingga solusi energi berkelanjutan bagi bangsa.

“Dengan semangat riset dan kepedulian terhadap lingkungan, para dosen dan mahasiswa UM menunjukkan bahwa masa depan energi bersih tidak harus mahal dan rumit. Cukup dengan kreativitas, ilmu pengetahuan, dan niat tulus menjaga bumi, limbah pun bisa disulap menjadi sumber kehidupan,” tandas Nur.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *