google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Dua Mayat Ditemukan di Mojokerto, Warga Geger di Hari yang Sama

  • Bagikan
banner 468x60

Kab Mojokerto, iKoneksi.com — Suasana tenang di Kota dan Kabupaten Mojokerto mendadak berubah mencekam pada Minggu (26/10/2025). Dalam waktu yang hampir bersamaan, warga di dua lokasi berbeda dikejutkan oleh penemuan dua mayat satu di ruko kosong kawasan Taman Pemuda, Jalan Gajah Mada, Kota Mojokerto, dan satu lagi di kamar kos di Dusun Sambirejo, Desa Wringinrejo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Peristiwa ganda ini sontak membuat warga bertanya-tanya: apa yang sebenarnya sedang terjadi di Mojokerto? Dalam satu hari, dua nyawa ditemukan tak bernyawa di tempat yang berbeda, namun dengan kesamaan tragis keduanya meninggal dalam kesendirian.

Mayat Pertama Ditemukan di Ruko Kosong

Penemuan pertama terjadi di kawasan Taman Pemuda, tepat di tepi Jalan Gajah Mada, Kota Mojokerto. Sekitar pukul 16.00 WIB, warga menemukan seorang pria lanjut usia tergeletak tak bernyawa di teras sebuah ruko kosong.

Pria tersebut ditemukan tanpa identitas. Saat polisi tiba di lokasi, jasadnya sudah dalam kondisi kaku. Dugaan awal, korban meninggal dunia akibat penyakit yang dideritanya. Setelah dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh tim Satreskrim Polres Mojokerto Kota, jenazah kemudian dievakuasi ke kamar jenazah RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo untuk dilakukan pemeriksaan medis.

Kanit Pidum Polres Mojokerto Kota, Ipda Sugiarto, mengonfirmasi hasil pemeriksaan medis menunjukkan korban meninggal akibat penyakit hernia menahun.

“Korban memang sudah lama sakit. Dari hasil pemeriksaan, tidak ada tanda-tanda kekerasan. Diduga meninggal karena penyakit hernia,” katanya kepada iKoneksi.com, Senin (27/10/2025).

Sugiarto menambahkan, korban juga mengalami gangguan ingatan atau pikun serta sempat hidup berpindah-pindah tempat.

“Selama ini korban tinggal terpisah dari keluarganya, dan sering terlihat di sekitar pasar. Hidupnya di jalan-jalan,” katanya.

Meski awalnya tak memiliki identitas, informasi yang dihimpun menyebut korban sempat tinggal di Jalan Prapanca, Kelurahan Mentikan, Kecamatan Prajurit Kulon. Ia kerap terlihat bekerja di pasar Tanjung Anyar dan di beberapa toko sekitar. Setelah dilakukan penelusuran, pihak kepolisian akhirnya berhasil menghubungi keluarganya yang berdomisili di Surabaya.

“Keluarga sudah datang dan membawa jenazah untuk dimakamkan,” ujar Sugiarto.

Mayat Kedua Ditemukan di Kamar Kos

Belum selesai warga Mojokerto mencerna kabar pertama, penemuan mayat kedua terjadi hanya berselang beberapa jam kemudian di Dusun Sambirejo, Desa Wringinrejo, Kecamatan Sooko.

Sekitar pukul 18.00 WIB, warga mencium bau busuk menyengat dari salah satu kamar kos milik warga bernama Hadi. Setelah diperiksa, ternyata penghuni kamar tersebut, Drs Imam Basori (59), ditemukan sudah meninggal dunia.

Korban merupakan warga Dusun Gedangklutuk, Desa Banjaragung, Kecamatan Puri, yang dikenal bekerja sebagai debt collector. Kepala Desa Wringinrejo, Suhartono, membenarkan kejadian itu.

“Setelah ada laporan, kami bersama polisi membuka kamar korban. Begitu pintu dibuka, bau sangat menyengat, dan korban sudah meninggal dalam posisi terlentang di ranjang,” terangnya.

Dari hasil pemeriksaan awal, korban diduga meninggal karena asma kambuh. Di dalam kamar ditemukan berbagai obat-obatan yang biasa dikonsumsi korban, termasuk obat asma.

“Dugaan kuat karena asmanya kambuh. Di kamar juga ada obat-obatan yang biasa diminum korban,” jelas Suhartono.

Imam diketahui telah tinggal di kamar kos tersebut selama hampir setahun. Ia hidup sendiri, meskipun sesekali dikunjungi istri dan anaknya. Polisi yang datang ke lokasi segera melakukan olah TKP dan mengevakuasi jasad korban ke RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Selain jenazah, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk mobil Toyota Avanza hitam bernomor polisi S 1126 PK dan obat-obatan milik korban,” beber Suhartono

Warga Mojokerto Cemas dan Heran

Dua penemuan mayat di hari yang sama membuat warga Mojokerto resah sekaligus prihatin. Banyak yang heran bagaimana dua orang bisa meninggal hampir bersamaan, tanpa diketahui selama beberapa waktu.

Meski keduanya dipastikan meninggal karena penyakit, kejadian ini menyoroti sisi lain dari kehidupan sosial masyarakat tentang mereka yang hidup sendiri dan menua tanpa pengawasan keluarga.

Ia menegaskan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dalam kedua kasus tersebut. Namun, pemeriksaan medis tetap dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada hal lain yang mencurigakan.

“Kedua jasad kini telah diserahkan kepada pihak keluarga masing-masing untuk proses pemakaman. Sementara itu, kami mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan sekitar, terutama tetangga yang hidup sendirian,” tandas Sugiarto.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *