google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Dua Prajurit Kopassus Terseret Kasus Penculikan Kacab Bank

  • Bagikan
banner 468x60

Jakarta, iKoneksi.com — Kasus penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang bank, M Ilham Pradipta (37), semakin menggemparkan publik setelah terungkap keterlibatan dua prajurit Kopassus dalam aksi keji ini. Polisi Militer Kodam (Pomdam) Jaya resmi menetapkan Serka N dan Kopda FH sebagai tersangka, menambah panjang daftar pelaku dalam kasus yang telah menelan korban jiwa tersebut.

Penetapan Tersangka

Danpomdam Jaya, Kolonel CPM Donny Agus, dalam konferensi pers di Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Selasa (16/9/2025), menyatakan bahwa keduanya berasal dari Detasemen Markas Kopassus.

“Sudah menetapkan dua orang tersangka dan melakukan penahanan terhadap dua orang tersebut atas nama Serka N dan Kopda FH,” ungkapnya.

Penetapan ini menjadi sorotan tajam mengingat nama besar Kopassus yang selama ini identik dengan disiplin, profesionalitas, dan kehormatan. Publik pun bertanya-tanya, bagaimana mungkin prajurit dari satuan elite bisa terseret dalam tindak pidana berat yang melibatkan penculikan hingga berujung kematian.

Peran Serka N

Dalam uraian kronologi Donny, Serka N disebut sebagai penghubung utama antara tersangka JP, yang masuk dalam klaster otak penculikan, dengan Kopda FH. Ia menawarkan “pekerjaan” kepada FH dengan imbalan uang. Lebih dari itu, Serka N juga berperan aktif dalam pelaksanaan aksi.

“Saat proses penculikan berlangsung, Serka N ikut memegangi korban agar tidak memberontak. Ia bahkan mengambil alih kemudi mobil Fortuner yang digunakan untuk membawa Ilham. Dari mobil itu, korban yang sudah dalam kondisi lemas kemudian dibuang di kawasan persawahan Bekasi, Jawa Barat, pada Rabu (20/8). Aksi tersebut dilakukan bersama tersangka JP yang kini juga ditahan,” beber Donny.

Peran Kopda FH

Sementara itu, Kopda FH memiliki peran krusial lain. Ia menerima uang sebesar Rp95 juta yang disebut sebagai dana operasional penculikan. Dengan dana tersebut, FH bertugas mencarikan tim eksekutor.

“FH kemudian memberi informasi kepada lima orang penculik terkait keberadaan Ilham. Pada Rabu (20/8), setelah korban berhasil diculik dan dimasukkan ke dalam mobil, FH segera menghubungi JP. Keduanya kemudian bertemu untuk menyerahkan Ilham yang sudah tidak berdaya,” urai Donny.

Rentetan Penangkapan

Donny menuturkan kasus ini telah menyeret 15 orang tersangka yang kini ditahan Polda Metro Jaya. Namun, Pomdam Jaya khusus menangani dua prajurit Kopassus yang terbukti terlibat. Sementara itu, seorang pelaku lain berinisial EG masih dalam pengejaran polisi.

“Kematian Ilham Pradipta sendiri meninggalkan luka mendalam. Mayatnya ditemukan sehari setelah penculikan, tepatnya Kamis (21/8), di semak-semak kawasan Serang Baru, Kabupaten Bekasi. Tubuh korban dalam kondisi mengenaskan: wajah, tangan, dan kakinya terikat lakban hitam. Fakta ini semakin menegaskan betapa kejam dan terencana aksi penculikan tersebut,” tutur Donny.

Sorotan Publik dan Citra Institusi

Keterlibatan dua prajurit Kopassus dalam kasus ini menimbulkan guncangan besar. Publik menyoroti perlunya penegakan hukum yang transparan dan tegas, tanpa memandang status ataupun institusi pelaku. Aparat TNI pun dituntut menjaga marwah institusi dengan memastikan proses hukum berjalan sesuai aturan.

“Kasus ini bukan hanya soal kriminal murni, tetapi juga menjadi ujian bagi kami dalam menegakkan disiplin internal. Apakah keterlibatan anggota Kopassus ini hanya ulah oknum, atau ada jaringan lebih luas, masih menjadi pertanyaan yang belum terjawab tuntas. Tragedi penculikan yang merenggut nyawa seorang kepala cabang bank ini sudah menjadi pelajaran pahit, bahwa ketika integritas prajurit tergadaikan, konsekuensi yang muncul bisa mencoreng nama besar institusi dan melukai kepercayaan masyarakat,” pungkas Donny. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *