google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Dukung Ketahanan Pangan Kementan Salurkan Bantuan Alsintan Modern Untuk Dispangtan Kota Malang

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com – Upaya meningkatkan produktivitas sektor pertanian terus dilakukan Pemerintah Kota Malang. Melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, pemerintah daerah menerima bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia pada tahun 2025.

Bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pengolahan lahan sawah sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah. Salah satu alat yang diterima adalah IMPALA (Implement Alat Mesin Pengolah Lahan), yakni alat pertanian modern yang berfungsi untuk mengolah tanah sawah secara lebih cepat dan efektif.

IMPALA merupakan traktor tangan roda dua yang dilengkapi dengan perangkat singkal untuk membalik tanah serta garu untuk meratakan permukaan lahan. Dengan teknologi tersebut, proses pengolahan sawah dapat dilakukan secara optimal sebelum masa tanam dimulai.

Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan, mengatakan bantuan alsintan dari Kementerian Pertanian ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah perkotaan yang memiliki keterbatasan lahan.

“Total alat bantuan dari Kementerian Pertanian tahun 2025 yang diterima Kota Malang terdiri dari satu unit combine harvester, dua unit hand tractor, dan dua unit IMPALA,” kata Slamet Husnan kepada iKoneksi.com melalui WhatsApp, Rabu (24/12/2025).

Menurutnya, bantuan tersebut akan dimanfaatkan secara maksimal oleh kelompok tani di Kota Malang, khususnya pada lahan sawah yang masih aktif berproduksi. Kehadiran alsintan modern dinilai Slamet mampu mengurangi ketergantungan pada tenaga manual, mempercepat proses kerja, serta menekan biaya produksi petani.

“Combine harvester, misalnya, berfungsi untuk memanen padi secara efisien dalam satu proses, mulai dari memotong hingga merontokkan gabah. Sementara hand tractor dan IMPALA berperan penting dalam tahap pengolahan lahan sebelum tanam,” sebutnya

Slamet menjelaskan, optimalisasi pemanfaatan alsintan juga sejalan dengan upaya Pemkot Malang dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian di tengah tantangan alih fungsi lahan dan perubahan iklim.

“Dengan peralatan yang lebih modern, petani dapat bekerja lebih cepat, hemat waktu, dan hasilnya diharapkan lebih maksimal. Ini juga menjadi bagian dari strategi menjaga ketahanan pangan daerah,” ujarnya.

Dispangtan Kota Malang akan melakukan pendampingan serta pengaturan pola pemanfaatan alsintan agar dapat digunakan secara bergiliran oleh kelompok tani. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh bantuan benar-benar berdampak langsung pada peningkatan produksi pertanian.

“Kami (Pemerintah Kota Malang, red) berharap dukungan dari Kementerian Pertanian ini dapat memperkuat sektor pertanian lokal, meningkatkan kesejahteraan petani, serta menjaga ketersediaan pangan di tingkat daerah. Ke depan, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah akan terus diperkuat guna menghadapi tantangan pertanian yang semakin kompleks,” pungkasnya.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *