google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Empat Bulan Menumpuk, Sampah Pasar Batu Mulai Direduksi

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Batu, iKoneksi.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu mulai melakukan langkah intensif untuk menangani persoalan tumpukan sampah di sejumlah pasar tradisional. Kepala DLH Kota Batu, Dian Fachroni, memastikan penanganan dilakukan secara bertahap dengan sistem pengemasan sampah menggunakan kantong plastik sebelum dilakukan pengolahan lebih lanjut.

Menurut Dian, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi reduksi sampah yang dilakukan secara berkala agar tumpukan yang selama ini terjadi tidak kembali terulang.

“Hari ini teman-teman di lapangan sedang memasukkan sampah pasar ke dalam kantong plastik, kemudian kita wrapping agar bisa direduksi secara bertahap. Proses ini dilakukan harian sampai kita benar-benar berada pada posisi nol sampah,” kata Dian.

Upaya tersebut dilakukan karena tumpukan sampah di pasar sempat menumpuk cukup lama. Bahkan, berdasarkan catatan DLH, sebagian sampah tersebut telah tertimbun hingga sekitar empat bulan.

Sampah Menumpuk Berbulan-bulan

Dian menjelaskan, kondisi penumpukan sampah yang berlangsung cukup lama itu membuat proses penanganannya membutuhkan waktu lebih panjang dibandingkan pengelolaan sampah harian pada umumnya.

“Tumpukan terakhir ini kurang lebih sekitar empat bulan. Karena itu penanganannya tidak bisa cepat, kami harus mengelola secara bertahap hingga benar-benar habis,” ujarnya.

Ia mengatakan, ritme pengangkutan dan pengelolaan sampah saat ini difokuskan pada upaya mengurangi volume yang telah menumpuk tersebut, sembari tetap menjaga pengelolaan sampah harian agar tidak kembali menambah beban penanganan.

“Jika proses berjalan sesuai rencana, DLH optimis dalam waktu tertentu kondisi pasar bisa kembali bersih tanpa tumpukan sampah lama,” sebutnya.

Sampah Dikirim ke Beberapa Titik Pengolahan

Dalam proses pengelolaannya, sampah pasar yang telah dikemas akan didistribusikan ke beberapa lokasi pengolahan. Beberapa di antaranya adalah kawasan TPA Tlekung, fasilitas pengolahan di Sisir, serta Dadap. Dian menjelaskan sebagian sampah akan dimusnahkan menggunakan fasilitas insinerator yang dimiliki DLH Kota Batu.

“Sampah dari pasar ada yang langsung ke Tlekung, kemudian ke Sisir dan ke Dadap untuk kita lakukan insinerasi. Kita punya unit insinerator di Sisir dan Dadap,” ungkapnya.

“Selain melalui proses pembakaran menggunakan insenerator, sebagian sampah juga akan diarahkan ke fasilitas pengelolaan lain seperti TPS3R untuk proses pemilahan dan pengolahan kembali,” lanjutnya.

Pengelolaan Sampah Akan Diatur Lebih Ketat

Setelah penanganan tumpukan sampah selesai, DLH Kota Batu berencana menerbitkan surat edaran yang mengatur tata kelola sampah di pasar tradisional. Surat edaran tersebut akan dilengkapi dengan standar operasional prosedur (SOP) yang harus dipatuhi oleh pengelola pasar maupun para pedagang. Dian menekankan, kebijakan tersebut disiapkan agar kejadian penumpukan sampah hingga berbulan-bulan tidak kembali terjadi.

“Setelah ini kami akan terbitkan surat edaran terkait tata kelola sampah pasar berikut dengan SOP-nya. Harapannya tidak lagi ada sampah menumpuk sampai berbulan-bulan,” tegasnya.

“SOP tersebut nantinya akan mengatur berbagai aspek pengelolaan, mulai dari pengumpulan sampah, pemilahan, hingga jadwal pengangkutan agar alur penanganannya berjalan lebih teratur,” terang Dian.

Personel dan Operasional DLH Dikerahkan

Dalam proses penanganan sampah tersebut, DLH juga mengerahkan personel operasional untuk memastikan proses pengemasan, pengangkutan, hingga pengolahan berjalan sesuai rencana. Dian mengakui pengelolaan sampah membutuhkan dukungan tenaga serta operasional yang tidak sedikit, terutama ketika harus menangani tumpukan lama yang volumenya cukup besar. Meski demikian, pihaknya memastikan seluruh proses tetap berjalan dengan pengawasan DLH agar pengelolaan sampah di pasar dapat kembali normal.

Harapan Pasar Lebih Bersih

DLH Kota Batu berharap upaya penanganan yang dilakukan saat ini bisa menjadi momentum perbaikan sistem pengelolaan sampah di pasar tradisional. Dengan adanya SOP baru dan pengawasan yang lebih ketat, pemerintah daerah berharap tidak lagi ditemukan kondisi penumpukan sampah yang berlangsung lama.

“Ke depan kita ingin pengelolaan sampah pasar berjalan rutin dan tertata, sehingga tidak lagi terjadi penumpukan seperti sebelumnya,” terang Dian.

“Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Batu dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas pengelolaan sampah di ruang publik, terutama di kawasan pasar yang menjadi pusat aktivitas masyarakat setiap hari,” tandas Dian.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *