google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Eri Cahyadi: Tahun Baru Tanpa Pesta, Perbanyak Doa

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Surabaya, iKoneksi.com — Pemerintah Kota Surabaya memutuskan meniadakan pesta kembang api pada perayaan malam pergantian tahun 2025 ke 2026. Kebijakan tersebut diambil sebagai bentuk empati terhadap korban bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan, sebagai pengganti perayaan meriah, Pemkot Surabaya berencana menggelar pengajian dan doa bersama di Balai Kota Surabaya. Kegiatan tersebut ditujukan untuk mendoakan para korban bencana sekaligus memohon perlindungan agar Surabaya terhindar dari musibah serupa.

“Karena sampai hari ini saya juga sampaikan, perayaan tahun baru dilakukan secara sederhana. Kita perbanyak doa agar Surabaya dijauhkan dari bencana, sekaligus menguatkan saudara-saudara kita yang ada di Sumatra,” kata Eri usai mengikuti istigasah di Balai Kota Surabaya, Jumat (12/12/2025).

Eri mengimbau seluruh warga Surabaya agar tidak menggelar pesta pergantian tahun secara berlebihan. Menurutnya, momentum tahun baru sebaiknya dimaknai dengan solidaritas dan kepedulian sosial terhadap masyarakat yang tengah terdampak bencana.

“Maka jangan pernah melakukan kegiatan tahun baru yang berlebihan. Lakukan secara sederhana. Kalau bisa, anggaran yang biasanya dipakai untuk pesta, kita kumpulkan dan kirimkan bantuan ke Sumatra,” tegasnya.

Imbauan tersebut akan dituangkan dalam surat edaran resmi Pemerintah Kota Surabaya. Selain itu, kebijakan ini juga akan dibahas bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) guna memastikan pelaksanaannya berjalan serentak dan tertib di seluruh wilayah kota.

Untuk mengantisipasi kepadatan massa dan kemacetan di pusat kota, Eri meminta agar setiap kelurahan menggelar doa bersama di wilayah masing-masing. Langkah ini diharapkan dapat memecah konsentrasi massa sekaligus menjaga situasi tetap kondusif saat malam pergantian tahun. Di sisi lain, Pemkot Surabaya bersama Forkopimda juga memastikan aspek keamanan tetap menjadi perhatian utama. Pengamanan akan diperketat menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.

“Pengamanan dilakukan, termasuk patroli ke gereja-gereja sebelum Natal. Selain itu, pengamanan juga dilakukan di tempat-tempat wisata dan lokasi keramaian,” ujar Eri.

Kebijakan tanpa pesta kembang api ini menegaskan sikap Pemkot Surabaya yang mengedepankan kesederhanaan, empati, dan solidaritas sosial dalam menyambut tahun baru.

“Saya berharap masyarakat dapat berpartisipasi aktif menjaga suasana kondusif sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap sesama, khususnya bagi warga yang tengah menghadapi dampak bencana,” pungkas Eri.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *