google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

FERTILEICA, Inovasi Pupuk Mahasiswa UM yang Mengguncang Urban Farming

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang ji, iKoneksi.com – Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap urban farming, sekelompok mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) hadir dengan terobosan yang bukan hanya menjawab kebutuhan zaman, tetapi juga menawarkan dampak nyata bagi lingkungan. Mereka memperkenalkan FERTILEICA, pupuk cair multinutrisi berbahan limbah kulit pisang dan daun kelor yang dirancang sebagai solusi ramah lingkungan untuk memaksimalkan hasil panen di lahan terbatas. Inovasi ini bukan sekadar produk, tetapi potret bagaimana kreativitas mahasiswa mampu menghadirkan jawaban atas persoalan modern sempitnya lahan, tingginya kebutuhan pangan, dan melimpahnya limbah organik yang belum termanfaatkan.

Inovasi Berawal dari Tim Solid Mahasiswa UM

Lahirnya FERTILEICA berawal dari kerja keras sebuah tim mahasiswa lintas fakultas. Camilla Izzati Hendarto dari FMIPA UM memimpin tim yang beranggotakan Afifah Alfina, Amelia Virna Fitriani, Naila Salma Putri Sagita dari FEB, serta Denok Afrisa dari FMIPA. Tim ini berada di bawah bimbingan Dra. Sapti Wahyuningsih, M.Si., dosen dari Departemen Matematika FMIPA UM yang sejak awal melihat potensi besar ide ini.

Kolaborasi lintas disiplin ilmu memungkinkan mereka merumuskan konsep produk dengan pendekatan yang holistik: ilmiah, fungsional, dan adaptif untuk kebutuhan pasar urban farming yang terus berkembang. Sinergi ini pula yang membuat FERTILEICA tidak berhenti sebagai gagasan, tetapi hadir sebagai prototipe yang siap diuji dan dikembangkan lebih lanjut.

Menjawab Tantangan Urban Farming Lewat Pupuk Multinutrisi

Urban farming memang memberikan harapan bagi keluarga di perkotaan untuk memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri. Namun, keterbatasan lahan dan kualitas tanah sering menjadi hambatan. Banyak pupuk organik cair yang beredar di pasaran masih memiliki kelemahan: unsur hara yang tidak seimbang, aroma menyengat, dan bentuk konsentrat yang kurang praktis digunakan oleh pemula.

FERTILEICA hadir sebagai jawaban atas berbagai persoalan itu. Dengan mengandalkan limbah kulit pisang serta daun kelor yang kaya nutrisi, pupuk ini mampu menghadirkan formulasi multinutrisi yang lengkap dan mudah diserap tanaman. Kandungannya meliputi unsur hara, hormon pertumbuhan, serta antioksidan yang membantu memperkuat tanaman, mempercepat pertumbuhan, dan meningkatkan kualitas panen, terutama sayuran daun yang banyak dibudidayakan di lahan sempit.

Keunggulan FERTILEICA yang Membuatnya Menonjol

Produk ini dikembangkan dengan sejumlah keunggulan yang membuatnya unggul dibanding pupuk organik cair lainnya:

  1. Multinutrisi lengkap
    Mengandung unsur hara, hormon, dan antioksidan yang ideal untuk pertumbuhan tanaman perkotaan.
  2. Ramah lingkungan
    Berbasis limbah organik, sehingga aman bagi tanaman, tanah, dan lingkungan sekitar.
  3. Praktis digunakan
    Diformulasikan agar mudah diaplikasikan bahkan oleh pemula di dunia urban farming.
  4. Kemasan dapat digunakan ulang
    Mendukung gaya hidup minim sampah sekaligus prinsip pertanian berkelanjutan.
  5. Harga terjangkau
    Didesain untuk dapat diakses berbagai lapisan masyarakat yang ingin memulai bertani di rumah.

Dengan pendekatan tersebut, FERTILEICA tidak hanya memberi manfaat bagi tanaman, tetapi juga menyentuh aspek keberlanjutan, edukasi, hingga pemberdayaan masyarakat kota.

Kontribusi pada Lingkungan dan Ketahanan Pangan

Salah satu nilai penting dari FERTILEICA adalah keberhasilannya mengubah limbah organik menjadi produk bernilai tinggi. Limbah kulit pisang yang biasanya berakhir di tempat sampah disulap menjadi sumber nutrisi. Sementara daun kelor, yang kadang belum dimanfaatkan secara maksimal, diberikan peran baru dalam penguatan k.etahanan pangan.

Dua bahan ini menjadi inti produk yang bukan hanya mengurangi penumpukan sampah, tetapi juga mendorong masyarakat memanfaatkan potensi lingkungan sekitar. Dengan demikian, FERTILEICA tidak hanya membantu tanaman tumbuh lebih baik, tetapi juga menciptakan ekosistem kecil yang mendukung keberlanjutan.

Harapan Menjadi Pionir Pupuk Berbasis Limbah Organik

Tim pengembang menyatakan optimisme bahwa FERTILEICA dapat meraih perhatian luas masyarakat. Mereka berharap produk ini tidak berhenti sebagai karya tugas inovasi, melainkan berkembang menjadi solusi nasional bagi urban farming. Rencana ke depan mencakup peningkatan formula, riset lanjutan, hingga perluasan jalur pemasaran.

“Dengan dukungan Universitas Negeri Malang dan bimbingan dosen yang kompeten, Camilla Izzati Hendarto dan tim percaya FERTILEICA siap menjadi pionir pupuk multinutrisi ramah lingkungan berbasis limbah organik di Indonesia. Inovasi ini menjadi bukti bahwa kreativitas mahasiswa bukan hanya soal prestasi akademik, melainkan mampu melahirkan inovasi yang menyentuh masyarakat luas dan menjawab kebutuhan zaman. FERTILEICA tidak hanya sebuah pupuk ia adalah gambaran masa depan pertanian perkotaan yang lebih hijau, inklusif, dan berkelanjutan,”uraian saya s

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *