google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

FT Universitas Brawijaya Resmi Kukuhkan 41 Insinyur Profesional, Siap Berkontribusi Untuk Negeri

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com – Universitas Brawijaya, Fakultas Teknik (FT UB) kembali mencetak insinyur profesional melalui prosesi sumpah profesi Insinyur Angkatan ke-15, Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI). Pengukuhan profesi Insinyur di selenggarakan pada hari Sabtu (10/1), bertempat di Auditorium Prof. Ir. Surjono, prosesi tersebut berlangsung khidmat dan menandai pengukuhan 41 insinyur baru dari jalur reguler dan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

Para insinyur yang telah dikukuhkan berasal dari beragam bidang keilmuan, di antaranya teknik teknik sipil, mesin, elektro, pengairan, arsitektur, teknik industri, teknik kimia, dan teknik fisika, serta berasal dari sektor akademisi, BUMN, swasta, wiraswasta, hingga instansi pemerintah.

Dekan Fakultas Teknik UB, Prof. Ir. Hadi Suyono, ST., MT., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., menegaskan seluruh peserta telah memenuhi ketentuan akademik dan administrasi. Ia menilai prosesi ini bukan sekadar formalitas, melainkan pengakuan atas kesiapan kompetensi para insinyur.

“Pengukuhan ini bukan sekadar seremoni, tetapi bentuk pengakuan profesional atas kompetensi insinyur yang siap berkontribusi bagi pembangunan nasional. Hingga saat ini, PSPPI Fakultas Teknik Universitas Brawijaya telah mengukuhkan 967 insinyur, dan angka ini mencerminkan konsistensi UB dalam menyiapkan sumber daya manusia keinsinyuran yang unggul,” ujar Prof. Hadi.

Prosesi sumpah profesi yang dipimpin oleh Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Wilayah Jawa Timur, Dr. Ir. Gentur Prihantono, SH., MH., MT., IPU. Ia mengatakan bahwa pengukuhan ini merupakan bagian dari amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran, yang menekankan profesionalisme, etika, dan perlindungan masyarakat dan juga menekankan pentingnya sebuah legalitas dan standar kompetensi dalam praktik keinsinyuran yang sah dan berstandar.

“Insinyur profesional wajib memiliki kompetensi yang diakui melalui mekanisme sertifikasi, termasuk pengurusan Surat Tanda Registrasi Insinyur (STRI) dan jenjang Insinyur Profesional Utama (IPU). Hal ini penting agar praktik keinsinyuran di Indonesia terlindungi secara hukum, berstandar nasional, dan mampu bersaing secara global,” jelas Dr. Gentur.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Ir. Imam Santoso, MP, yang hadir mewakili Rektor UB, Prof. Dr. Ir. Imam Santoso, MP, juga menekankan bahwa peran insinyur kian strategis di tengah dinamika pembangunan dan kemajuan teknologi. Ia mengingatkan bahwa gelar Insinyur membawa tanggung jawab etis sekaligus profesional.

“Insinyur tidak hanya dituntut mampu merancang dan membangun, tetapi juga menghadirkan solusi inovatif yang berkelanjutan, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta berorientasi pada keselamatan dan kesejahteraan masyarakat. Gelar Insinyur adalah amanah untuk menjawab tantangan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045,” ungkapnya.

Lalu Prof. Imam, menegaskan Universitas Brawijaya akan terus memperkuat pendidikan profesi melalui sinergi dengan industri, pemerintah, dan asosiasi profesi. Tujuannya agar lulusan tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki kepemimpinan, etika, dan sensitivitas sosial.

“Momentum pengukuhan ini menjadi penanda berlanjutnya kontribusi dunia pendidikan dalam menyiapkan insinyur Indonesia yang kompeten, berintegritas, dan siap berperan aktif dalam pembangunan nasional yang berkelanjutan,” tutupnya.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *